Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG

Kompas.com, 24 Juni 2026, 16:08 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga perusahaan media di Asia Tenggara membentuk Asia ESG Positive Impact Consortium (A-EPIC), konsorsium yang memperkuat dialog serta aksi nyata terkait Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

Konsorsium tersebut beranggotakan Star Media Group (Malaysia), KG Media (Indonesia), dan Inquirer Group of Companies (Filipina). CEO KG Media, Andy Budiman, berpandangan bahwa media berperan lebih dari sekadar menyampaikan informasi.

“Media harus berbuat lebih dari sekadar memberi informasi, media harus memimpin. Di seluruh Asia Tenggara, cerita lokal yang kuat tentang keberlanjutan sudah ada, tetapi dampaknya akan tetap terbatas jika hanya berada dalam batas nasional,” kata Andy dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Baca juga: Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global

Kerja sama tersebut muncul di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim yang terjadi di Asia Tenggara. Pada Maret 2026, misalnya, beberapa daerah Malaysia mengalami peringatan gelombang panas level 2 dengan suhu harian mencapai 37-40 derajat celsius selama tiga hari berturut-turut. Fenomena serupa terjadi di Indonesia.

Hal itu diperparah konflik geopolitik global yang berdampak terhadap rantai pasokan dan situasi ekonomi domestik di berbagai negara. Sehingga dinilai makin mempersulit upaya pencapaian target keberlanjutan.

Pemerintah Filipina bahkan mengumumkan situasi darurat energi nasional pada Maret akibat konflik Iran yang memicu krisis bahan bakar global.

Kembangkan Agenda ESG Mandiri

Sepanjang 2025, masing-masing anggota A-EPIC terus mengembangkan agenda ESG secara mandiri.

Star Media Group aktif mendorong diskusi mengenai keberlanjutan melalui buletin bulanan StarESG. Selain itu, ESG Positive Impact Awards 2024 memberikan penghargaan kepada 62 pihak atas kontribusinya dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Inquirer Group of Companies mengembangkan ESG Edge sebagai inisiatif multiplatform untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai prinsip ESG melalui berbagai fitur, diskusi, hingga program edukatif.

Sementara, KG Media melalui platform Lestari terus mendorong dialog terkait isu keberlanjutan. Lestari Awards dan Lestari Summit menjadi bagian dari upaya mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk membahas investasi berkelanjutan, ketahanan iklim perkotaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam waktu dekat, Star Media Group bakal kembali menjadi tuan rumah Asia ESG Summit pada 21–22 Juli di Sunway Resort Hotel, Petaling Jaya, Malaysia.

Baca juga: Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis

Kepala Eksekutif Star Media Group, Chan Seng Fatt, menjelaskan forum regional menjadi penting karena tantangan keberlanjutan kerap melampaui batas negara.

"Forum ini adalah platform bagi para pembuat kebijakan, sektor swasta, dan investor untuk mengidentifikasi prioritas, bertukar praktik yang terbaik, dan merencanakan jalan ke depan bersama. Forum regional akan menerjemahkan upaya yang terisolasi menjadi tindakan yang terkoordinasi, sehingga inisiatif keberlanjutan jadi lebih berdampak,” tutur Fatt.

Presiden dan kepala eksekutif Inquirer Group of Companies, Paolo R Prieto menyatakan sorotan regional ini bermakna bagi perusahaan besar dan usaha kecil dan menengah yang memiliki inisiatif berkelanjutan.

“Dengan usaha untuk menciptakan demonstrasi yang kuat, penghargaan ini mendorong agar yang lain dapat meningkatkan standar dan berkontribusi untuk progres keberlanjutan di kawasan secara menyeluruh,” ungkap Prieto.

Adapun puncak pelaksanaan ESG Asia Summit pertama kali digelar pada November 2025 di Malaysia, dengan menghadirkan para ahli dan praktisi ESG dari berbagai negara di Asia.

Di tahun ini, A-EPIC juga berencana memperdalam kerja sama antarmitra serta memperluas diskusi regional terkait seluruh aspek ESG. Fokus utamanya, memperkuat pertukaran konten editorial di berbagai platform media cetak ataupun digital.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Mobil Listrik Murah Bermunculan, Penjualan EV di Eropa Tembus 1,6 Juta Unit
Mobil Listrik Murah Bermunculan, Penjualan EV di Eropa Tembus 1,6 Juta Unit
Pemerintah
92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali
92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali
LSM/Figur
Dorong Hilirisasi, Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pembangunan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030
Dorong Hilirisasi, Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pembangunan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030
Pemerintah
Asap Karhutla Indonesia Bikin Singapura Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia
Asap Karhutla Indonesia Bikin Singapura Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Tembus Rp 560 Kuadriliun di Tengah Berbagai Konflik
Perdagangan Global Tembus Rp 560 Kuadriliun di Tengah Berbagai Konflik
Pemerintah
Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Sejumlah Spot Selancar Dunia Terancam Rusak
Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Sejumlah Spot Selancar Dunia Terancam Rusak
Pemerintah
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
Pemerintah
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Pemerintah
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
LSM/Figur
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Pemerintah
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Pemerintah
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Pemerintah
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau