Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemimpin Dunia Dorong Peningkatan Energi Terbarukan 3 Kali Lipat pada 2030

Kompas.com, 24 September 2026, 10:48 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG News

KOMPAS.com - Pemerintah, pemimpin bisnis, dan kelompok masyarakat terus mendorong percepatan penggunaan energi terbarukan seiring melonjaknya kebutuhan listrik dunia yang mengubah arah transisi energi global.

Melansir ESG News, Selasa (22/9/2026) lebih dari 20 pembuat keputusan senior bertemu secara tertutup dalam Global Renewables Summit saat Pekan Iklim di New York.

Diskusi tingkat tinggi ini diselenggarakan bersama oleh Fortescue, Global Renewables Alliance, dan Climate Group.

Pembahasan berfokus pada percepatan elektrifikasi bersih serta peningkatan kapasitas energi terbarukan global hingga 3 kali lipat pada tahun 2030. Para pemimpin meninjau reformasi kebijakan, infrastruktur, dan kondisi investasi yang diperlukan untuk mendukung ekspansi tersebut.

Pertemuan ini juga memperjelas agenda COP31. Delegasi Presidensi COP31 turut bergabung dalam diskusi menjelang konferensi iklim bulan November mendatang di Antalya.

Baca juga: China Targetkan Produksi Energi Terbarukan Naik 50 Persen pada 2030

COP31 sendiri telah menetapkan target utama untuk mencapai 35 persen elektrifikasi bersih pada tahun 2035.

"Di COP31, dunia harus berfokus pada cara mengalirkan listrik bersih ke seluruh perekonomian global. Itulah tugas yang kami tetapkan untuk semua pihak, yang dilandasi oleh target utama kami yaitu 35 persen elektrifikasi pada tahun 2035," ungkap Murat Kurum, Calon Presiden COP31.

"Pekan Iklim New York adalah momen krusial bagi kami untuk berdiskusi dengan para pemimpin dunia dan menentukan arah politik ke depan. Kami sangat terdorong oleh makin kuatnya dukungan terhadap agenda ini dan akan bekerja sama dengan semua pihak demi kesuksesan COP31 di Antalya pada November mendatang," paparnya lagi.

Hadapi Masalah

Para peserta yang hadir di antaranya Presiden Etiopia Taye Atske Selassie dan Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Teresa Ribera.

Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris Miatta Fahnbulleh turut hadir, bersama pendiri sekaligus Ketua Eksekutif Fortescue Dr. Andrew Forrest dan Sekretaris Eksekutif UNFCCC Simon Stiell.

Diskusi mereka tidak hanya membahas penambahan kapasitas pembangkit listrik terbarukan. Para pemimpin juga meneliti bagaimana jaringan listrik, penyimpanan energi, dan pasar listrik harus berubah seiring beralihnya perekonomian ke energi listrik.

Teknologi AI dan pusat data menambah mendesaknya masalah ini. Lonjakan kebutuhan listrik keduanya memaksa pemerintah dan perusahaan memikirkan cara memenuhi permintaan energi masa depan tanpa meningkatkan emisi atau mengganggu ketahanan energi.

Bagi para investor, kondisi ini membuat infrastruktur jaringan listrik, penyimpanan energi, dan pembangkit listrik terbarukan kini harus dilihat sebagai satu kesatuan investasi.

Pemerintah juga dituntut memberikan aturan pasar yang lebih jelas untuk menarik modal swasta, sembari tetap menjaga harga listrik terjangkau dan pasokan tetap stabil.

Pandangan dari dunia usaha menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan siap melakukan perubahan tersebut.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
20 Private Equity Dunia Hasilkan Polusi Lebih Tinggi dari Hampir Semua Negara
20 Private Equity Dunia Hasilkan Polusi Lebih Tinggi dari Hampir Semua Negara
Pemerintah
Karhutla Jadi Momentum Evaluasi Tata Kelola Kehutanan, Koalisi Desak Perubahan UU
Karhutla Jadi Momentum Evaluasi Tata Kelola Kehutanan, Koalisi Desak Perubahan UU
LSM/Figur
Kekeringan Ancam Sektor Ekonomi, Pemerintah Harus Rancang Strategi Baru
Kekeringan Ancam Sektor Ekonomi, Pemerintah Harus Rancang Strategi Baru
Pemerintah
Pemimpin Dunia Dorong Peningkatan Energi Terbarukan 3 Kali Lipat pada 2030
Pemimpin Dunia Dorong Peningkatan Energi Terbarukan 3 Kali Lipat pada 2030
Pemerintah
Inovasi Warga Kaki Gunung Gede Pangrango bersama Astra: Sawo Jadi Sambal dan Limbah Jadi Karya
Inovasi Warga Kaki Gunung Gede Pangrango bersama Astra: Sawo Jadi Sambal dan Limbah Jadi Karya
Desa Sejahtera Astra
FAO: Hutan Jadi Kunci Utama Ketahanan Pangan, Gizi, dan Mata Pencaharian
FAO: Hutan Jadi Kunci Utama Ketahanan Pangan, Gizi, dan Mata Pencaharian
Pemerintah
Desain Konstruksi Alat Pengomposan Tentukan Jejak Metana Pengolahan Sampah Organik di Luar TPA
Desain Konstruksi Alat Pengomposan Tentukan Jejak Metana Pengolahan Sampah Organik di Luar TPA
LSM/Figur
Dari Ruang Kelas hingga Bus Sekolah, Dukungan Pendidikan untuk Siswa SMPN 20 Talao
Dari Ruang Kelas hingga Bus Sekolah, Dukungan Pendidikan untuk Siswa SMPN 20 Talao
Swasta
1.250 Orang Kumpulkan 175,35 Kg Sampah dalam Aksi World Cleanup Day
1.250 Orang Kumpulkan 175,35 Kg Sampah dalam Aksi World Cleanup Day
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau