KOMPAS.com-East Japan Railway (JR East) akan mulai mengoperasikan kereta penumpang hibrida berbahan bakar hidrogen pertama di Jepang pada akhir tahun fiskal 2027.
Langkah ini diambil oleh salah satu operator kereta terbesar di dunia tersebut untuk mengurangi emisi dan mencari pengganti kereta diesel.
Melansir Eco Business, Senin (20/7/2026) kereta dengan dua gerbong bernama HYBARI ini akan melayani jalur Tsurumi Line dan percabangan Nambu Line di kawasan industri kota pelabuhan Kawasaki, sebelah selatan Tokyo.
JR East telah melakukan uji coba di jalur tersebut sejak Maret 2022. Perusahaan berencana memodifikasi kereta eksperimental ini agar siap mengangkut penumpang secara komersial antara April 2027 hingga Maret 2028.
JR East sendiri mengelola jaringan kereta commuter yang luas di Tokyo serta layanan kereta cepat Shinkansen yang menghubungkan ibu kota dengan wilayah utara dan tengah Jepang, dengan total jalur mencapai sekitar 7.400 kilometer.
Baca juga: Jejak Karbon Industri Film Ternyata Besar, 65 Persen Emisi dari Transportasi
Grup perusahaan ini mencatatkan pendapatan operasional sekitar 3,85 triliun yen (sekitar 26 miliar dolar AS) untuk tahun yang berakhir pada Maret 2025, menjadikannya salah satu perusahaan kereta api terbesar di dunia.
HYBARI dikembangkan bersama oleh JR East, Hitachi, dan Toyota Motor Corp. Kereta ini menggabungkan teknologi kereta api dengan sistem sel bahan bakar (fuel-cell) yang diambil dari mobil hidrogen Toyota Mirai.
Kereta ini menghasilkan listrik dengan cara menggabungkan hidrogen yang disimpan di dalam kereta dengan oksigen dari udara. Baterai khusus dipasang untuk membantu kerja sel bahan bakar sekaligus menyimpan listrik yang dihasilkan saat kereta mengerem.
Sistem ini sama sekali tidak menghasilkan emisi karbon dioksida saat kereta berjalan, meskipun dampak lingkungan secara keseluruhan tetap bergantung pada bagaimana hidrogen tersebut dibuat.
Hidrogen yang dibuat dari bahan bakar fosil masih menghasilkan banyak emisi saat proses pembuatannya. Sebaliknya, hidrogen yang dibuat menggunakan listrik ramah lingkungan seperti tenaga surya atau angin bisa mengurangi emisi secara jauh lebih besar.
Penelitian menunjukkan bahwa kereta berbasis sel bahan bakar ini sangat cocok untuk menggantikan kereta diesel di jalur yang mahal atau sulit jika harus dipasangi kabel listrik gantung.
Kereta jenis ini tidak membutuhkan banyak tiang dan kabel di sepanjang rel, tetapi keuntungannya sangat bergantung pada harga hidrogen, ketersediaan tempat pengisian bahan bakar, serta jarak dan jadwal perjalanan kereta.
HYBARI membawa tangki hidrogen bertekanan tinggi di bagian atapnya, sedangkan sistem sel bahan bakar dan baterainya dipasang di bawah lantai kereta. Pengisian hidrogen akan dilakukan di Depo Kamakura milik JR East di Kawasaki.
Baca juga: China Luncurkan Kereta Komuter Serat Karbon, Kecepatannya 140 Km/Jam
JR East menyampaikan bahwa kereta ini akan menggunakan hidrogen bertekanan 35 megapascal (MPa) dan diperkirakan dapat menempuh jarak sekitar 70 kilometer untuk setiap satu kali pengisian bahan bakar.
MPa adalah satuan ukuran tekanan, dan kereta ini diperkirakan bisa menempuh jarak sekitar 70 kilometer untuk satu kali pengisian bahan bakar. Uji coba sebelumnya sempat menargetkan jarak tempuh sekitar 140 kilometer dengan menggunakan hidrogen bertekanan lebih tinggi (70 MPa).
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya