KOMPAS.com - Dampak buruk lingkungan dari Piala Dunia FIFA 2026 bukan berasal dari pertandingan sepak bolanya, melainkan dari perjalanan jutaan penonton menuju stadion.
Sebuah penelitian terbaru memperkirakan turnamen ini akan menghasilkan sekitar 4,2 juta metrik ton emisi karbon dioksida.
Melansir Earth, Sabtu (18/7/2026) lebih dari 80 persen polusi tersebut diperkirakan berasal dari perjalanan para penonton, terutama yang menggunakan pesawat terbang.
Temuan ini membantu penyelenggara acara untuk menimbang apakah keuntungan acara tersebut sebanding dengan kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya, serta memutuskan siapa yang harus membayar biaya ganti rugi polusi tersebut.
Hal tersebut juga berarti bahwa pengurangan polusi terbesar bukan berasal dari panggung atau lapangan pertandingan, melainkan dari cara para penonton bepergian ke sana.
Baca juga: Bagaimana UEFA Membuat Sepak Bola Eropa Berkelanjutan?
Acara-acara internasional yang besar sudah lama dikritik karena menghasilkan banyak polusi karbon, dan kritik paling tajam biasanya ditujukan kepada turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.
Sekelompok ahli ekonomi pun mulai meneliti untuk mengukur dari mana persisnya kerusakan lingkungan tersebut berasal.
Profesor Shaun Larcom dari Universitas Cambridge bekerja sama dengan rekan-rekannya untuk membuat metode baru yang bisa menghitung jumlah polusi asli dari suatu acara.
Untuk Piala Dunia 2026 yang diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, hampir semua kerusakan lingkungan berasal dari pergerakan manusia, bukan dari pembangunan stadion atau pelaksanaan acaranya.
Perjalanan penonton menyumbang sekitar 82 persen dari total polusi, dan penerbangan internasional adalah penyumbang terbesar.
Sisanya hampir tidak berpengaruh. Gabungan dari penggunaan stadion, hotel, dan makanan jika ditotal nilainya kurang dari seperlima bagian.
Skala polusi ini lebih mudah terasa jika dihitung per orang. Rata-rata satu orang penonton akan menghasilkan sekitar 1,8 metrik ton karbon dioksida.
Pola tersebut sudah terbukti lewat banyak catatan data. Sebuah penelitian terhadap penggemar sepak bola di Jerman menemukan bahwa perjalanan penonton selama satu musim pertandingan saja menghasilkan ratusan ribu ton polusi karbon, yang sebagian besar berasal dari penggunaan mobil.
Sebagian besar kerusakan lingkungan tersebut sebenarnya lahir dari keputusan pribadi para penonton sendiri. Mereka yang memilih mau berangkat dari bandara mana, atau apakah mereka mau naik mobil pribadi atau naik kereta.
Hal ini membuat penentuan siapa yang salah menjadi sulit. Namun, jika semua beban kesalahan dilemparkan begitu saja kepada penonton, pihak panitia penyelenggara menjadi bisa lepas tangan dari polusi yang sebenarnya tercipta karena acara yang mereka buat.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya