Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inggris Siapkan 294 Juta Dollar AS untuk Kembangkan Avtur Berkelanjutan

Kompas.com, 29 Agustus 2026, 19:18 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG News

KOMPAS.com - Pemerintah Inggris mengucurkan dana sebesar sekitar 294 juta dolar AS untuk mengembangkan bahan bakar rendah karbon yang fokus utamanya pada bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).

Pengembangan SAF ini akan memangkas emisi penerbangan, menarik investor swasta, dan membangun industri penerbangan yang lebih bersih.

Melansir ESG News, Selasa (16/6/2026) Dana Bahan Bakar Rendah Karbon (Low Carbon Fuels Fund) yang baru ini akan diluncurkan akhir musim panas mendatang.

Program ini menyediakan dana sekitar 125 juta dolar AS selama dua tahun ke depan bagi perusahaan-perusahaan di Inggris yang berminat mengembangkan dan memperbesar skala produksi bahan bakar rendah karbon.

Pemerintah menyatakan bahwa bantuan dana ini akan difokuskan pada proyek-proyek yang paling maju dan paling menjanjikan secara bisnis. Artinya, dukungan utama akan diberikan kepada perusahaan yang paling siap melakukan produksi nyata.

Dana baru ini menyusul investasi sebesar 266 juta dolar AS yang sebelumnya sudah disalurkan melalui Advanced Fuels Fund sejak tahun 2022. Gabungan berbagai langkah ini merupakan bagian dari upaya Inggris untuk memimpin pasar global yang saat ini masih kekurangan pasokan, infrastruktur, dan model bisnis yang layak didanai.

Baca juga: Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi

Pertumbuhan ekonomi, dan net zero

Bahan bakar penerbangan berkelanjutan tetap menjadi salah satu alat utama untuk mengurangi emisi di sektor penerbangan.

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa SAF dapat mengurangi emisi gas rumah kaca rata-rata hingga 70 persen sepanjang siklus hidupnya dibandingkan dengan bahan bakar fosil pesawat biasa.

Hal ini sangat penting bagi maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan pemasok bahan bakar yang menghadapi tekanan untuk memperbesar kapasitas penerbangan sekaligus memenuhi janji bebas emisi.

Hal ini juga penting bagi investor yang membutuhkan kejelasan aturan sebelum menanamkan modal besar untuk membangun pabrik produksi.

"Investasi seperti inilah yang menjadi kunci untuk memicu pertumbuhan ekonomi, membuka peluang baru bagi anak muda, serta menjadikan liburan kita lebih ramah lingkungan dan bebas polusi," kata Keir Mather, Menteri Penerbangan, Maritim, dan Dekarbonisasi.

Pemerintah menyatakan bahwa produksi bahan bakar rendah karbon dapat menyerap hingga 15.000 lapangan kerja dan menyumbang hingga sekitar 6,7 miliar dolar AS bagi perekonomian pada tahun 2050. Para menteri juga menjadikan sektor SAF ini sebagai jalur menuju karier terampil di bidang teknik, sains, konstruksi, dan manufaktur.

Baca juga: IATA: Avtur Berkelanjutan Hanya Penuhi 0,8 Persen Kebutuhan Pesawat 2026

Penggunaan SAF secara bertahap

Pemerintah Inggris juga membuka konsultasi publik (Call for Evidence) terkait aturan wajib  SAF. Aturan ini mewajibkan porsi bahan bakar pesawat yang disalurkan di Inggris untuk menggunakan bahan bakar ramah lingkungan secara bertahap.

Targetnya dimulai dari 2 persen pada tahun 2025, naik menjadi 10 persen pada tahun 2030, dan mencapai 22 persen pada tahun 2040. Pemerintah menegaskan tidak ada rencana untuk menurunkan target-target tersebut.

Sebagai gantinya, evaluasi ini akan melihat proyeksi pasokan global untuk berbagai jenis bahan bakar ramah lingkungan. Evaluasi ini juga meneliti bagaimana industri dapat memenuhi target seiring berkembangnya pasar.

Bagi para eksekutif perusahaan, inilah isu tata kelola utama dari pengumuman ini. Inggris ingin menjaga target iklimnya tetap utuh, sambil menguji apakah rancangan kebijakan ini memberi cukup fleksibilitas bagi industri untuk melaksanakannya.

Hasil konsultasi ini dapat menentukan biaya kepatuhan aturan di masa depan, tenggat waktu investasi, serta pembagian risiko di antara pemasok bahan bakar, maskapai penerbangan, dan pengembang proyek.

Peluang investasi yang lebih kuat

Para produsen bahan bakar menyambut baik pengumuman pengembangan SAF ini, terutama mereka yang sebelumnya sudah menerima bantuan dari pemerintah.

"Kami sangat senang melihat peluncuran dana bahan bakar rendah karbon dan komitmen jelas untuk terus mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan buatan dalam negeri di Inggris," ungkap Keith Packer, Managing Director British Sugar.

Pabrik ini akan memanfaatkan limbah bahan baku yang sudah kami miliki dengan teknologi ethanol-to-jet untuk menghasilkan 1.500 ton SAF yang akan mendukung pertumbuhan lapangan kerja hijau yang lebih bersih serta menarik investasi.

"Kami menyambut baik tahap pendanaan berikutnya ini untuk mengembangkan SAF, dan berharap dapat mengajukan permohonan agar bisa terus mendukung target pemerintah menuju penerbangan bebas emisi (net zero)," kata Packer lagi.

LanzaTech juga menilai dana ini sangat penting untuk mendorong produksi dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Investasi dari pemerintah Inggris hari ini memperkuat posisi Inggris sebagai pemimpin dunia dalam produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Langkah ini membantu perusahaan seperti LanzaTech mengolah limbah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan, menciptakan lapangan kerja terampil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi," papar Jennifer Holmgren, Chief Executive LanzaTech.

Baca juga: IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri

"Evaluasi aturan terkait target SAF di masa depan juga menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian jangka panjang yang dibutuhkan industri demi memperbesar produksi dan mempercepat investasi swasta saat ini hingga setelah 2030," tambahnya.

Lebih lanjut, meski kucuran dana ini memberi dorongan modal awal dari pemerintah bagi pasar SAF di Inggris. Namun, ujian terbesarnya adalah apakah dukungan pemerintah ini mampu memancing masuknya investasi swasta dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Proyek SAF membutuhkan kepastian pembeli jangka panjang, kebijakan yang stabil, dan pasokan bahan baku yang dapat diandalkan. Maskapai penerbangan membutuhkan pasokan bahan bakar yang cukup untuk memenuhi aturan wajib tanpa memicu pembengkakan biaya. Sementara itu, investor membutuhkan kejelasan terkait permintaan pasar, regulasi, dan risiko teknologi.

Bagi sektor penerbangan global, langkah Inggris ini mencerminkan persaingan kebijakan dunia. Berbagai negara kini berlomba menggunakan aturan wajib, dana hibah, dan strategi industri untuk mengamankan produksi SAF di dalam negeri sebelum rantai pasokan global terbentuk sepenuhnya.

Hasil dari perlombaan ini tidak hanya menentukan jumlah emisi penerbangan, tetapi juga pembukaan lapangan kerja daerah, ketahanan energi, serta daya saing pusat-pusat industri bahan bakar rendah karbon.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Inggris Siapkan 294 Juta Dollar AS untuk Kembangkan Avtur Berkelanjutan
Inggris Siapkan 294 Juta Dollar AS untuk Kembangkan Avtur Berkelanjutan
Pemerintah
Indonesia Butuh Pasokan Air yang Masif untuk Topang Industri Data Center
Indonesia Butuh Pasokan Air yang Masif untuk Topang Industri Data Center
Swasta
Efek Domino El Niño Ancam Kelangsungan Ekosistem Laut Pasifik
Efek Domino El Niño Ancam Kelangsungan Ekosistem Laut Pasifik
Pemerintah
Investasi Hijau Tumbuh, EBUS Berkelanjutan Capai Rp 85,15 Triliun
Investasi Hijau Tumbuh, EBUS Berkelanjutan Capai Rp 85,15 Triliun
Pemerintah
Pakar IPB Sebut Karhutla Bisa 'Ubah' Matahari Jadi 'Merah', Ingatkan Bahayanya
Pakar IPB Sebut Karhutla Bisa "Ubah" Matahari Jadi "Merah", Ingatkan Bahayanya
LSM/Figur
OJK Siapkan RPOJK Baru, Verifikasi Laporan Keberlanjutan Wajib Dilakukan
OJK Siapkan RPOJK Baru, Verifikasi Laporan Keberlanjutan Wajib Dilakukan
Pemerintah
Jejak Karbon 'Fast Fashion Bisa Dikurangi' di Seluruh Siklus, Begini Caranya
Jejak Karbon "Fast Fashion Bisa Dikurangi" di Seluruh Siklus, Begini Caranya
Pemerintah
Kota di Eropa Belum Maksimal Gunakan Ruang Hijau untuk Atasi Perubahan Iklim
Kota di Eropa Belum Maksimal Gunakan Ruang Hijau untuk Atasi Perubahan Iklim
Pemerintah
ADB Targetkan Rp 35 Triliun untuk Pemulihan Lahan di Asia-Pasifik
ADB Targetkan Rp 35 Triliun untuk Pemulihan Lahan di Asia-Pasifik
Pemerintah
Perkuat Fondasi Bisnis, Langkah UMKM Medan Menuju Usaha Berkelanjutan
Perkuat Fondasi Bisnis, Langkah UMKM Medan Menuju Usaha Berkelanjutan
Swasta
Unggahan Medsos Ungkap Cara Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem
Unggahan Medsos Ungkap Cara Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem
Pemerintah
BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, 3 Saham Resmi Berstatus Saham Hijau
BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, 3 Saham Resmi Berstatus Saham Hijau
Swasta
Tim Dokter Tanaman IPB Kunjungi Petani di Blitar, Bawa Mobil Klinik Tanaman
Tim Dokter Tanaman IPB Kunjungi Petani di Blitar, Bawa Mobil Klinik Tanaman
Pemerintah
Riset Ungkap Mayoritas Penggunaa Air di PUsat Data untuk Produksi Listrik
Riset Ungkap Mayoritas Penggunaa Air di PUsat Data untuk Produksi Listrik
LSM/Figur
Dari Lapangan Desa, 60 Bocah Solok Selatan Kejar Mimpi Menjadi Pemain Sepak Bola
Dari Lapangan Desa, 60 Bocah Solok Selatan Kejar Mimpi Menjadi Pemain Sepak Bola
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau