Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Anak Muda Suarakan Gagasan, Lembaga Filantropi Dukung Festival Film Mikro 2026

Kompas.com, 20 Juni 2026, 10:11 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktualisasi diri generasi muda perlu dibuka melalui berbagai platform, salah satunya lewat film.

Melalui film, anak-anak muda bisa menyuarakan gagasan, pengalaman, serta persoalan sosial yang dihadapi sehari-hari dengan cara kreatif, bahkan bisa membangun kesadaran publik sekaligus mendorong perubahan sosial di komunitasnya.

Hal itu tercermin dari pengalaman dua mahasiswa Indonesia, Januar David Ciu dan Yosafat Prasetya, yang mengangkat isu kesehatan mental melalui film pendek berjudul "Mania Dunia Nia".

Baca juga: Dukung Pemberdayaan Ekonomi, BCA Dorong UMKM Lokal Menembus Pasar Global

Film tersebut mengisahkan tekanan sosial, kelelahan, dan kesepian yang kerap dialami anak muda di tengah kehidupan digital yang serba cepat.

Menurut Januar, ide film tersebut berangkat dari pengalaman yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Ia melihat masih banyak anak muda yang menghadapi persoalan psikologis, tetapi belum mendapatkan perhatian yang memadai.

"Aku pernah dengar cerita dari temanku yang mau konseling dengan psikolog kampus, tapi jadwalnya penuh sampai satu atau dua bulan. Dari situ aku sadar, ternyata banyak orang sedang menghadapi persoalan psikologis, hanya saja sering tidak terlihat," ujar Januar dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (20/6/2026).

Film tersebut kemudian meraih Juara 1 Inspiring Asia Micro Film Festival #InspiringIndonesia 2025 dan mewakili Indonesia pada ajang tingkat Asia di Singapura.

Bagi Yosafat, kekuatan sebuah karya justru terletak pada kemampuannya mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurut dia, cerita yang sederhana dan jujur sering kali lebih mudah dipahami oleh masyarakat lintas negara maupun budaya.

"Kadang kita merasa cerita kita terlalu kecil. Padahal justru cerita yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari sering paling mudah dipahami orang lain," kata Yosafat.

Isu pemberdayaan pada Asia Micro Film Festival 2026

Semangat tersebut juga menjadi salah satu tema yang diangkat dalam Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia.

Festival film pendek ini mengusung tema "Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving" dan mendorong sineas muda, pelajar, komunitas, organisasi sosial, hingga kreator independen untuk mengangkat kisah-kisah pemberdayaan dari lingkungan masing-masing.

Festival tersebut tidak hanya menilai kualitas sinematik, tetapi juga dampak sosial yang dihasilkan melalui karya yang dibuat. Masyarakat juga dilibatkan dalam proses penilaian melalui mekanisme community vetting untuk mendukung karya yang dinilai relevan dan memberikan manfaat bagi komunitas.

Tahun ini, festival membuka tiga kategori utama, yakni Best Micro Film Award, Best Project Award, dan Best AI Film Award. Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026 dan terbuka bagi pelajar, komunitas, organisasi sosial, maupun kreator independen yang ingin mengangkat cerita tentang ketangguhan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Kontrol Negara atas Filantropi Masih Kuat, Hambat Solidaritas Warga

Penyelenggara berharap festival tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seni, inovasi, dan aksi sosial sekaligus memperluas partisipasi generasi muda dalam pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tahun ini, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia membuka tiga kategori utama, yaitu: Best Micro Film Award — bagi filmmaker yang berfokus pada kualitas sinematik dan kekuatan narasi kreatif; Best Project Award — bagi inisiatif komunitas yang telah menunjukkan dampak sosial nyata dan keberlanjutan program; serta Best AI Film Award — bagi film pendek yang memanfaatkan teknologi AI untuk menyampaikan kisah ketangguhan dan pemberdayaan komunitas.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Anak Muda Suarakan Gagasan, Lembaga Filantropi Dukung Festival Film Mikro 2026
Dorong Anak Muda Suarakan Gagasan, Lembaga Filantropi Dukung Festival Film Mikro 2026
LSM/Figur
Literasi Keuangan Inklusif Penting untuk Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas
Literasi Keuangan Inklusif Penting untuk Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas
Pemerintah
Pengamat: Target PLTS 100 GW di RUPTL Harus Dibarengi Pengurangan PLTU
Pengamat: Target PLTS 100 GW di RUPTL Harus Dibarengi Pengurangan PLTU
LSM/Figur
Petani di Sekitar TNGHS Dapat Pendampingan Kelola Lahan Berkelanjutan dari IPB
Petani di Sekitar TNGHS Dapat Pendampingan Kelola Lahan Berkelanjutan dari IPB
Pemerintah
Janji Jaga Lingkungan Tapi Perusahaan Minyak dan Gas Global Justru Tambah Produksi
Janji Jaga Lingkungan Tapi Perusahaan Minyak dan Gas Global Justru Tambah Produksi
Pemerintah
PBB Peringatkan 13 Wilayah Dunia Terancam Kelaparan yang Lebih Parah
PBB Peringatkan 13 Wilayah Dunia Terancam Kelaparan yang Lebih Parah
Pemerintah
Belajar dari Singapura, Ketika Sampah menjadi Peluang Ekonomi
Belajar dari Singapura, Ketika Sampah menjadi Peluang Ekonomi
Pemerintah
238 Batang Kayu Ilegal Disembunyikan di Pabrik Humbang Hasundutan Sumut
238 Batang Kayu Ilegal Disembunyikan di Pabrik Humbang Hasundutan Sumut
Pemerintah
Dampak Perubahan Iklim: Kedelai Bisa Tumbuh Lebih Besar tapi Kurang Bergizi
Dampak Perubahan Iklim: Kedelai Bisa Tumbuh Lebih Besar tapi Kurang Bergizi
Pemerintah
Lestari Summit 2026, Hadirkan Isu Keberlanjutan yang Dekat dengan Masyarakat
Lestari Summit 2026, Hadirkan Isu Keberlanjutan yang Dekat dengan Masyarakat
Swasta
Penggemar Piala Dunia Kini Lebih Pilih Produk Ramah Lingkungan
Penggemar Piala Dunia Kini Lebih Pilih Produk Ramah Lingkungan
Pemerintah
Komitmen Lingkungan Perusahaan Terbesar Dunia Naik Tiga Kali Lipat Sejak 2019
Komitmen Lingkungan Perusahaan Terbesar Dunia Naik Tiga Kali Lipat Sejak 2019
Pemerintah
ISO Rilis Draf Panduan Net Zero untuk Perusahaan Sedunia
ISO Rilis Draf Panduan Net Zero untuk Perusahaan Sedunia
Pemerintah
Tempat Kerja Inklusif dan Berkelanjutan semakin Diperhatikan Korporasi
Tempat Kerja Inklusif dan Berkelanjutan semakin Diperhatikan Korporasi
Swasta
Terbitkan Sustainability Report 2025, TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis
Terbitkan Sustainability Report 2025, TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis
BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau