Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INKLUSIVITAS

Starbucks Barista Championship 2026 Mengangkat Keahlian Barista hingga Keberlanjutan Industri Kopi

Kompas.com, 3 Agustus 2026, 17:43 WIB
Anissa Dea,
Muhammad Rizqan Alfarisi,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Raut wajah Kadek Seina Maputra tampak sedikit tegang saat berdiri di hadapan dewan juri Starbucks Barista Championship 2026 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Beberapa menit kemudian, kegugupan itu menghilang. Seina menyapa para juri, lalu mulai menyeduh kopi satu per satu. Tangannya bergerak lincah menyiapkan kopi dengan metode pour over, minuman berbasis espresso dengan latte art berbentuk tulip, hingga signature beverage bertajuk “The Plot Twist”.

Seina tidak sekadar meracik kopi. Di sela-sela penyeduhan, ia menceritakan alasan memilih biji kopi, karakter rasa yang ingin dihadirkan, hingga perjalanan panjang kopi sebelum akhirnya tersaji di hadapan pelanggan.

Presentasi itu pun mengantarkannya menjadi juara Starbucks Barista Championship 2026, mengungguli delapan finalis lain dari berbagai wilayah Indonesia.

Bagi industri kopi, penampilan Seina menunjukkan perubahan lanskap yang lebih besar. Barista kini tak lagi hanya dituntut piawai meracik kopi, tetapi juga memahami keseluruhan perjalanan kopi, mulai dari kebun hingga dinikmati pelanggan. Perubahan peran itu muncul seiring perkembangan industri kopi Indonesia.

Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa mengatakan, pertumbuhan industri kopi dalam satu dekade terakhir menghadirkan tantangan baru, yakni menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjaga keberlanjutan industri dari hulu hingga hilir.

Baca juga: 9 Barista Muda Bertanding di Starbucks Championship 2026

Regenerasi, lanjutnya, menjadi isu penting, terutama untuk menarik lebih banyak generasi muda agar tertarik berkarier di sektor kopi. Meski demikian, Daryanto melihat perkembangan positif mulai bermunculan.

"Mulai banyak petani muda yang berinovasi. Mereka ikut kompetisi, menjual kopi langsung ke kafe, dan mulai melihat kopi sebagai sesuatu yang bernilai tambah," ujar Daryanto kepada Kompas.com pada hari pertama Starbucks Barista Championship 2026, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, masa depan kopi Indonesia tidak hanya bergantung pada kualitas hasil panen. Seluruh mata rantai industri, mulai dari petani, penyangrai, pelaku usaha, hingga barista, memegang peran penting dalam menjaga nilai kopi Indonesia.

Barista tak lagi sekadar menyeduh kopi

 

Salah satu peserta, Iklil Fadhly dari Starbucks Terminal 3 International Landside Tangerang, mempresentasikan kopi racikannya di hadapan dewan juri pada ajang Starbucks Barista Championship 2026. Kompetisi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi barista untuk mengasah keterampilan menyeduh kopi, memperdalam pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan menyampaikan cerita di balik secangkir kopi.KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Salah satu peserta, Iklil Fadhly dari Starbucks Terminal 3 International Landside Tangerang, mempresentasikan kopi racikannya di hadapan dewan juri pada ajang Starbucks Barista Championship 2026. Kompetisi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi barista untuk mengasah keterampilan menyeduh kopi, memperdalam pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan menyampaikan cerita di balik secangkir kopi.

Perubahan tersebut juga dirasakan di hilir. Head of Learning and Development Starbucks Indonesia Mirza Luqman Effendy mengatakan, kompetensi barista saat ini berkembang jauh melampaui kemampuan menyeduh kopi.

Jika dahulu fokus utama berada pada teknik brewing, kini seorang barista juga dituntut memahami bagaimana kopi dibudidayakan, diproses, disangrai, hingga akhirnya sampai ke tangan pelanggan.

"Kita tidak bisa hanya fokus pada kopinya, tetapi juga ekosistemnya," kata Mirza kepada Kompas.com, Jumat.

Pemahaman tersebut membantu barista melihat bahwa secangkir kopi merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, pengolah, penyangrai, distributor, hingga akhirnya disajikan kepada pelanggan.

Cara itu pun menjadi dasar pertimbangan Starbucks Barista Championship 2026 mengusung tema "Ensuring a Sustainable Future of Coffee for All".

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Starbucks Barista Championship 2026 Mengangkat Keahlian Barista hingga Keberlanjutan Industri Kopi
Starbucks Barista Championship 2026 Mengangkat Keahlian Barista hingga Keberlanjutan Industri Kopi
Swasta
Upaya AQUA Menjaga Kualitas Air Sejak dari Hulu Merapi
Upaya AQUA Menjaga Kualitas Air Sejak dari Hulu Merapi
BrandzView
Cegah Anemia pada Ibu dan Anak, Nutrisi Berbasis Sains dan Skrining Dini Jadi Andalan
Cegah Anemia pada Ibu dan Anak, Nutrisi Berbasis Sains dan Skrining Dini Jadi Andalan
BrandzView
Komitmen Kembangkan Talenta Digital Bawa Telkom Raih Lestari Award 2026
Komitmen Kembangkan Talenta Digital Bawa Telkom Raih Lestari Award 2026
BrandzView
Bukan Predator, Mengapa Masyarakat Dayak Anggap Buaya Sebagai Saudara?
Bukan Predator, Mengapa Masyarakat Dayak Anggap Buaya Sebagai Saudara?
LSM/Figur
Populasi Ikan Kakatua Menurun, IPB Ingatkan Ancaman bagi Terumbu Karang dan Pesisir
Populasi Ikan Kakatua Menurun, IPB Ingatkan Ancaman bagi Terumbu Karang dan Pesisir
LSM/Figur
Praktik 'Greenwashing' Perusahaan Naik di Tengah Anjloknya Kualitas Laporan ESG
Praktik "Greenwashing" Perusahaan Naik di Tengah Anjloknya Kualitas Laporan ESG
Swasta
Penguatan Ekonomi Keluarga Jadi Bagian Strategi Menekan Kemiskinan di Papua
Penguatan Ekonomi Keluarga Jadi Bagian Strategi Menekan Kemiskinan di Papua
Pemerintah
Telur Ayam Umbaran vs Telur dalam Kandang: Mana Lebih Ramah Iklim?
Telur Ayam Umbaran vs Telur dalam Kandang: Mana Lebih Ramah Iklim?
Pemerintah
Regulasi Keberlanjutan Akan Makin Ketat, Ini Sektor Ekonomi Berisiko dan Paling Progresif
Regulasi Keberlanjutan Akan Makin Ketat, Ini Sektor Ekonomi Berisiko dan Paling Progresif
Swasta
Studi: Rutinitas Keramas Pengaruhi Tingginya Konsumsi Air Rumah Tangga
Studi: Rutinitas Keramas Pengaruhi Tingginya Konsumsi Air Rumah Tangga
Pemerintah
Perkuat Ekosistem Energi Bersih, Pertamina Gandeng Pemprov Jabar Kembangkan Hidrogen Rendah Karbon dari Sampah
Perkuat Ekosistem Energi Bersih, Pertamina Gandeng Pemprov Jabar Kembangkan Hidrogen Rendah Karbon dari Sampah
BUMN
Industri Tekstil Global Hasilkan 92.000 Ton Polusi Serat Mikro Per Tahun
Industri Tekstil Global Hasilkan 92.000 Ton Polusi Serat Mikro Per Tahun
LSM/Figur
IBCSD: Klaim 'Ramah Lingkungan' Tanpa Data Berisiko Jadi 'Greenwashing'
IBCSD: Klaim "Ramah Lingkungan" Tanpa Data Berisiko Jadi "Greenwashing"
Swasta
GRI: Laporan Keberlanjutan Perusahaan di Indonesia Mulai Adopsi Isu Iklim
GRI: Laporan Keberlanjutan Perusahaan di Indonesia Mulai Adopsi Isu Iklim
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau