Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INKLUSIVITAS

Starbucks Barista Championship 2026 Mengangkat Keahlian Barista hingga Keberlanjutan Industri Kopi

Kompas.com, 3 Agustus 2026, 17:43 WIB
Anissa Dea,
Muhammad Rizqan Alfarisi,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Mirza melanjutkan, pembelajaran berkelanjutan menjadi bekal penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu menjaga keberlanjutan industri kopi.

"Kualitas secangkir kopi tidak hanya ditentukan oleh produknya, tetapi juga oleh pemahaman setiap orang terhadap perannya dalam ekosistem kopi," ujarnya.

Perjalanan Seina menjadi salah satu contoh proses tersebut. Ia memulai karier bersama Starbucks pada 2023 di Bali Discovery Mall. Rasa penasaran terhadap kopi membawanya meraih sertifikasi Coffee Master, mengikuti Coffee Storytelling Competition, bergabung di Starbucks Reserve Dewata, hingga dipercaya menjadi Coffee Specialist di Coffee Experience Center.

Selama proses itu, Seina menyadari bahwa menjadi barista bukan hanya soal mengoperasikan mesin espresso atau menghasilkan latte art yang rapi.

"Kami tidak hanya deliver coffee, tetapi juga deliver experience. Itu yang kami sebut sebagai Starbucks Experience," katanya.

Menurut Seina, setiap cangkir kopi membawa hasil kerja panjang banyak orang. Mulai dari petani yang menanam kopi, pengolah, penyangrai, hingga akhirnya berada di tangan barista.

"Kalau kami membuat espresso yang kurang baik, perjuangan orang-orang sebelumnya juga tidak tersampaikan dengan baik," ujarnya.

Pandangan itulah yang membuat Seina menilai bahwa kemampuan bercerita sama pentingnya dengan kemampuan menyeduh kopi.

Baca juga: Berikan Dampak Nyata, PT Sari Coffee Indonesia dan Starbucks Foundation Berdayakan Komunitas di Indonesia

Melalui cerita, pelanggan tidak hanya mengenal rasa kopi, tetapi juga memahami perjalanan panjang di balik setiap cangkir yang mereka nikmati.

Bagi Seina, gelar juara tidak hanya menjadi pencapaian personal. Selama kompetisi nasional, ia bertemu dengan delapan finalis lain dari berbagai daerah, mulai dari Batam, Surabaya, Yogyakarta, Bali, hingga Jakarta. Mereka membawa pengalaman, karakter, dan cara bercerita yang berbeda.

Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap kopi dapat tumbuh dari banyak perjalanan.

Seina berharap, Starbucks Barista Championship dapat mendorong barista lain untuk semakin penasaran terhadap kopi Indonesia, berani menunjukkan kreativitas, dan memanfaatkan berbagai ruang belajar yang tersedia.

Bawa cerita kopi Indonesia ke panggung Asia-Pasifik

Kemenangan di Starbucks Barista Championship 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi Seina. Ia akan mewakili Indonesia pada Starbucks Barista Championship tingkat Asia-Pasifik yang dijadwalkan berlangsung di Manila, Filipina, Selasa (29/9/2026) hingga Sabtu (3/10/2026).

Senior Manager Coffee Partner Engagement Starbucks Indonesia yang juga Ketua Dewan Juri Starbucks Barista Championship 2026 Felicia Andrean mengatakan, Starbucks akan mendampingi Seina melalui latihan intensif untuk mempersiapkan kompetisi tersebut.

“Targetnya selalu juara,” ujar Felicia kepada Kompas.com.

Baca juga: Starbucks Catat Rekor MURI dan Rayakan Bulan Kopi Internasional dengan Kompetisi Latte Art

Meski tidak akan mudah, menurut Felicia, Indonesia memiliki kekuatan tersendiri karena merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia dengan keragaman karakter rasa yang dapat diterjemahkan menjadi cerita yang kuat.

Persiapan menuju Manila, kata dia, tidak semata-mata hanya untuk mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi panggung untuk memperkenalkan talenta barista Indonesia serta kekayaan kopi Nusantara kepada dunia.

Bagi Daryanto, upaya seperti itu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri kopi Indonesia.

Sebab, masa depan kopi tidak hanya bergantung pada kualitas biji kopi yang dihasilkan petani, tetapi juga pada kelahiran generasi baru yang mampu memahami, merawat, dan menceritakan perjalanan panjang di balik setiap cangkir kopi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
LSM/Figur
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
LSM/Figur
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Pemerintah
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Swasta
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Pemerintah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau