Jumlah penderitanya di dunia terus meningkat, hingga negara seperti Prancis, Jerman, dan Italia kini resmi mengategorikan Parkinson sebagai penyakit akibat kerja bagi para petani.
Petani dan buruh tani biasanya terpapar pestisida saat mencampur dan menyemprotkan bahan kimia, serta ketika menyentuh tanaman, alat, atau pakaian yang terkontaminasi.
Seorang petani bernama Rendert Algra menceritakan keyakinannya bahwa penyakit Parkinson yang diidapnya berkaitan erat dengan pestisida yang sering ia gunakan saat bekerja di pertanian keluarganya di Belanda.
"Sebagai anak sulung, akulah yang menyemprotkan pestisida di ladang kami selama bertahun-tahun berturut-turut," ujarnya.
Meskipun ini merupakan penelitian paling lengkap hingga saat ini, laporan tersebut menegaskan bahwa data keracunan pestisida yang ada masih sangat terbatas.
Peneliti mendesak dibutuhkannya sistem pemantauan dan pelaporan yang terstandar agar data keracunan pestisida di masa depan bisa lebih akurat dan mudah dibandingkan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya