Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 28 April 2026, 11:58 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Avrilya Revi Luo tak kuasa membendung air mata bahagia kala Arthakara Student Company (SC) disebut sebagai pemenang The Best Student Company dalam kompetisi tingkat regional Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) 2025-2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Revi—demikian ia karib disapa—tidak menyangka bahwa kerja kerasnya bersama Arthakara SC dari SMA Kolese Loyola, Semarang, Jawa Tengah, berbuah manis.

“Dari awal (kami berpikir) enggak apa-apa kalau enggak menang. Berarti memang belum (berhasil) dan bisa ditingkatkan lagi ke depannya,” cerita siswa kelas X yang menjabat sebagai Director of Production Arthakara SC itu pada Kompas.com, Jumat.

Hal senada juga dirasakan Chief Executive Officer Ruppy SC Christopher Edward. Baginya, pengalaman menakhodai Ruppy SC dari Mentari Intercultural School Grand Surya Jakarta telah memberikan banyak pembelajaran.

“Sempet mikir, ‘Ah yaudah lah kalau enggak menang, at least pembelajarannya udah banyak sekali dari sini’. Hasilnya mau gimana pun aku udah seneng ikut SCYEP,” tutur Chris.

Baca juga: Potterhead Merapat! Kini ada Dessert hingga Minuman Tema Harry Potter di Starbucks

Sebagai informasi, Arthakara SC berhasil menjadi juara regional 2 setelah mengungguli Reboyo SC dari SMAN 6 Surabaya, Aventra SC dari SMAN 3 Denpasar, Astranova SC dari SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, dan Nawarta SC dari SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Sementara itu, pada regional 1, Ruppy SC menang di hadapan Phytobloom SC dari SMAN 1 Bogor, Bruma SC dari SMA Pembangunan Jaya Tangerang Selatan, Navera SC dari SMAN 16 Bandung, dan Plavora SC dari SMA Pangudi Luhur Jakarta.

Mewakili dewan juri, Division Manager Operations Services Starbucks Indonesia Alvin Wijaya mengatakan bahwa para juri menghadapi tantangan yang cukup besar dalam proses penilaian.

Standar penilaian yang digunakan sangat ketat, apalagi kualitas peserta tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Karena itu, proses penentuan hasil akhir menjadi tidak mudah dan membutuhkan pertimbangan yang matang,” jelas Alvin.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi

Selain Alvin, Starbucks Indonesia menghadirkan empat juri, yakni General Manager Information and Technology Felix Amando Hadi Saputro, Division Manager Quality Assurance and Compliance Dery Charismawan, Division Manager Finance and Retail Admin Frida serta Food Category Marketing Manager Jilly Heuvelman.

Public Relations, Communications and CSR Division Manager PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia) Kiki Rizki menambahkan bahwa gelaran tahun ini tidak ada peserta yang benar-benar mendominasi. Semua peserta tampil kompetitif dengan kualitas yang merata.

Produk yang dihadirkan juga sangat bervariasi, bahkan lebih beragam ketimbang tahun lalu.

Dari sisi peserta pun terlihat adanya peningkatan yang signifikan. Kiki menilai, kualitas peserta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Kedua pemenang (Arthakara SC dari SMA Kolese Loyola Semarang dan Ruppy SC dari Mentari Intercultural School Grand Surya Jakarta) sangat layak menjadi juara, padahal ini tahun pertama keikutsertaan mereka di ajang ini,” jelas Kiki.

Bangun real company

Di balik kemenangan tersebut, pembelajaran dalam membangun real company menjadi pengalaman utama bagi para peserta.

Dalam upaya membekali siswa sekolah menengah atas (SMA) dengan kemampuan berwirausaha, khususnya dalam membangun dan menjalankan bisnis, SCYEP dihadirkan Starbucks Indonesia sejak 2019.

Lewat kerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI), program ini telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa SMA dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di berbagai daerah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau