Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih

Kompas.com, 19 September 2026, 19:56 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Deru alat berat dan kawasan industri pengolahan nikel telah mengubah lanskap Kabupaten Morowali, menjadi salah satu pusat ekonomi paling strategis di Tanah Air.

Di balik hilirisasi nikel, masih tersimpan ironi klise yang berupaya dijawab melalui pendirian Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Pertambangan Bungku pada tahun 2017.

‎SMKN Pertambangan Bungku dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja lokal agar tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus industrialisasi nikel.

Kepala SMK Negeri Pertambangan Bungku Sarfin Suaib mengatakan, sekitar 80 persen lulusan angkatan pertama pada 2019 langsung terserap bekerja di kawasan industri nikel.

‎Untuk memastikan kualitas lulusan selaras dengan kebutuhan industri, SMKN Pertambangan Bungku menghadirkan tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya. Pada tahap awal perintisan sekolah, SMKN Pertambangan Bungku aktif menjalin komunikasi berbagai pelaku industri nikel, termasuk PT Vale Indonesia Tbk.

Sarfin menyebut, ‎PT Vale sebagai salah satu perusahaan yang sering mengerahkan tenaga pengajar untuk berbagi pengalaman langsung dengan murid SMKN Pertambangan Bungku. Kolaborasi dengan perusahaan, seperti PT Vale, dimaksudkan agar materi pembelajaran di SMKN Pertambangan Bungku relevan dengan kebutuhan industri.

Baca juga: DPR Ungkap Kunci Hilirisasi Minerba: SDM dan Penguasaan Teknologi

‎"Kalau yang Vale sempat juga ada bimbingan kelas. Mereka itu pernah datang lagi (untuk mengajar)," ujar Sarfin kepada Kompas.com, Kamis (18/6/2026).

‎Bahkan, saat ditemui di ruang kerjanya, Sarfin sebenarnya sedang menunggu tenaga pengajar dari PT Vale.

‎"Guru-guru Geologi Pertambangan memang sudah punya materi K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Tetapi, karena untuk bekal persiapan untuk PKL (praktik kerja lapangan), maka hari ini kami mengundang dari perusahaan untuk membekali K3 dalam persiapan PKL. Tapi, belum hadir beliau yang tadi ditunjuk dari PT Vale," tutur Sarfin.

Integrasi aspek keberlanjutan

‎Berdasarkan sustainability report (SR) 2025, total investasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali mencapai sebesar 751.027 dolar AS atau Rp 13,27 miliar.

Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil dan pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk pengelolaan lingkungan, pembentukan kelembagaan komunitas, dan pembangunan infrastruktur pendukung.

‎Pada tahun 2025, PPM PT Vale di IGP Morowali pada bidang pendidikan difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pemberdayaan, dengan total investasi mencapai 236.925 dolar AS atau sekitar 31,5 persen dari total investasi PPM di IGP Morowali.

Program tersebut terdiri dari fasilitasi penelitian dan magang bagi 20 pelajar dan mahasiswa di berbagai departemen, bimbingan Bahasa Inggris bekerja sama dengan Universitas Tadulako bagi 95 peserta dari desa binaan, serta seminar edukatif terkait pencegahan penyalahgunaan zat adiktif bagi pelajar, guru, dan orang tua. 

Baca juga: Harga Bijih Nikel Naik Dua Kali Lipat, Vale (INCO) Dorong Revisi HPM Limonit

‎Selain itu, PPM PT Vale di IGP Morowali telah memfinalisasi kebijakan beasiswa yang selaras dengan pemerintah daerah mulai tahun 2026, yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesiapan dan kompetensi tenaga kerja lokal. ‎

Kini, PT Vale sedang menyelaraskan strategi Environmental Social Governance (ESG), manajemen risiko, dan perencanaan investasi. 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Urutan Pesan yang Tepat Tingkatkan Keberhasilan Ajakan Peduli Lingkungan
Urutan Pesan yang Tepat Tingkatkan Keberhasilan Ajakan Peduli Lingkungan
Pemerintah
Cegah Krisis Iklim, PBB Dorong Penetapan Tenggat Waktu Tinggalkan Bahan Bakar Fosil
Cegah Krisis Iklim, PBB Dorong Penetapan Tenggat Waktu Tinggalkan Bahan Bakar Fosil
Pemerintah
Limbah Beracun yang Sulit Terurai Ancam HAM di Seluruh Dunia
Limbah Beracun yang Sulit Terurai Ancam HAM di Seluruh Dunia
Pemerintah
BRICS Serukan Rantai Pasok Mineral Kritis Berkelanjutan, Indonesia Mesti Jadi Teladan
BRICS Serukan Rantai Pasok Mineral Kritis Berkelanjutan, Indonesia Mesti Jadi Teladan
LSM/Figur
78,3 Persen Petani dan Nelayan Akui Alami Gangguan Kesehatan Saat Bekerja di Tengah Panas
78,3 Persen Petani dan Nelayan Akui Alami Gangguan Kesehatan Saat Bekerja di Tengah Panas
LSM/Figur
Google Sepakati Pembelian Kredit Karbon Metana Terbesar dalam Sejarahnya
Google Sepakati Pembelian Kredit Karbon Metana Terbesar dalam Sejarahnya
Pemerintah
PBB Desak Negara-Negara Memperketat Aturan AI untuk Hindari Risiko Fatal
PBB Desak Negara-Negara Memperketat Aturan AI untuk Hindari Risiko Fatal
Pemerintah
Hutan Adat NTT Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas
Hutan Adat NTT Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas
Pemerintah
Bantu Pemulihan Gempa Flores, Musim Mas Gandeng PMI Sumatra Utara Bantu 2.000 Keluarga Terdampak
Bantu Pemulihan Gempa Flores, Musim Mas Gandeng PMI Sumatra Utara Bantu 2.000 Keluarga Terdampak
BrandzView
UN Women Rilis Pusat AI untuk Dorong Kesetaraan Gender di Era Digital
UN Women Rilis Pusat AI untuk Dorong Kesetaraan Gender di Era Digital
Pemerintah
Riset Sebut Polusi Udara Kota Turunkan Performa Pelari
Riset Sebut Polusi Udara Kota Turunkan Performa Pelari
Pemerintah
Terumbu Karang di Bali Terus Memburuk, Wisata Berkelanjutan Kunci Pemulihan
Terumbu Karang di Bali Terus Memburuk, Wisata Berkelanjutan Kunci Pemulihan
Pemerintah
Lindungi Negara Kepulauan, PBB Adopsi Deklarasi Kenaikan Permukaan Air Laut
Lindungi Negara Kepulauan, PBB Adopsi Deklarasi Kenaikan Permukaan Air Laut
Pemerintah
Dunia Terancam Gagal Capai Target Perlindungan Lautan 2030
Dunia Terancam Gagal Capai Target Perlindungan Lautan 2030
Pemerintah
Seni dan Budaya Bisa Jadi Kunci Aksi Iklim yang Inklusif
Seni dan Budaya Bisa Jadi Kunci Aksi Iklim yang Inklusif
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau