Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mayoritas UMKM Belum Bisa Akses Kredit, CBI Luncurkan Platform "Andalan"

Kompas.com, 18 Mei 2026, 19:38 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

‎KOMPAS.com - PT Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan portal digital bernama Andalan UMKM untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memahami profil kredit dan meningkatkan kesiapan dalam mengakses pembiayaan formal.

Peluncuran platform ini dilakukan di tengah masih rendahnya akses UMKM terhadap kredit perbankan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, sebanyak 69,5 persen UMKM di Indonesia belum memperoleh pembiayaan dari perbankan.

Direktur Utama CBI Anton Adiwibowo mengatakan, banyak pelaku UMKM mengajukan pinjaman tanpa memahami faktor-faktor yang menjadi pertimbangan lembaga keuangan.

Baca juga: Menteri UMKM: Marketplace Wajib Beri Diskon Layanan Usaha Mikro-Kecil 50 Persen

“Masalahnya hampir selalu soal persiapan, bukan potensi. Melalui Andalan UMKM, kami ingin membantu pemilik usaha memahami bagaimana lembaga keuangan melihat profil usaha mereka dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami,” ujar Anton dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Indonesia saat ini memiliki sekitar 57 juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, banyak di antaranya masih menghadapi hambatan untuk mengakses pembiayaan formal, mulai dari kurangnya dokumentasi usaha, minimnya riwayat kredit, hingga keterbatasan pemahaman mengenai proses penilaian kredit.

Melalui Andalan UMKM, pelaku usaha dapat menilai kesiapan usahanya sebelum mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga pembiayaan.

Platform ini menyediakan empat fitur utama. Pertama, daftar periksa dokumen untuk membantu UMKM menyiapkan berbagai persyaratan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, akta pendirian, rekening koran, dan laporan keuangan.

Kedua, asesmen profil mandiri yang memungkinkan pelaku usaha melihat gambaran profil usaha dan peringkat usaha indikatif.

Ketiga, rencana perbaikan yang memberikan rekomendasi untuk memperbaiki data dan faktor yang berpotensi menurunkan penilaian lembaga keuangan.

Keempat, verifikasi awal yang dapat membantu mempercepat proses Know Your Customer (KYC) dan Know Your Business (KYB), sehingga meningkatkan peluang persetujuan kredit.

Kunci perluas pembiayaan

Asisten Pengembangan Kapasitas Usaha Kecil Kementerian UMKM, Rhenaldy Purnomo, mengatakan penguatan profil usaha, pencatatan keuangan, dan kredibilitas menjadi kunci untuk memperluas akses pembiayaan.

Baca juga: Bikin Bisnis Berkelanjutan, Ini Cerita Pelaku UMKM Surabaya Belajar Kelola Keuangan Digital

“Kehadiran Andalan UMKM menjadi langkah strategis untuk membantu pemilik usaha membangun kesiapan finansial dan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan,” ujar Rhenaldy.

Peluncuran Andalan UMKM merupakan bagian dari kerja sama CBI dengan Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia yang dimulai sejak Juni 2025.

Dalam 12 bulan ke depan, CBI menargetkan ratusan ribu UMKM memanfaatkan platform tersebut untuk mempersiapkan diri sebelum mengakses pembiayaan formal.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pemerintah
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
Swasta
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Swasta
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau