Penulis
KOMPAS.com - Kesadaran anak muda terhadap isu lingkungan dan kelestarian bumi makin meningkat dari waktu ke waktu. Kendati demikian, tidak sedikit generasi muda masih mendapati adanya jarak (gap) antara kepedulian di pikiran dengan aksi nyata yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan gaya hidup berkelanjutan (sustainable living) kerap dipersepsikan rumit atau membutuhkan pengorbanan besar. Padahal, better living sejatinya bisa merasuk lewat pilihan-pilihan kecil yang konsisten dalam rutinitas harian, mulai dari cara berpakaian, konsumsi, hingga pengelolaan sampah rumah tangga.
Justru, langkah kecil yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak signifikan. Beberapa pilihan praktis yang mudah diintegrasikan ke dalam aktivitas harian generasi muda antara lain:
Gaya hidup ini menekankan bahwa setiap keputusan kecil, baik dalam memilih transportasi maupun mengolah sampah adalah bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan.
Upaya mendorong kebiasaan hijau ini turut dihadirkan Blibli Tiket Action melalui rangkaian program Langkah Membumi 2026.
Baca juga: Baru Tren di China, Anak Muda Tawarkan Jasa Buang Sampah ke Rumah-rumah
Langkah Membumi Goes to Campus diselenggarakan pada 7–28 September 2026 di lima universitas, yakni Universitas Atma Jaya Semanggi, Binus Bekasi, Binus Alam Sutera, Universitas Pertamina Simprug, dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong.
Mengusung tema "Better Living Starts With Us", mahasiswa diajak berdiskusi interaktif sekaligus mempraktikkan langsung aksi pemilahan sampah bersama Waste4Change.
Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, menegaskan pentingnya pengalaman langsung agar kepedulian lingkungan terasa dekat dan relevan bagi mahasiswa.
"Melalui Langkah Membumi Goes to Campus, kami ingin sustainability terasa lebih praktis dan dekat dengan keseharian mahasiswa," ujar Ignacia Chiara Irawan.
"Kami tidak hanya ingin menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung seperti memilah sampah dengan benar, sehingga mahasiswa dapat melihat bagaimana satu pilihan sederhana bisa menjadi bagian dari kontribusi terhadap persoalan lingkungan yang lebih besar,” tambahnya.
Selain edukasi di kampus, ajakan aksi juga digaungkan di ruang digital lewat Impact Creator Challenge. Wadah ini menantang anak muda membagikan konten kreatif seputar gaya hidup hijau, padu padan pakaian, hingga aksi tanam pohon.
“Kami ingin memberikan ruang bagi anak muda untuk menunjukkan bahwa hidup yang lebih berkelanjutan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Satu pilihan yang lebih baik, jika dilakukan secara konsisten, bisa menjadi kebiasaan dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama,” ujar Ignacia.
Selebritas dan aktivis Cinta Laura Kiehl kembali mengambil peran sebagai Changemaker Partner dalam gerakan ini. Menurutnya, keberhasilan menjaga bumi sangat bergantung pada kolaborasi serta sudut pandang yang tepat mengenai keberlanjutan.
“Saya sudah mengikuti Langkah Membumi dari tahun-tahun sebelumnya dan menarik melihat bagaimana gerakan ini terus berevolusi. Bagi saya, sustainability bukan sesuatu yang berat atau jauh dari keseharian," ujar Cinta Laura.
"It’s about making better choices for better living untuk diri sendiri, lingkungan, dan orang di sekitar kita,” tegasnya.
Cinta juga menambahkan pentingnya keterlibatan anak muda dalam misi yang lebih besar demi menciptakan perubahan kolektif.
“Everything I do bersama Langkah Membumi adalah cara kami men-develop anak muda agar merasa bahwa mereka bisa berkontribusi untuk misi yang lebih besar, karena aku yakin hanya kolaborasilah yang bisa membuat segalanya berhasil,” tambah Cinta.
Baca juga: Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
Rangkaian inisiatif ramah lingkungan bagi anak muda ini nantinya akan bermuara pada acara puncak Langkah Membumi Market (LMM) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Grand Indonesia, Jakarta.
Melalui ruang kolaborasi ini, diharapkan makin banyak anak muda yang terinspirasi untuk menjadikan gaya hidup berkelanjutan sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya