KOMPAS.com – Program Indonesia Merdeka Air 2026 menjangkau Desa Lasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Desa Nauek Kusa, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui kolaborasi Solar Chapter, Gesit Foundation, pemerintah desa (pemda), dan masyarakat, sistem air bersih bertenaga surya dibangun untuk melayani sekitar 1522 warga di kedua desa.
Pelaksanaan Water for Lasi berlangsung pada 24-28 Agustus 2026, dilanjutkan dengan Water for Nauke Kusa pada 31 Agustus-4 September 2026.
Di Desa Lasi, perubahan akses air dirasakan oleh warga berusia 98 tahun, Ba’i Stefanus. Sejak kecil, ia mengambil air menggunakan bambu hingga jeriken.
Ia berjalan naik turun sejauh sekitar 1 kilometer menuju mata air. Kini, ia dapat melihat air mengalir dari keran di depan rumahnya.
”Hari ini untuk pertama kalinya saya melihat air di depan rumah. Saya senang karena ada perubahan,” ujar Stefanus dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (29/9/2026).
Ba’i Stefanus merupakan salah satu dari 800 warga yang memperoleh akses air melalui Water for Lasi. Sistem itu menggunakan pompa tenaga surya dengan 18 panel surya dan jaringan pipa sepanjang 4.457 meter.
Air kemudian dialirkan menuju permukiman melalui jaringan distribusi yang menjangkau 40 titik keran.
Sistem di Lasi menghasilkan rata-rata 54.000 liter air per hari. Kehadiran jaringan tersebut membuat warga dapat mengambil air lebih dekat dengan rumah mereka.
Sementara itu, Pembangunan di Desa Nauke Kusa ditujukan untuk melayani 722 warga. Desa itu sebelumnya telah dua kali membangun infrastruktur air.
Namun, sistem terakhir yang dibangun pada 2025 mengalami kerusakan akibat longsor, sehingga diperlukan upaya untuk memulihkan akses air masyarakat.
Sistem di Nauke Kusa menggunakan pompa tenaga surya dengan enam panel surya, jaringan pipa sepanjang 6.700 meter, serta jaringan distribusi lebih dari satu kilometer.
Dengan memanfaatkan dua reservoir yang sudah tersedia, sistem tersebut dirancang menghasilkan 49.000 liter air per hari.
Hal tersebut dirasakan oleh seorang guru sekaligus petani, Beatrice Mera. Ia mengatakan masyarakat bangga karena air sudah ada, sudah dekat dengan mereka.
“Kami sangat senang, tanaman-tanaman yang ada bisa segar, binatang-binatang kami juga minum agar sehat dan kami sebagai manusia pun sehat dan bersih,” ucap Beatrice.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan di kedua desa. Warga bersama tim Solar Chapter membentangkan dan mengubur pipa, membersihkan bak pompa, serta memasang perlengkapan sistem.
Rangkaian kegiatan juga mencakup pengujian pompa, sosialisasi peraturan kepala desa tentang pengelolaan air, dan penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah desa.
Foto bersama dengan masyarakat Desa Nauke Kusa untuk Program Indonesia Merdeka Air 2026.Di Nauke Kusa, turut hadir juga Executive Officer Gesit Foundation Angelica Thania dan Program Specialist Gesit Foundation Christin yang bekerja bersama warga selama pelaksanaa, termasuk mengikuti pemasangan plakat secara simbolis.
Thania mengatakan, bagi Gesit Foundation, akses air bersih bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki sistem yang dapat dikelola dan dipelihara bersama.
"Gesit Foundation mengapresiasi kolaborasi dengan Solar Chapter, pemerintah desa, dan masyarakat Nauke Kusa yang menjadi bagian penting agar manfaat program itu dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Thania.
Setelah pembangunan selesai, pengelolaan sistem menjadi tanggung jawab komite air desa yang dilatih untuk pengoperasian dan perawatan fasilitas agar layanan air tetap berjalan.
Kesiapan pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga manfaat program dalam jangka panjang.
Dengan keterlibatan masyarakat dan pemda, fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat terus dirawat dan digunakan bersama.
Water for Lasi dan Water for Nauke Kusa merupakan titik kedua dan ketiga dalam program Indonesia Merdeka Air 2026, setelah pelaksanaan pertama di SMK Bitauni pada Agustus 2026. Tahun itu, program tersebut mencakup 12 lokasi di NTT.
Melalui pembangunan sistem air dan penguatan pengelolaan di tingkat desa, Solar Chapter bersama para mitra dan masyarakat terus berupaya menjaga agar air mengalir sampai anak cucu.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya