Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur

Kompas.com, 28 September 2026, 19:47 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com - Kecerdasan buatan (AI) kini makin banyak digunakan oleh perusahaan manufaktur untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

Pada acara Climate Week NYC 2026, para ahli industri menjelaskan bagaimana teknologi seperti sistem manajemen berbasis AI, digital twin (replika digital), dan pemilahan sampah otomatis dapat mendukung keberlanjutan operasional pabrik.

Dalam sesi diskusi bertajuk "Future Factories: How efficiency, electrification and AI will remake modern manufacturing", para pembicara membahas cara produsen memanfaatkan teknologi untuk menekan penggunaan energi, mengelola sumber daya secara lebih efektif, serta menghadapi risiko krisis iklim.

Melansir Know ESG, Kamis (24/9/2026) Hannah Hislop, Kepala Keberlanjutan Iklim di Unilever, menyampaikan bahwa perusahaan yang mampu meningkatkan efisiensi, beralih ke listrik, menggunakan energi terbarukan, serta mengembangkan produk rendah emisi akan memiliki posisi yang lebih kuat dan siap di tengah meningkatnya tekanan krisis iklim.

Baca juga: Aturan Pembelian Hambat Perusahaan Capai Target Energi Bersih

AI meningkatkan efisiensi pabrik

Bagi perusahaan manufaktur, penggunaan AI memberikan cara baru untuk mendeteksi pemborosan tanpa perlu merombak atau mengubah fasilitas pabrik yang sudah ada secara besar-besaran.

Sebagai contoh, Unilever menggunakan digital twin berbasis AI yang membuat simulasi visual dari lokasi pabrik fisik mereka. Perusahaan berencana membangun lebih dari 40 replika digital di seluruh jaringan pabrik globalnya dalam 18 bulan ke depan.

Model virtual ini memungkinkan pabrik menguji berbagai kondisi operasional terlebih dahulu sebelum menerapkan perubahannya pada peralatan fisik. Di pabrik detergen bubuk milik Unilever di Haldia, India, replika digital ini digunakan untuk mengatur kecepatan kipas, suhu, dan kelembapan secara optimal.

Penerapan teknologi seperti ini membantu perusahaan menekan emisi gas rumah kaca dan mengurangi limbah, sekaligus menjaga kualitas produk tetap terjaga. Selain itu, pabrik juga dapat merespons perubahan jumlah permintaan pasar dengan lebih cepat.

Teknologi AI juga dapat mendukung efisiensi energi tanpa mengharuskan perusahaan mengganti seluruh mesin lama mereka dengan yang baru.

Trane Technologies, perusahaan yang mengoperasikan sistem pendingin, pemanas, dan kualitas udara, memanfaatkan sistem kendali gedung berbasis AI untuk mengotomatiskan operasional pendingin atau pemanas ruangan (HVAC) serta memprediksi kebutuhan energi. Akuisisi terhadap BrainBox AI semakin memperkuat kemampuan teknologi tersebut.

Pendekatan ini memungkinkan produsen untuk menambahkan sistem kendali cerdas pada fasilitas pabrik yang sudah ada. Selain itu, AI dapat membantu mendeteksi potensi kerusakan mesin sebelum terjadi kegagalan operasional, sehingga meningkatkan daya tahan alat dan mencegah pemborosan energi yang tidak perlu.

AI dukung ekonomi sirkular

Potensi AI tidak hanya terbatas pada penghematan energi pabrik. Para ahli dalam diskusi tersebut juga menyoroti peran AI dalam membangun ekonomi sirkular, sebuah sistem di mana bahan baku dipulihkan, digunakan kembali, dan dipertahankan agar dapat terus berputar lebih lama.

Baca juga: Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim

Analisis prediktif berbasis AI dapat membantu perusahaan memahami kinerja model bisnis sirkular serta menemukan area yang perlu ditingkatkan. Selain itu, sistem bertenaga AI mampu mengotomatiskan pemilahan sampah dengan mengenali berbagai jenis bahan seperti plastik, kertas, dan logam.

Sebagai contoh, model sumber terbuka CircularNet milik Google dirancang untuk mengidentifikasi berbagai material dan meningkatkan akurasi pemilahan.

Menurut Ellen MacArthur Foundation, beberapa model AI bahkan mampu meningkatkan efisiensi pemilahan secara signifikan, sehingga mendukung proses daur ulang serta pengambilan kembali mineral penting dari limbah yang dibuang.

Di tengah tekanan rantai pasok dan meningkatnya permintaan akan mineral penting, mengambil kembali bahan berharga dari limbah dapat menjadi bagian yang kian krusial dalam manufaktur berkelanjutan.

Diskusi pada Climate Week NYC 2026 menunjukkan bahwa peran AI di pabrik jauh melampaui sekadar otomatisasi biasa.

Dengan mengintegrasikan digital twin, sistem kendali cerdas, dan pemilahan sampah berbasis AI, produsen dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus menciptakan operasional yang lebih tangguh dan ramah lingkungan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Aturan EPR Direvisi, Industri Minta Mekanisme dan Pengawasan Diperjelas
Aturan EPR Direvisi, Industri Minta Mekanisme dan Pengawasan Diperjelas
Swasta
Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik
Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik
Swasta
Habitat Terbakar, IUCN Peringatkan Risiko Kepunahan Orang Utan
Habitat Terbakar, IUCN Peringatkan Risiko Kepunahan Orang Utan
Pemerintah
Melihat Kera Berkelompok dan Menyatu dengan Alam di Kemenuh Monkey River Bali
Melihat Kera Berkelompok dan Menyatu dengan Alam di Kemenuh Monkey River Bali
LSM/Figur
Di Mining Expo 2026, PT Indotruck Utama Soroti Kesiapan Ekosistem Elektrifikasi Tambang
Di Mining Expo 2026, PT Indotruck Utama Soroti Kesiapan Ekosistem Elektrifikasi Tambang
Swasta
Kepedulian Lingkungan Konsumen Indonesia Kembali Meningkat Setelah 3 Tahun
Kepedulian Lingkungan Konsumen Indonesia Kembali Meningkat Setelah 3 Tahun
Pemerintah
Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Indonesia Belum Punya Metodologi Hitung Biochar
Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Indonesia Belum Punya Metodologi Hitung Biochar
Pemerintah
Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas Tetap Sebabkan Kerusakan Mutu Gizi
Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas Tetap Sebabkan Kerusakan Mutu Gizi
LSM/Figur
AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur
AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur
Pemerintah
Cegah Kematian Usia Muda, PBB Dorong Investasi Penanganan Kanker
Cegah Kematian Usia Muda, PBB Dorong Investasi Penanganan Kanker
Pemerintah
Bukan Sekadar Genjot Produksi, Perlu 3 Langkah Strategis Perkuat Sistem Pangan Nasional
Bukan Sekadar Genjot Produksi, Perlu 3 Langkah Strategis Perkuat Sistem Pangan Nasional
Pemerintah
Wamen LH Minta Pemda Susun Roadmap 100 Persen Sampah Terkelola
Wamen LH Minta Pemda Susun Roadmap 100 Persen Sampah Terkelola
Pemerintah
Merancang Transisi Mulus Pasokan Listrik Hijau
Merancang Transisi Mulus Pasokan Listrik Hijau
Swasta
Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature Dapat Apresiasi WWF-Indonesia dan WWF Global
Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature Dapat Apresiasi WWF-Indonesia dan WWF Global
BrandzView
Dari Laboratorium ke Sawah, Upaya Menempatkan Petani di Pusat Transformasi Pangan
Dari Laboratorium ke Sawah, Upaya Menempatkan Petani di Pusat Transformasi Pangan
BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau