KARAWANG, KOMPAS.com - Suasana hangat terlihat saat Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia Eryanto berbincang dengan Supardi, salah satu anggota Growers Community, dalam Gala Dinner & Appreciation Night Festival Padi Petani MAJU 2026 di Ballroom Resinda Hotel Karawang, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).
Acara bertajuk Synergy in Unity with Action itu digelar Syngenta Indonesia bertepatan dengan Hari Tani Nasional.
Dalam perbincangan tersebut, Eryanto menanyakan pengalaman Supardi selama menjalankan usaha tani.
"Sudah berapa lama, Pak, bertani?" tanya Eryanto kepada Supardi.
"Saya bertani sudah lebih dari 20 tahun," jawab Supardi.
Selama lebih dari dua dekade Supardi merasakan berbagai pengalaman serta tantangan dalam menjalankan usaha tani. Dari hasil tani inilah, Supardi bisa membiayai pendidikan anak hingga menempuh jenjang magister (S2).
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, dari hasil bertani ini anak saya bisa sekolah sampai S2,” ujar Supardi.
Meski demikian, ia mengakui bahwa perjalanannya sebagai petani tidak selalu mudah. Serangan hama dan penyakit tanaman menjadi tantangan utama dalam menjalankan usaha tani.
Beruntung, ia sudah mengenal Syngenta Indonesia sejak mulai bertani. Dari situ, ia kemudian bergabung dengan Growers Community. Di komunitas ini, Supardi bisa memperoleh pengetahuan dan bertukar pengalaman dengan sesama petani.
Pengetahuan yang diperoleh dari komunitas membantunya menghadapi berbagai persoalan yang ditemui di lahan.
“Alhamdulillah, sejak ikut komunitas yang digelar Syngenta, kendala yang saya hadapi sebagai petani bisa terkendali,” ujar Supardi.
Baginya, komunitas tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi pengalaman mengenai pertanian, tetapi juga membantu petani menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan pekerjaannya.
Selain Supardi, Syngenta Indonesia juga menghadirkan berbagai pihak dalam ekosistem pertanian di Festival Padi Petani MAJU 2026 yang digelar tiga hari sejak Selasa (22/9/2026).
Sebanyak 13 komunitas petani dari sembilan provinsi di Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula penyuluh pertanian lapangan (PPL), media nasional, organisasi petani, SMKN Pertanian Karawang, serta sejumlah mitra Syngenta Indonesia.
Rangkaian Festival Padi Petani MAJU 2026 menjadi momentum untuk mendengarkan cerita para petani, mengapresiasi peran mereka, serta mempertemukan pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan sektor pertanian.
Syngenta Indonesia memberikan apresiasi kepada petani dalam Gala Dinner & Appreciation Night Festival Padi Petani MAJU 2026 di Karawang, Jawa Barat.Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan, petani memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehingga perlu terus didukung.
“Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Petani MAJU di seluruh Indonesia yang senantiasa membantu kehidupan masyarakat Indonesia," ujar Eryanto dalam sambutannya.
Eryanto mengatakan, Syngenta Indonesia akan terus menghadirkan inovasi untuk mendukung petani.
"Kami berkomitmen terus berinovasi untuk membantu petani maju di Indonesia," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Syngenta Indonesia juga memberikan apresiasi kepada petani dan mitra.
Eryanto dan CP National Sales Head Syngenta Indonesia Fauzi Tubat juga menyerahkan penghargaan berupa exclusive package kepada perwakilan Growers Community.
Fauzi mengatakan, apresiasi kepada petani menjadi bagian dari rangkaian Festival Padi Petani MAJU 2026 yang berlangsung selama tiga hari dan bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.
"Selama tiga hari, kami melaksanakan Festival Padi Petani MAJU serta merayakan Hari Tani Nasional,” ujar Fauzi.
Ia melanjutkan, rangkaian kegiatan tersebut mengangkat tema seputar perjalanan petani, mulai dari peningkatan produktivitas dan keuntungan, inovasi, keberlanjutan, hingga kolaborasi.
Agenda festival mencakup Maximize Profitability Day, Accelerate Innovation Day, Joint Effort in Sustainability Day, serta United One Team Day yang sekaligus menjadi penutup pada Hari Tani Nasional.
Pada rangkaian terakhir, Syngenta Indonesia mempertemukan komunitas petani dengan berbagai pihak yang berperan dalam ekosistem pertanian.
"Malam ini dihubungkan semuanya. Kami berkolaborasi dengan orang yang berbeda untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Malam ini bentuk apresiasi pahlawan pangan negeri," kata Fauzi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal bagi hadirnya festival atau kegiatan serupa di bidang pertanian dan agraria.
Syngenta Indonesia bersama SMKN Pertanian Karawang, Perum BULOG Karawang, PT Pupuk Kujang, dan KTNA Rawamerta menandatangani MoU untuk mendorong regenerasi petani.Pembahasan mengenai masa depan petani kemudian berlanjut pada upaya mendorong regenerasi melalui pendidikan vokasi.
Dalam Festival Padi Petani MAJU 2026, Syngenta bersama sejumlah mitra memperkuat kolaborasi tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama itu melibatkan SMKN Pertanian Karawang, PT Syngenta Indonesia, Perum BULOG Karawang, PT Pupuk Kujang, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Rawamerta.
MoU tersebut mencakup Program Pendidikan Vokasi dan Pendampingan Budi Daya Padi Berbasis Kolaborasi Multipihak. Melalui kerja sama itu, dunia pendidikan dipertemukan dengan pelaku industri, lembaga pangan, produsen pupuk, dan organisasi petani.
SMKN Pertanian Karawang menjadi bagian dari kolaborasi tersebut untuk mendukung pendidikan vokasi sekaligus memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan praktik budi daya padi kepada generasi muda.
Pesan mengenai regenerasi turut ditampilkan melalui penyerahan simbol generasi penerus petani Indonesia dari petani senior kepada petani muda. Simbolisasi tersebut menggambarkan estafet peran petani dari generasi saat ini kepada generasi berikutnya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya