Melalui SCYEP, para siswa didorong untuk merancang dan mengelola perusahaan mereka sendiri yang dikenal sebagai student company (SC).
Baca juga: Rayakan 2 Dekade Perjalanan, Gerai Pertama Starbucks Indonesia Bersolek
Pada tahun ini, program tersebut melibatkan 10 sekolah yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Jayapura, dengan partisipasi lebih dari 200 siswa.
Selanjutnya, para peserta akan melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional, regional, hingga global. Untuk itu, Arthakara SC dan Ruppy SC kini punya PR besar untuk mempersiapkan diri secara lebih matang dalam membangun perusahaan kecil mereka.
Chris tak menampik bahwa membangun the real company di tengah-tengah kesibukan sebagai siswa bukan perkara mudah.
“Sebagai murid, skillset tim kami kurang lebih sama. Belum pernah ada yang menjadi CEO, handle public relations, marketing, ataupun finance. Namun, akhirnya kami belajar bahwa great systems build great company. Proses ini pun didukung oleh mentor-mentor dari Starbucks Indonesia dan PJI,” jelas dia.
Baca juga: Starbucks Bantu Renovasi Sarana Pendidikan yang Terdampak Bencana Banjir Bali
Berangkat dari pembelajaran tersebut, tim Ruppy SC sukses menghadirkan Ruppy Snugbox, yakni organizer modular berbahan tripleks bekas.
Chris menjelaskan bahwa produk tersebut dirancang untuk menjawab dua persoalan utama, yakni kebutuhan siswa akan tempat penyimpanan yang fleksibel serta meningkatnya limbah tripleks dari proyek konstruksi yang kerap dibuang atau dibakar hingga memicu polusi.
Tripleks bekas tersebut didaur ulang menjadi produk fungsional dengan sekat yang dapat dilepas-pasang sehingga kapasitas penyimpanan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Produk tersebut pun mendapat respons positif di pasar dengan realisasi penjualan mencapai 186 unit dari target awal 120 unit serta menghasilkan pendapatan sebesar Rp 14,4 juta dan laba bersih Rp 1,4 juta.
“Untuk sampai di level itu, perbedaan pandangan (antaranggota tim) tak terhindarkan. Namun, hal itu yang justru bikin produk kami terus berinovasi dan skill kami berkembang,” tutur Chris.
Tantangan dalam membangun perusahaan sendiri juga dirasakan Arthakara SC. Terkait pengelolaan waktu (time management), misalnya.
“Kami harus bisa membagi waktu antara mengikuti pembelajaran di sekolah dan membangun perusahaan,” kata Revi.
Baca juga: Pemprov Jakarta, Inotek, dan Starbucks Indonesia Luncurkan Program KRING untuk Dukung 100 UMKM Kopi
Sementara, Director of Public Relations Arthakara SC Miranda Debora Setiawan menyoroti skill kepemimpinan (leadership) dalam program ini.
“Dari sini kami belajar bahwa leadership bukan tentang gimana cara dihormati, melainkan gimana pentingnya nge-lead tim beranggotakan 29 orang supaya bisa mencapai hasil yang optimal,” jelas Miranda.
Director of Production Arthakara SC Avrilya Revi Luo dan Director of Public Relations Arthakara SC Miranda Debora Setiawan saat mempresentasikan Arvena Shell di hadapan para juri dalam Regional Student Competition Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) 2025-2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat (24/4/2026).Terbukti, kemampuan-kemampuan tersebut menjadi bekal bagi Arthakara SC dalam memproduksi Arvena Shell, yakni gantungan kunci ramah lingkungan berbentuk kura-kura yang dibuat dari tutup botol plastik. Menariknya, produk ini juga bisa menjadi pengharum ruangan.
Produk gantungan kunci sebenarnya berangkat dari hasil survei awal Arthakara SC. Kala itu, tim melihat adanya kebutuhan akan aksesori yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik secara visual serta membawa dampak positif bagi lingkungan.
Mereka kemudian menempatkan isu lingkungan sebagai fokus utama dengan memanfaatkan limbah plastik yang banyak ditemukan di tempat sampah besar di sekitar sekolah. Upaya ini sekaligus menjadi penerapan nyata prinsip ekonomi sirkular.
Baca juga: Starbucks Catat Rekor MURI dan Rayakan Bulan Kopi Internasional dengan Kompetisi Latte Art
Desain gantungan kunci yang berbentuk penyu pun dipilih bukan tanpa alasan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya