"Kami juga akan berusaha membuat satu Pergub ya, terkait dengan turunan dari Permen KP tadi. Kalau untuk Pergub apa Perda penyelenggaraan sistem pangan yang digagas oleh Pemprov DKI, mudah-mudahan di 2026 akan bisa kami undangkan dan salah satu hal tersebut juga berdasarkan dari UU 18/2012,” ucapnya.
Sebelumnya, Dosen Fakutas Sains dan Teknologi Universitas Al-Azhar Indonesia, Dewi Elfidasari mengungkapkan, temuan risetnya menunjukkan konsentrasi kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan timbal (Pb) dalam daging ikan sapu-sapu secara konsisten naik selama periode tahun 2015-2018.
Hilir Sungai Ciliwung (Jakarta) menjadi kawasan dengan temuan kandungan logam berat berbahaya tertinggi dalam daging ikan sapu-sapu dibandingkan tengah (Depok) dan hulu (Bogor).
Kandungan Cd dalam daging ikan sapu-sapu di Jakarta pada riset tahun 2018 mencapai 0,68 ppm atau melebihi batas aman konsumsi menurut BSN 2009 sekitar 0,05 ppm. Sedangkan kandungan Hg sebesar 1,12 ppm dan Pb 3,67 ppm atau juga melebihi batas aman konsumsi dengan masing-masing 0,50 ppm dan 0,30 ppm.
Baca juga: Awas Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem dan Ancam Ikan Lokal di Indonesia
"Tentu, sangat berisiko bila dikonsumsi. Ketika sungai tercemar oleh logam berat Cd, Pb, Hg yang berasal dari baik limbah domestik rumah tangga maupun limbah industri yang langsung dibuang ke sungai ya, maka logam-logam itu akan mengendap di dalam sedimen, yang kemudian akan diserap oleh biota perairan, termasuk ikan sapu-sapu ya," ujar Dewi.
Dewi mengaku pernah mencoba untuk membuat produk olahan makanan dengan menggunakan daging ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung dan meneliti kandungan logam berat berbahaya di dalamnnya. Hasilnya, abon, siomai, dan tepung tulang dari ikan sapu-sapu masih mengandung logam berat berbahaya yang melebihi ambang batas SNI Produk Perikanan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya