Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendongkrak Skor PISA, Gerakan "Ayo Menulis" Dorong Budaya Berpikir Kritis Pelajar

Kompas.com, 3 Oktober 2026, 12:30 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com – Tantangan literasi pelajar Indonesia masih membutuhkan perhatian bersama. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan skor membaca siswa Indonesia berada pada 365 poin, di bawah rata-rata OECD sebesar 461 poin.

Meski meningkat dibandingkan PISA 2022, perubahan tersebut belum signifikan secara statistik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak cukup hanya melalui kemampuan membaca. Siswa juga perlu didorong mengolah informasi, menyusun pemikiran, serta mengomunikasikan gagasan secara terstruktur.

Dalam lanskap pendidikan modern, membaca sejatinya barulah separuh dari ekosistem pemikiran.

Kemampuan menyerap informasi harus diimbangi secara presisi dengan kemampuan mengolah, mengartikulasi, dan mengekspresikan gagasan secara kritis, sebuah kecakapan yang diasah secara mandiri dan mendalam melalui proses menulis.

Menulis bukan sekadar aktivitas mekanis memindahkan kata ke atas kertas atau layar monitor, melainkan sebuah proses kognitif kompleks. Ketika siswa menulis, ia diajak mengorganisasi alur berpikir, menguji kebenaran argumentasi, serta membangun penalaran terstruktur.

Di tengah gempuran arus informasi digital serba cepat dan instan, kebiasaan menulis khususnya menulis dengan tangan menjadi ruang kontemplasi yang melatih fokus, ketelitian, serta daya kritis generasi muda.

Tanpa kemampuan menulis terasah, tingkat literasi siswa akan stagnan pada tahap pemahaman pasif tanpa mampu menghasilkan gagasan baru berdampak.

Kesadaran  pentingnya memperkuat fondasi literasi aktif inilah yang melatarbelakangi berbagai inisiatif kolaboratif untuk menghidupkan kembali budaya menulis di kalangan pelajar Indonesia.

Menjawab tantangan tersebut, kolaborasi Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dan SiDU terus memperkuat gerakan Ayo Menulis melalui pendekatan yang melibatkan siswa, guru, sekolah, keluarga, pemerintah, komunitas pendidikan, serta dukungan riset.

Dalam "CIA Festival 2026" yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Jakarta, kolaborasi ini menghadirkan rangkaian kegiatan literasi, antara lain Workshop Menulis Opini Bersama Clara Ng, sosialisasi Modul Menulis Opini untuk guru dan penyerahan donasi buku tulis untuk daerah tertinggal.

“Menulis bukan sekadar kegiatan di ruang kelas. Melalui menulis, anak belajar mengolah informasi, menyusun pemikiran, sekaligus menyampaikan gagasan dengan lebih terstruktur dan percaya diri.

"Kami melihat penguatan budaya menulis sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kemampuan literasi dan kualitas pembelajaran anak Indonesia,” ujar Head of Marketing Domestic Stationery APP Group, Arif Darmawan.

Melalui Gerakan Ayo Menulis, SiDU ingin turut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas literasi dan pendidikan generasi muda Indonesia melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, komunitas, dan sektor swasta.

Pengaruh kemampuan menulis pada literasi

Salah satu pendekatan tersebut dilakukan melalui riset kolaboratif Fakultas Pendidikan dan Bahasa Unika Atma Jaya, SiDU, dan CIA mengenai pengaruh aktivitas menulis di atas kertas terhadap kemampuan literasi siswa sekolah dasar.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Mendongkrak Skor PISA, Gerakan 'Ayo Menulis' Dorong Budaya Berpikir Kritis Pelajar
Mendongkrak Skor PISA, Gerakan "Ayo Menulis" Dorong Budaya Berpikir Kritis Pelajar
LSM/Figur
Luas Karhutla 2026 Melonjak, Perbaikan Tata Kelola Lahan dan Gambut Jadi Sorotan
Luas Karhutla 2026 Melonjak, Perbaikan Tata Kelola Lahan dan Gambut Jadi Sorotan
LSM/Figur
Peringatan PBB: 10 Persen Lahan Dunia Rusak, Asia Terbanyak
Peringatan PBB: 10 Persen Lahan Dunia Rusak, Asia Terbanyak
Pemerintah
Polusi Udara Tak Minta Izin Saat Berpindah, Bappenas Minta Daerah Kenali Risiko Iklim
Polusi Udara Tak Minta Izin Saat Berpindah, Bappenas Minta Daerah Kenali Risiko Iklim
Pemerintah
Mayoritas Perusahaan Tetap Bikin Laporan ESG, tapi Kurangi Publikasi
Mayoritas Perusahaan Tetap Bikin Laporan ESG, tapi Kurangi Publikasi
Pemerintah
Spesies Invasif Diperkirakan Makin Merajalela Seiring Naiknya Air Laut
Spesies Invasif Diperkirakan Makin Merajalela Seiring Naiknya Air Laut
Pemerintah
Karhutla Bakar 1,32 Juta Hektar hingga Agustus 2026, Lahan Gambut Banyak Jadi Kebun Sawit
Karhutla Bakar 1,32 Juta Hektar hingga Agustus 2026, Lahan Gambut Banyak Jadi Kebun Sawit
LSM/Figur
Menjahit Reforma Agraria ke Revisi UU Kehutanan
Menjahit Reforma Agraria ke Revisi UU Kehutanan
Pemerintah
Rasa Empati dan Marah Ternyata Tak Mampu Tingkatkan Donasi untuk Iklim
Rasa Empati dan Marah Ternyata Tak Mampu Tingkatkan Donasi untuk Iklim
Pemerintah
Lautan Dunia Serap Rekor Panas, Setara 40 Kali Penggunaan Energi Global Tahunan
Lautan Dunia Serap Rekor Panas, Setara 40 Kali Penggunaan Energi Global Tahunan
Pemerintah
Kapan Gletser Dunia Lenyap? Situs Baru Ini Petakan Perkiraannya
Kapan Gletser Dunia Lenyap? Situs Baru Ini Petakan Perkiraannya
Pemerintah
RUU Ketenagakerjaan Perluas Sanksi Pidana, Pengawasan Masih Jadi Tantangan
RUU Ketenagakerjaan Perluas Sanksi Pidana, Pengawasan Masih Jadi Tantangan
LSM/Figur
Ancaman Nyata Kenaikan Air Laut, Ribuan Orang Berpotensi Jadi Pengungsi
Ancaman Nyata Kenaikan Air Laut, Ribuan Orang Berpotensi Jadi Pengungsi
Pemerintah
Paradoks Investasi Lahan di Balik Frasa 'Habis Kebakaran, Terbitlah Sawit'
Paradoks Investasi Lahan di Balik Frasa "Habis Kebakaran, Terbitlah Sawit"
LSM/Figur
Kisah Warga Desa Bogor Rawat Lingkungan Raih Penghargaan Asia
Kisah Warga Desa Bogor Rawat Lingkungan Raih Penghargaan Asia
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau