Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik

Kompas.com, 28 September 2026, 20:39 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com – Peralihan menuju kendaraan komersial listrik tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi kendaraan. Kesiapan infrastruktur pengisian daya dan kemampuan operator menjadi faktor penting agar elektrifikasi armada dapat berjalan secara efektif dalam kegiatan operasional perusahaan.

Isu tersebut mengemuka dalam talkshow “Tantangan Dalam Implementasi Kendaraan Komersial Listrik di Indonesia” yang digelar PT Indotruck Utama bersama Volvo pada rangkaian Mining Expo 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, mulai 9–12 September 2026.

Dalam forum tersebut, elektrifikasi kendaraan komersial dibahas tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga dari kesiapan ekosistem yang menopangnya. Bagi perusahaan, berbagai aspek tersebut akan menentukan kelayakan investasi kendaraan listrik sekaligus keberlanjutan operasional armada.

Faktor yang perlu diperhitungkan meliputi ketersediaan fasilitas pengisian daya, kemampuan pengemudi, pemantauan kendaraan secara digital, hingga perlindungan terhadap aset bernilai tinggi seperti baterai.

Operator perlu beradaptasi dengan kendaraan listrik

Praktisi logistik Netty Sri Rejeki mengatakan, penggunaan kendaraan komersial listrik menuntut perubahan pada pola operasional perusahaan.

Menurutnya, teknologi kendaraan yang semakin maju perlu diimbangi dengan kemampuan pengemudi dalam memahami karakter kendaraan dan mengoperasikannya secara tepat.

“Keberhasilan penggunaan kendaraan listrik sangat bergantung pada kesiapan operator. Pengemudi perlu memahami kendaraan dan menggunakan informasi pada panel instrumen dengan benar agar efisiensi dan keselamatan operasional tetap terjaga,” ujar Netty dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (28/9/2026)

Kesiapan tersebut penting karena cara pengoperasian kendaraan dapat memengaruhi efisiensi, keselamatan, hingga produktivitas armada.

Selain pelatihan pengemudi, pemanfaatan teknologi telematika juga dapat membantu perusahaan mengevaluasi pola penggunaan kendaraan. Sistem tersebut dapat digunakan untuk memantau berbagai aspek perilaku pengemudi, seperti pengereman, manuver, dan kecepatan.

Data yang diperoleh kemudian dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengendalikan risiko selama kendaraan digunakan dalam kegiatan operasional.

Dengan demikian, elektrifikasi armada tidak sebatas mengganti kendaraan bermesin konvensional dengan kendaraan listrik. Perusahaan juga perlu menyesuaikan proses kerja dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Infrastruktur pengisian perlu disiapkan sejak awal

Selain kesiapan operator, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu faktor yang menentukan keputusan perusahaan dalam mengadopsi kendaraan komersial listrik.

Berbeda dengan kendaraan penumpang yang dapat memiliki pola penggunaan lebih fleksibel, kendaraan komersial umumnya menjadi bagian dari aktivitas operasional perusahaan. Karena itu, ketersediaan kendaraan dan waktu operasional perlu diperhitungkan bersama dengan kebutuhan pengisian energi.

Netty menilai pembangunan fasilitas pengisian daya perlu dilakukan secara terstruktur untuk memberikan kepastian bagi calon pengguna.

“Jika kendaraan komersial listrik ingin berkembang, infrastruktur pengisian daya perlu dibangun terlebih dahulu secara terstruktur. Kendaraan dan fasilitas pengisian juga sebaiknya dipandang sebagai satu kesatuan solusi,” katanya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Program LAKSMI Dorong Perempuan Pelaku UMKM Surabaya Perkuat Kapasitas Usaha
Program LAKSMI Dorong Perempuan Pelaku UMKM Surabaya Perkuat Kapasitas Usaha
LSM/Figur
Aturan EPR Direvisi, Industri Minta Mekanisme dan Pengawasan Diperjelas
Aturan EPR Direvisi, Industri Minta Mekanisme dan Pengawasan Diperjelas
Swasta
Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik
Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik
Swasta
Habitat Terbakar, IUCN Peringatkan Risiko Kepunahan Orang Utan
Habitat Terbakar, IUCN Peringatkan Risiko Kepunahan Orang Utan
Pemerintah
Melihat Kera Berkelompok dan Menyatu dengan Alam di Kemenuh Monkey River Bali
Melihat Kera Berkelompok dan Menyatu dengan Alam di Kemenuh Monkey River Bali
LSM/Figur
Di Mining Expo 2026, PT Indotruck Utama Soroti Kesiapan Ekosistem Elektrifikasi Tambang
Di Mining Expo 2026, PT Indotruck Utama Soroti Kesiapan Ekosistem Elektrifikasi Tambang
Swasta
Kepedulian Lingkungan Konsumen Indonesia Kembali Meningkat Setelah 3 Tahun
Kepedulian Lingkungan Konsumen Indonesia Kembali Meningkat Setelah 3 Tahun
Pemerintah
Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Indonesia Belum Punya Metodologi Hitung Biochar
Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Indonesia Belum Punya Metodologi Hitung Biochar
Pemerintah
Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas Tetap Sebabkan Kerusakan Mutu Gizi
Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas Tetap Sebabkan Kerusakan Mutu Gizi
LSM/Figur
AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur
AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur
Pemerintah
Cegah Kematian Usia Muda, PBB Dorong Investasi Penanganan Kanker
Cegah Kematian Usia Muda, PBB Dorong Investasi Penanganan Kanker
Pemerintah
Bukan Sekadar Genjot Produksi, Perlu 3 Langkah Strategis Perkuat Sistem Pangan Nasional
Bukan Sekadar Genjot Produksi, Perlu 3 Langkah Strategis Perkuat Sistem Pangan Nasional
Pemerintah
Wamen LH Minta Pemda Susun Roadmap 100 Persen Sampah Terkelola
Wamen LH Minta Pemda Susun Roadmap 100 Persen Sampah Terkelola
Pemerintah
Merancang Transisi Mulus Pasokan Listrik Hijau
Merancang Transisi Mulus Pasokan Listrik Hijau
Swasta
Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature Dapat Apresiasi WWF-Indonesia dan WWF Global
Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature Dapat Apresiasi WWF-Indonesia dan WWF Global
BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau