Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air

Kompas.com, 24 Juni 2026, 14:25 WIB
Aditya Mulyawan,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com — “Pendidikan adalah kunci dari suatu kebangkitan bangsa. Hanya melalui pendidikan kita bisa menjadi negara yang berhasil.”

Begitu ujar Presiden Prabowo saat menghadiri agenda peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).

Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai salah satu agenda prioritas yang diwujudkan melalui perluasan akses pendidikan bagi kelompok rentan dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Namun, pemerataan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan oleh Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (8/4/2026), anak dari keluarga miskin masih menghadapi risiko lebih besar untuk berhenti sekolah.

Pada kelompok pengeluaran terbawah, angka anak tidak sekolah di jenjang SMA dan sederajat mencapai 30,66 persen. Tingkat penyelesaian pendidikan SMA dan sederajat di kelompok tersebut pun hanya 52,41 persen.

Ketimpangan semakin lebar di jenjang perguruan tinggi. BPS mencatat, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi pada 2025 hanya 17,30 persen untuk kelompok pengeluaran terbawah, berbanding kontras dengan kelompok pengeluaran teratas yang mencapai 55,37 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa peluang anak untuk melanjutkan pendidikan turut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati, menuturkan bahwa sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, akses pendidikan di sejumlah wilayah masih perlu terus diperkuat.

“Di beberapa wilayah tersebut, anak-anak masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan serta akses terhadap media pembelajaran yang beragam,” ujarnya dalam agenda konferensi pers di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan membutuhkan dukungan yang lebih luas dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan satuan pendidikan, masyarakat, lembaga sosial, hingga badan usaha.

Dukung pendidikan lewat beasiswa

Salah satu dukungan terhadap upaya pemerataan akses pendidikan datang dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui program BNI Berbagi.

Sepanjang 2025 hingga April 2026, perseroan telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 1.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penyaluran beasiswa tersebut merupakan wujud dukungan perseroan terhadap upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan di Indonesia. 

Dukungan itu, kata dia, diarahkan untuk membantu peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan.

“BNI terus berkomitmen hadir dan berkontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia," kata Okki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (8/5/2026).

Seremoni penyerahan beasiswa BNI yang dihadiri Prof (HC) Dr Ir H Eddy Soeryanto Soegoto, MT, Area Head 3 Bandung Raya PT BNI (Persero) Tbk Kinkin Sakinah, serta perwakilan penerima beasiswa di Smart Building Unikom, Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026)Dok. Unikom Seremoni penyerahan beasiswa BNI yang dihadiri Prof (HC) Dr Ir H Eddy Soeryanto Soegoto, MT, Area Head 3 Bandung Raya PT BNI (Persero) Tbk Kinkin Sakinah, serta perwakilan penerima beasiswa di Smart Building Unikom, Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026)

Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menjadi salah satu universitas yang menerima bantuan beasiswa dari BNI.

BNI menyalurkan beasiswa senilai total Rp 327 juta untuk 109 mahasiswa berprestasi Unikom pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026.

Rektor Unikom Prof (HC) Dr Ir H Eddy Soeryanto Soegoto, MT, mengapresiasi BNI atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa Unikom.

Ia menilai, program beasiswa tersebut merupakan bukti nyata kolaborasi dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di kancah global.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat luar biasa dari BNI dalam mendukung keberlangsungan studi mahasiswa. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BNI beserta seluruh jajaran yang telah berkenan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Unikom,” ujar Prof Eddy dalam seremoni penyerahan beasiswa di Smart Building Unikom, Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).

Partisipasi aktif dalam program Sekolah Rakyat

Selain melalui penyaluran beasiswa, BNI juga berpartisipasi dalam program Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.

Seperti diketahui, Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berkonsep sekolah berasrama yang digagas Presiden Prabowo untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026), Presiden Prabowo menyebut Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya negara memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya kelompok rentan.

Presiden Prabowo Subianto memeluk salah seorang siswa SRMP 17 Tabanan, Bali, Gede Bagus Abimanyu saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026)Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto memeluk salah seorang siswa SRMP 17 Tabanan, Bali, Gede Bagus Abimanyu saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026)

Dalam program tersebut, BNI mendukung penguatan ekosistem layanan keuangan inklusif dan tata kelola administrasi sekolah berbasis digital.

Dukungan itu mencakup penyediaan Agen46 Mini Bank, pembukaan rekening siswa, serta Kartu Siswa untuk absensi elektronik.

BNI juga menyiapkan sistem pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke sekolah, gaji guru, transaksi mitra sekolah, seperti katering dan binatu, serta dasbor monitoring keuangan sekolah.

Adapun seluruh layanan tersebut akan difasilitasi secara nontunai melalui QRIS dan BNIdirect.

Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho mengatakan, keterlibatan BNI dalam program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya perseroan dalam mendukung pemerataan pendidikan melalui layanan keuangan yang inklusif.

“BNI ingin memastikan pengelolaan administrasi pendidikan di Sekolah Rakyat berjalan modern, transparan, dan efisien,” ujar Eko.

Melalui beasiswa dan keterlibatan dalam program Sekolah Rakyat, perseroan berupaya membantu pemerataan pendidikan agar menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah Indonesia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau