Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 8 Juli 2026, 12:04 WIB
Hotria Mariana,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Indikasi lain terlihat dari tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). Sejak 2023 hingga 2025, Morowali memiliki TPAK terendah di Sulawesi Tengah, yakni 58,52 persen dan 65,87 persen, meski TPT menurun.

TPAK perempuan Morowali juga terendah di provinsi tersebut. Pada 2025, angkanya hanya 36,95 persen. Sebagai perbandingan, TPAK perempuan Kabupaten Buol dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Sulawesi Tengah tercatat 56,55 persen.

TPAK yang rendah tersebut mengindikasikan bahwa masih terdapat kelompok penduduk usia kerja yang belum sepenuhnya terhubung dengan peluang ekonomi yang tercipta dari ekspansi hilirisasi nikel.

Oleh karena itu, Ahlis mendorong pemerintah mendesain kebijakan pembangunan yang memastikan manfaat ekonomi hilirisasi dapat dinikmati secara lebih merata.

“Pembangunan perlu memastikan manfaat ekonomi dapat dinikmati secara lebih merata, terutama oleh masyarakat yang mengalami perubahan mata pencaharian ataupun menanggung berbagai konsekuensi sosial akibat berkembangnya kawasan industri,” ujarnya.

Baca juga: Morowali Tanggung Beban Hilirisasi Nikel, DPRD Soroti Ketimpangan Manfaat

Menata ulang benefit sharing mechanism

Analis Sosial Ekonomi Article 33 Indonesia Harriz Jati menilai, pemerataan manfaat sektor mineral, seperti hilirisasi nikel, dapat dilakukan melalui pendekatan benefit sharing mechanism (BSM).

BSM sendiri merupakan kerangka untuk memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam (SDA) tidak berhenti pada perusahaan ataupun pemerintah pusat, tetapi turut dirasakan oleh daerah penghasil dan masyarakat terdampak.

“Jadi, bukan hanya soal membagi uang, tetapi bagaimana kekayaan dari nikel bisa diubah menjadi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Harriz dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (1/7/2026).

BSM mencakup empat elemen utama, yakni manfaat melalui aktivitas ekonomi lokal, mekanisme fiskal, seperti dana bagi hasil (DBH), manfaat langsung kepada masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM), serta perlindungan lingkungan.

Menurut Harriz, berbagai instrumen tersebut sebenarnya telah tersedia di Indonesia. Namun, pelaksanaannya masih berjalan sendiri-sendiri sehingga belum membentuk satu kerangka pembangunan yang utuh.

“Berbagai instrumen yang telah tersedia, seperti DBH, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Desa, (seharusnya) diarahkan pada tujuan pembangunan yang sama,” jelasnya.

Baca juga: Ekspansi Industri Nikel Gerus Lahan Pertanian dan Kampung Nelayan di Morowali

Bupati Iksan mengamini bahwa masih ada tantangan dalam hilirisasi nikel. Salah satunya terkait dana bagi hasil.

Data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian keuangan, menunjukkan, nilai DBH Kabupaten Morowali berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah mencapai Rp 985,68 miliar pada 2023, nilainya turun menjadi Rp 622,89 miliar pada 2024 dan kembali berkurang menjadi Rp 604,68 miliar pada 2025.

Fluktuasi tersebut menunjukkan bahwa tingginya aktivitas ekonomi di daerah tidak selalu berbanding lurus dengan penerimaan yang diterima pemerintah daerah.

Padahal, pemerintah daerah tetap harus menanggung berbagai konsekuensi pembangunan, mulai dari kebutuhan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga penyediaan layanan publik bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas industri.

Iksan menyatakan, kontribusi Morowali yang cukup besar terhadap industri nasional perlu diikuti perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat.

"Pendapatan itu memang dihitung di pemerintah pusat. Karena itu, kami terus menyuarakan agar Morowali sebagai daerah penyumbang besar juga mendapat perhatian. Kami membutuhkan dukungan pemerintah pusat, mulai dari pembangunan jalan hingga penguatan sektor perikanan, karena kemampuan fiskal daerah juga terbatas," ujarnya.

Untuk peningkatan TPAK, Pemkab Morowali tengah menyiapkan program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) agar kompetensi masyarakat lokal meningkat sehingga lebih banyak terserap di sektor industri.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
BUMN
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
LSM/Figur
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Pemerintah
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Pemerintah
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Pemerintah
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Pemerintah
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Pemerintah
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau