Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langkah Membumi 2026, Persempit Jarak Kepedulian dan Aksi Anak Muda

Kompas.com, 23 September 2026, 16:24 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Kesadaran anak muda terhadap isu lingkungan dan kelestarian bumi makin meningkat dari waktu ke waktu. Kendati demikian, tidak sedikit generasi muda masih mendapati adanya jarak (gap) antara kepedulian di pikiran dengan aksi nyata yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan gaya hidup berkelanjutan (sustainable living) kerap dipersepsikan rumit atau membutuhkan pengorbanan besar. Padahal, better living sejatinya bisa merasuk lewat pilihan-pilihan kecil yang konsisten dalam rutinitas harian, mulai dari cara berpakaian, konsumsi, hingga pengelolaan sampah rumah tangga.

Justru, langkah kecil yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak signifikan. Beberapa pilihan praktis yang mudah diintegrasikan ke dalam aktivitas harian generasi muda antara lain:

  • Pilihan Mobilitas dan Konsumsi Ramah Lingkungan: Mengutamakan berjalan kaki, bersepeda, atau memanfaatkan transportasi publik untuk bepergian. Dalam urusan perawatan diri, beralih ke produk pembersih atau skincare isi ulang serta konsisten membawa botol minum (tumbler) dan wadah makanan sendiri.
  • Bijak Memilah dan Mengelola Sampah: Membiasakan diri memilah sampah organik, anorganik, hingga residu sejak dari kamar atau rumah, serta mencoba praktik composting sederhana.
  • Padu Padan Busana (Sustainable Fashion): Memaksimalkan koleksi pakaian yang sudah ada di lemari dengan mencoba styling satu pakaian menjadi tiga gaya berbeda tanpa harus terus-menerus membeli baju baru.
  • Aksi Digital Berdampak: Memanfaatkan fitur kepedulian digital, seperti mengikuti program donasi penanaman pohon saat melakukan transaksi online.

Gaya hidup ini menekankan bahwa setiap keputusan kecil, baik dalam memilih transportasi maupun mengolah sampah adalah bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan.

Menjembatani Kesadaran Menjadi Aksi

Upaya mendorong kebiasaan hijau ini turut dihadirkan Blibli Tiket Action melalui rangkaian program Langkah Membumi 2026.

Baca juga: Baru Tren di China, Anak Muda Tawarkan Jasa Buang Sampah ke Rumah-rumah

Langkah Membumi Goes to Campus diselenggarakan pada 7–28 September 2026 di lima universitas, yakni Universitas Atma Jaya Semanggi, Binus Bekasi, Binus Alam Sutera, Universitas Pertamina Simprug, dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong.

Mengusung tema "Better Living Starts With Us", mahasiswa diajak berdiskusi interaktif sekaligus mempraktikkan langsung aksi pemilahan sampah bersama Waste4Change.

Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, menegaskan pentingnya pengalaman langsung agar kepedulian lingkungan terasa dekat dan relevan bagi mahasiswa.

"Melalui Langkah Membumi Goes to Campus, kami ingin sustainability terasa lebih praktis dan dekat dengan keseharian mahasiswa," ujar Ignacia Chiara Irawan.

"Kami tidak hanya ingin menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung seperti memilah sampah dengan benar, sehingga mahasiswa dapat melihat bagaimana satu pilihan sederhana bisa menjadi bagian dari kontribusi terhadap persoalan lingkungan yang lebih besar,” tambahnya.

Selain edukasi di kampus, ajakan aksi juga digaungkan di ruang digital lewat Impact Creator Challenge. Wadah ini menantang anak muda membagikan konten kreatif seputar gaya hidup hijau, padu padan pakaian, hingga aksi tanam pohon.

“Kami ingin memberikan ruang bagi anak muda untuk menunjukkan bahwa hidup yang lebih berkelanjutan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Satu pilihan yang lebih baik, jika dilakukan secara konsisten, bisa menjadi kebiasaan dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama,” ujar Ignacia.

Selebritas dan aktivis Cinta Laura Kiehl kembali mengambil peran sebagai Changemaker Partner dalam gerakan ini. Menurutnya, keberhasilan menjaga bumi sangat bergantung pada kolaborasi serta sudut pandang yang tepat mengenai keberlanjutan.

“Saya sudah mengikuti Langkah Membumi dari tahun-tahun sebelumnya dan menarik melihat bagaimana gerakan ini terus berevolusi. Bagi saya, sustainability bukan sesuatu yang berat atau jauh dari keseharian," ujar Cinta Laura.

"It’s about making better choices for better living untuk diri sendiri, lingkungan, dan orang di sekitar kita,” tegasnya.

Cinta juga menambahkan pentingnya keterlibatan anak muda dalam misi yang lebih besar demi menciptakan perubahan kolektif.

Everything I do bersama Langkah Membumi adalah cara kami men-develop anak muda agar merasa bahwa mereka bisa berkontribusi untuk misi yang lebih besar, karena aku yakin hanya kolaborasilah yang bisa membuat segalanya berhasil,” tambah Cinta.

Baca juga: Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau

Rangkaian inisiatif ramah lingkungan bagi anak muda ini nantinya akan bermuara pada acara puncak Langkah Membumi Market (LMM) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Grand Indonesia, Jakarta.

Melalui ruang kolaborasi ini, diharapkan makin banyak anak muda yang terinspirasi untuk menjadikan gaya hidup berkelanjutan sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Apresiasi Pengabdian untuk Masjid, AQUA bersama DMI dan BPMI Berangkatkan 26 Marbot dan Pengurus Masjid ke Tanah Suci
Apresiasi Pengabdian untuk Masjid, AQUA bersama DMI dan BPMI Berangkatkan 26 Marbot dan Pengurus Masjid ke Tanah Suci
Pemerintah
Langkah Membumi 2026, Persempit Jarak Kepedulian dan Aksi Anak Muda
Langkah Membumi 2026, Persempit Jarak Kepedulian dan Aksi Anak Muda
Swasta
PepsiCo, BWC, dan Pemkot Denpasar Ubah Sampah Bekas Kemasan Jadi Papan Penanda Jalan
PepsiCo, BWC, dan Pemkot Denpasar Ubah Sampah Bekas Kemasan Jadi Papan Penanda Jalan
Swasta
KKP Siapkan 6 Proyek Prioritas Karbon Biru, Tersebar di 6 Wilayah
KKP Siapkan 6 Proyek Prioritas Karbon Biru, Tersebar di 6 Wilayah
Pemerintah
Tak Hanya di Kelas, Siswa SD YPTSS Belajar Menjaga Lingkungan dari Alam
Tak Hanya di Kelas, Siswa SD YPTSS Belajar Menjaga Lingkungan dari Alam
Swasta
Emisi Metana TPA Berubah Menurut Musim, MERIT Usulkan Perhitungan Lebih Spesifik
Emisi Metana TPA Berubah Menurut Musim, MERIT Usulkan Perhitungan Lebih Spesifik
LSM/Figur
Potensi Karbon Biru Indonesia Besar, Tata Kelola Pesisir Masih Terfragmentasi
Potensi Karbon Biru Indonesia Besar, Tata Kelola Pesisir Masih Terfragmentasi
Pemerintah
Dampak El Nino, Lautan Global Alami Rekor Suhu Panas 100 Hari Berturut
Dampak El Nino, Lautan Global Alami Rekor Suhu Panas 100 Hari Berturut
Pemerintah
Emisi Metana dari TPA Naik Lebih 20 Kali Lipat Saat Musim Kemarau
Emisi Metana dari TPA Naik Lebih 20 Kali Lipat Saat Musim Kemarau
LSM/Figur
Google dan NASA Luncurkan AI untuk Pantau Emisi Metana dari Luar Angkasa
Google dan NASA Luncurkan AI untuk Pantau Emisi Metana dari Luar Angkasa
Pemerintah
Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Menjaga Anak Saat Orang Tua Bekerja, Cerita TPA Perkebunan di Solok Selatan
Swasta
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
BUMN
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
LSM/Figur
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Pemerintah
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau