Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Program LAKSMI Dorong Perempuan Pelaku UMKM Surabaya Perkuat Kapasitas Usaha

Kompas.com, 28 September 2026, 21:46 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya didorong memperkuat kemampuan mengelola keuangan, memanfaatkan teknologi digital, serta mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak dalam program pemberdayaan perempuan pelaku UMKM yang menjadi bagian dari Program LAKSMI (Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif) di Surabaya.

Program tersebut melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas, dan akademisi. Pendekatan yang digunakan mencakup penguatan ketahanan keuangan perempuan pelaku UMKM sekaligus memperluas peluang usaha mereka.

Baca juga: Strategi IFG dan Jamkrindo Dorong UMKM Naik Kelas lewat Kekayaan Budaya

Dalam rangkaian peluncuran Program LAKSMI di Surabaya, Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation menerima apresiasi dari Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Menteri Sosial sebagai kolaborator program.

Program LAKSMI merupakan pendampingan usaha berbasis ekosistem yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha mikro menuju kemandirian sosial dan ekonomi.

Perkuat kemampuan pengelolaan usaha

Perwakilan Mercy Corps Indonesia mengatakan, pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas.

Menurut dia, penguatan kapasitas perempuan pelaku UMKM perlu mencakup kemampuan mengelola keuangan, memanfaatkan teknologi digital, serta mengakses pembiayaan.

“Ke depan kami akan terus mendorong agar semakin banyak perempuan memiliki kapasitas mengelola keuangan, memanfaatkan digital, dan mengakses pembiayaan secara tepat,” ujarnya.

Di Surabaya, kegiatan tersebut juga bersinergi dengan sejumlah agenda pemberdayaan wirausaha, termasuk Inspirational Talks yang digelar dalam rangkaian Bursa Wirausaha Unggulan oleh Kementerian UMKM.

Selain pelatihan, program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs yang dijalankan Mercy Corps Indonesia dengan dukungan DBS Foundation juga membangun ruang belajar bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mendapatkan akses pasar.

Program tersebut berlangsung sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2027 dan menargetkan 40.000 perempuan pemilik atau pengelola UMKM di Medan, Semarang, dan Surabaya.

Baca juga: Bantu UMKM Baru, Wali Kota Solo Gratiskan Sewa Lapak di Pasar Jongke Selama 6 Bulan

Hingga Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 20.000 perempuan melalui pelatihan literasi keuangan, literasi digital, manajemen usaha, pemasaran digital, serta akses terhadap produk dan layanan keuangan.

Pengalaman Surabaya jadi masukan kebijakan

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, kolaborasi dengan pemerintah dan mitra organisasi nonpemerintah diperlukan untuk memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM.

“Kami berharap kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dan mitra NGO dapat membangun ekosistem yang lebih kuat lagi untuk kemajuan UMKM di Indonesia,” ujar Mona.

Pembelajaran dari rangkaian kegiatan di Medan, Semarang, dan Surabaya akan dirangkum dalam dokumen rekomendasi yang disampaikan kepada Kementerian UMKM sebagai masukan kebijakan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Program LAKSMI Dorong Perempuan Pelaku UMKM Surabaya Perkuat Kapasitas Usaha
Program LAKSMI Dorong Perempuan Pelaku UMKM Surabaya Perkuat Kapasitas Usaha
LSM/Figur
Aturan EPR Direvisi, Industri Minta Mekanisme dan Pengawasan Diperjelas
Aturan EPR Direvisi, Industri Minta Mekanisme dan Pengawasan Diperjelas
Swasta
Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik
Infrastruktur dan Kesiapan Operator Jadi Kunci Adopsi Kendaraan Komersial Listrik
Swasta
Habitat Terbakar, IUCN Peringatkan Risiko Kepunahan Orang Utan
Habitat Terbakar, IUCN Peringatkan Risiko Kepunahan Orang Utan
Pemerintah
Melihat Kera Berkelompok dan Menyatu dengan Alam di Kemenuh Monkey River Bali
Melihat Kera Berkelompok dan Menyatu dengan Alam di Kemenuh Monkey River Bali
LSM/Figur
Di Mining Expo 2026, PT Indotruck Utama Soroti Kesiapan Ekosistem Elektrifikasi Tambang
Di Mining Expo 2026, PT Indotruck Utama Soroti Kesiapan Ekosistem Elektrifikasi Tambang
Swasta
Kepedulian Lingkungan Konsumen Indonesia Kembali Meningkat Setelah 3 Tahun
Kepedulian Lingkungan Konsumen Indonesia Kembali Meningkat Setelah 3 Tahun
Pemerintah
Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Indonesia Belum Punya Metodologi Hitung Biochar
Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Indonesia Belum Punya Metodologi Hitung Biochar
Pemerintah
Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas Tetap Sebabkan Kerusakan Mutu Gizi
Menyimpan Makanan Sisa di Kulkas Tetap Sebabkan Kerusakan Mutu Gizi
LSM/Figur
AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur
AI Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Manufaktur
Pemerintah
Cegah Kematian Usia Muda, PBB Dorong Investasi Penanganan Kanker
Cegah Kematian Usia Muda, PBB Dorong Investasi Penanganan Kanker
Pemerintah
Bukan Sekadar Genjot Produksi, Perlu 3 Langkah Strategis Perkuat Sistem Pangan Nasional
Bukan Sekadar Genjot Produksi, Perlu 3 Langkah Strategis Perkuat Sistem Pangan Nasional
Pemerintah
Wamen LH Minta Pemda Susun Roadmap 100 Persen Sampah Terkelola
Wamen LH Minta Pemda Susun Roadmap 100 Persen Sampah Terkelola
Pemerintah
Merancang Transisi Mulus Pasokan Listrik Hijau
Merancang Transisi Mulus Pasokan Listrik Hijau
Swasta
Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature Dapat Apresiasi WWF-Indonesia dan WWF Global
Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature Dapat Apresiasi WWF-Indonesia dan WWF Global
BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau