Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sun Plaza Medan Manfaatkan PLTS Atap, Emisi Berpotensi Turun Setara Kemampuan 33.000 Pohon

Kompas.com, 29 Juni 2026, 16:46 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lippo Malls Indonesia (LMI) memperluas pemanfaatan energi terbarukan di jaringan pusat perbelanjaannya dengan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di Sun Plaza Medan, Sumatera Utara.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadikan Sun Plaza sebagai mal kelima dalam jaringan Lippo Malls Indonesia yang menggunakan energi surya.

Sepanjang 2026, perusahaan mengalokasikan investasi ekuivalen sekitar Rp 11,6 miliar untuk pembangunan PLTS atap di Sun Plaza Medan dan Lippo Plaza Kendari. Investasi ini merupakan bagian dari roadmap keberlanjutan perusahaan untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di portofolio pusat perbelanjaannya.

Baca juga: Dorong Pemanfaatan EBT di Kawasan Industri, Pabrik di Medan Ini Mulai Gunakan PLTS Atap

Sebelumnya, teknologi serupa telah diterapkan di Lippo Mall Cikarang, Lippo Plaza Kramat Jati, Lippo Plaza Batu, dan Lippo Plaza Kendari.

PLTS atap di Sun Plaza memiliki potensi menghasilkan energi terbarukan hingga 810 MWh per tahun atau sekitar 2,5 persen dari total kebutuhan listrik tahunan pusat perbelanjaan tersebut. Sistem ini juga diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya energi sekitar Rp 130 juta per tahun.

Selain itu, operasional PLTS diperkirakan mampu menekan emisi karbon sebesar 640 hingga 729 ton CO2 per tahun. Jumlah tersebut setara dengan kemampuan penyerapan karbon sekitar 29.000 hingga 33.000 pohon.

Baca juga: Kurangi Beban Listrik, Masyarakat bisa Lirik Opsi PLTS Atap

Chief Marketing Officer Lippo Malls Indonesia Santiwati Basuki mengatakan, implementasi PLTS atap di Sun Plaza dan Lippo Plaza Kendari merupakan bagian dari upaya perusahaan mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan operasional.

“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya sebagai tanggung jawab perusahaan, melainkan juga investasi strategis yang mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing aset, serta memperkuat kepercayaan pelanggan, mitra usaha, dan masyarakat terhadap Lippo Malls Indonesia," ujar Santiwati dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (29/6/2026).

Baca juga: Grup Astra Lirik PLTS Atap untuk Tekan Emisi dan Konsumsi Energi

Selain di Sun Plaza, pada 2026, Lippo Malls Indonesia juga telah merealisasikan pembangunan PLTS atap di Lippo Plaza Kendari dengan nilai investasi ekuivalen sekitar Rp 5,2 miliar. Kedua proyek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas pemanfaatan energi bersih di lingkungan operasionalnya.

Santiwati menegaskan, implementasi PLTS atap di Sun Plaza turut mendukung penerapan praktik bangunan berkelanjutan di Kota Medan. Pemanfaatan energi surya di lingkungan Lippo Group sebelumnya juga telah diterapkan di Aryaduta Medan sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan energi bersih pada sektor properti.

“Kami secara konsisten mengevaluasi peluang penerapan teknologi energi terbarukan di berbagai aset yang dikelola guna mendukung target pengurangan emisi karbon jangka panjang,” imbuh dia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau