JAKARTA, KOMPAS.com - Arus mudik di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, masih ramai usai pelaksanaan salat Iduladha, Rabu (27/5/2026). Pemandangan tampak lebih asri dengan hadirnya tempat sampah pilah yang berjejer rapi di sejumlah sudut, mengajak penumpang menjaga kebersihan sebelum memulai perjalanan panjang.
Ketika Kompas.com, mengecek kesesuaian antara peruntukan dan isinya, kebanyakan tempat sampah terpilah yang sudah tersedia lebih dari setahun terakhir tersebut, dalam keadaan kosong. Beberapa tempat sampah terpilah yang sedikit terisi, memang menunjukkan adanya kecocokan.
Petugas kebersihan di Terminal Pulo Gebang, Susilowati (42) mengatakan, saat ini, kesadaran pemudik dalam membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya semakin membaik.
"Banyak orang yang membuang sampah pada tempat khususnya, banyak orang sudah paham. Alhamdulillah," ujar Susilowati kepada Kompas.com.
Untuk tempat sampah terpilah, kata dia, memang sudah jarang ada kasus kesalahan dalam membuang sesuai jenisnya. Itu terjadi karena jenis sampah di Terminal Pulo Gebang kebanyakan limbah organik dari makanan dan botol plastik.
Dengan sangat jarangnya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Terminal Pulo Gebang, proses pemilahan sampah melalui membuang sampah pada tempatnya sesuai jenisnya, menjadi lebih gampang.
Namun, model tempat sampah tidak terpilah masih banyak ditemukan di Terminal Pulo Gebang. Susilowati hanya mengangkut sampah tercampur itu dan nantinya ada petugas lain yang memilah ulang. Untuk sampah yang sudah terpilah, Susilowati tidak mencampurnya ulang.
Sampah dalam kondisi terpilah akan meringankan beban petugas, sehingga tidak perlu menyortir ulang sebelum limbah jenis residu diangkut truk compactor ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Bantargebang.
"Pengangkutan ke Bantargebang sekarang juga dipilih-pilih. Cuma kan sedikit-sedikit disosialisasikan ke penumpangnya, ada yang lebih paham juga karena sekarang di Pemprov DKI ini susah buat buang sampah ke Bantargebang," tutur Susilowati.
Selain tidak semua limbah bisa diangkut, selama dua tahun terakhir, truk compactor juga tidak mencampurkan sampah yang sudah terpilah, karena dilengkapi sekat khusus untuk memisahkan sesuai jenisnya. Padahal, dulunya truk dapat mengangkut lebih banyak sampah dari segala jenis, tanpa adanya proses pemilahan.
Sudah beberapa tahun terakhir, sampah organik dari makanan diolah menjadi kompos di area belakang Terminal Pulo Gebang. Sedangkan sampah anorganik yang bernilai dipilah untuk dijual petugas sebagai tambahan pemasukan.
"Sekarang kan karena Bantargebang katanya sih sudah enggak layak, jadi di sini dipilah terlebih dahulu, tetapi enakan dipilah. Jadi pemilahan itu dimasukin ke tong bin, dibuang langsung compactor (truk). Tong binnya diangkat compactornya," ucapnya.
Tempat sampah terpilah di Terminal Purabaya Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (27/5/2026).Sementara itu, berdasarkan pengecekan, terdapat sejumlah kasus kesalahan membuang limbah sesuai jenisnya pada tempat sampah terpilah di Terminal Purabaya Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo.
Petugas kebersihan di Terminal Purabaya Bungurasih, Pardi (56) menganggap, keberadaan tempat sampah terpilah agak menyusahkan karena membutuhkan perlakuan khusus. Meski, pada dasarnya sampahnya akan tetap dipilah ulang oleh petugas lain di area belakang terminal sebelum diangkut truk ke TPA di Sidoarjo.
"Kalau teman-teman saya hanya mengangkut sampah yang penuh untuk dibawa ke tempat sana (tempat pembuangan sementara sebelum diangkut truk). Iya, dicampur di sana, dibuang di sana semua," ujar Pardi.
Setelah sampah bernilai dipungut, truk yang mengangkutnya juga tetap akan mencampur berbagai jenis limbah itu.
"Daun, nasi, atau sampah apapun itu dicampur di sana. Diangkut (truk) juga dalam keadaan tercampur. Kalau kami di sini yang penting enggak ada komplain (tentang kebersihan). Iya kalau saya kerjaan saya di sini enggak kotor, terus tempat sampah itu sampahnya penuh, enggak komplain gitu saja," tutur Pardi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya