Editor
Oleh karenanya ia berharap program ini tidak berhenti pada pemberian sarana pengolahan sampah, tetapi mampu menciptakan ekosistem dengan dampak multiplier untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk oleh PGN, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, PGN melalui program Rumah Hijau Nusantara ini juga akan berperan sebagai penghubung offtaker bagi sebagian produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah melalui kerjasama program pendampingan UMKM dan komersialisasi pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Editor in Chief National Geographic Indonesia, Didi Kaspi Kasim, mengapreasiasi program Rumah Hijau ini berjalan baik dan terus berkembang. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan solusi atas persoalan sampah plastik.
“National Geographic Indonesia selama ini banyak mengangkat isu-isu lingkungan, termasuk persoalan sampah. Namun, hari ini kita tidak hanya berbicara mengenai permasalahan, melainkan juga menghadirkan solusi nyata melalui kolaborasi berbagai pihak,” kata Didi.
Menurut Didi, pengelolaan sampah akan memberikan dampak lebih besar apabila dilakukan secara kolaboratif dan memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat.
Untuk itu, ia berharap program ini dapat terus dikembangkan dan memicu program-program sejenis sehingga dapat menjadi solusi dalam menanggulangi permasalah sampah yang saat ini masih menjadi salah satu isu di masyarakat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya