Penulis
Ketua KSM Sahabat Lingkungan, Hendro, menjelaskan TPS3R Baraya Runtah telah memilah hampir 35 jenis sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, mulai dari kertas dan karton hingga berbagai jenis plastik seperti PET, PP, dan HD lembaran.
Setiap material memiliki karakteristik dan spesifikasi yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dalam kemitraan dengan Pindo Deli Karawang, material yang saat ini diserap adalah karton dan kertas putih hasil pemilahan.
Menurut Hendro, keberadaan industri sebagai off-taker dapat memperkuat rantai pengelolaan sampah, dengan rumah tangga sebagai bagian hulu, TPS3R dan bank sampah di bagian tengah, serta industri sebagai bagian hilir.
“Kerja sama dengan Pindo Deli untuk penyerapan karton dan kertas putih ini menjadi salah satu stimulan bagi teman-teman pengelola sampah lain untuk lebih semangat dalam proses pengelolaan sampah," jelas Hendro.
"Dengan adanya off-taker, kertas dan kardus yang dipilah bisa lebih baik, lebih bersih, dan tidak basah karena sudah ada pihak yang akan memanfaatkannya,” ungkap Hendro.
Selain menjadi off-taker, Pindo Deli Karawang melalui program CSR turut mendukung penguatan ekonomi sirkular berbasis komunitas melalui dukungan sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan.
Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pengelola sampah dan masyarakat sehingga kegiatan pengumpulan, pemilahan, hingga pemasaran material dapat berjalan secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Kami terbuka untuk terus mengembangkan sinergi dengan pengelola sampah bersama masyarakat. Harapannya, kerja sama ini semakin berkembang dan semakin besar, terutama untuk membantu menjawab persoalan sampah yang ada di Karawang," ujar Deputy Director PT Pindo Deli Karawang, Adil Teguh.
"Melalui program CSR, kami juga mendukung sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan agar pengelola sampah berbasis masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Adil, pengembangan sistem pengelolaan sampah dapat diperkuat secara bertahap mulai dari tingkat desa dan kecamatan hingga diperluas dalam skala kabupaten.
Sinergi antara pengelola TPS3R, masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi sampah, tetapi juga membangun rantai pengelolaan yang lebih terintegrasi dari sumber hingga industri.
Baca juga: Tak Lagi Dibuang, Warga Cibodas Tangerang Kumpulkan Sampah Jadi Bernilai
Kemitraan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang pemanfaatan sampah terpilah, memperkuat kapasitas komunitas, serta mendukung terciptanya ekosistem ekonomi sirkular yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya