Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atasi Darurat Sampah, Model Kemitraan TPS3R dan Industri Tekan Penumpukan di TPA

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 13:54 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Salah satu hambatan terbesar dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat bukanlah keengganan memilah, melainkan ketiadaan kepastian pasar di tingkat hilir.

Banyak fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan bank sampah yang akhirnya gulung tikar karena material terpilah masyarakat gagal diserap oleh industri akibat standar spesifikasi yang tidak cocok atau ketiadaan pembeli.

Keberadaan pembeli dari sektor swasta merupakan "rantai yang hilang" (missing link) dalam mewujudkan ekonomi sirkular yang utuh. Tanpa kepastian penyerapan industri, aktivitas pemilahan dari rumah tangga hingga TPS3R akan berujung pada darurat penumpukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menjawab tantangan darurat sampah nasional ini, model integrasi hulu-hilir yang menghubungkan kelompok masyarakat pengelola sampah langsung dengan manufaktur sebagai pengguna bahan baku daur ulang mulai diterapkan secara konkret di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Inisiatif kemitraan strategis ini menghubungkan TPS3R Baraya Runtah Desa Sukaluyu dengan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Karawang (unit usaha APP Group) yang bertindak langsung sebagai penampung (off-taker) material daur ulang kertas dan karton.

PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Karawang bersama KSM Sahabat Lingkungan meluncurkan "Program Kemitraan Strategis Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah di TPS3R Baraya Runtah", Perumnas Telukjambe, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Didukung Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, program ini mendorong pengelolaan sampah terintegrasi dari masyarakat hingga industri.

Peluncuran program ditandai pelepasan pengiriman perdana dua kendaraan pikap berisi material hasil pemilahan dari TPS3R menuju industri.

Dalam kemitraan ini, Pindo Deli Karawang berperan sebagai off-taker untuk menyerap karton dan kertas putih hasil pemilahan yang memenuhi spesifikasi serta kebutuhan teknis perusahaan.

Kehadiran off-taker diharapkan memberikan jalur penyerapan yang lebih jelas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang telah dipilah masyarakat.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH/ BPLH, Agus Rusly mengatakan kolaborasi antara masyarakat, pengelola sampah, pemerintah, dan sektor swasta menjadi penting dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah di Indonesia.

Menurutnya, kepastian pasar menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan agar kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berkembang.

"Yang sedang kita hadapi bersama di Indonesia saat ini adalah darurat sampah. Tidak satu pun daerah sekarang yang tidak bermasalah dengan urusan sampahnya," ungkap Agus Rusly.

"Inisiatif kerja sama antara kelompok masyarakat, TPS3R, dan pihak swasta seperti Pindo Deli ini dapat menjadi salah satu model bagaimana swasta dapat menyerap atau menjadi off-taker dari produk hasil pemilahan sampah, sehingga dapat menjadi sumber alternatif bahan baku bagi industri,” ujarnya.

Baca juga: Warga Cibodas Tangerang Ubah Sampah Jadi Dana untuk Fasilitas dan Kegiatan Sosial

Agus menambahkan, keberadaan off-taker memberikan kepastian penyerapan bagi material yang dikumpulkan masyarakat melalui TPS3R maupun bank sampah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi 'Open Dumping' Belum Efektif
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi "Open Dumping" Belum Efektif
LSM/Figur
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
LSM/Figur
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
LSM/Figur
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
Pemerintah
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Swasta
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
LSM/Figur
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
Pemerintah
Thailand Kucurkan Investasi Rp 26,66 Triliun untuk Panel Surya Atap
Thailand Kucurkan Investasi Rp 26,66 Triliun untuk Panel Surya Atap
Pemerintah
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Pemerintah
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
Pemerintah
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
Pemerintah
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Pemerintah
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
LSM/Figur
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
Pemerintah
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau