Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
E-COMMERCE

Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga

Kompas.com, 9 Oktober 2026, 12:00 WIB
Renaldi Saputra,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Laut dan pantai menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Di balik kawasan wisata Pantai Rengge dengan pasir putihnya, warga menghadapi persoalan abrasi yang mengikis daratan serta pendapatan dari sektor pariwisata yang tidak selalu menentu.

Garis pantai di wilayah tersebut disebut tergerus hingga sembilan meter akibat abrasi. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk memperkuat perlindungan pesisir sekaligus menjaga ruang hidup dan potensi wisata di pulau kecil tersebut.

Warga lokal bersama SeaBank Indonesia dan Yayasan Pandu Laut Nusantara kemudian melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa, Sabtu (3/10/2026). Penanaman mangrove tersebut ditujukan untuk membantu memperkuat benteng alami pesisir.

Kegiatan tersebut juga disertai dengan pembersihan sampah plastik di sepanjang pantai. Upaya ini melanjutkan kegiatan penghijauan yang telah dilakukan SeaBank sejak Agustus 2022.

Belajar mengelola keuangan usaha

Persoalan yang dihadapi masyarakat Pulau Pari juga berkaitan dengan ketahanan finansial. Perempuan di pulau tersebut menjalankan berbagai peran, mulai dari mengurus rumah tangga hingga mengelola usaha seperti homestay, kuliner, dan penyewaan perahu.

Dalam menjalankan usaha, pencatatan keuangan masih menjadi tantangan bagi sebagian warga. Keuangan usaha dan kebutuhan rumah tangga kerap tercampur sehingga pemasukan dan pengeluaran sulit dipantau.

Melalui pelatihan literasi keuangan bertema “Women of the Sea: The Blue Economy Development”, puluhan ibu di Pulau Pari diajak memahami pengelolaan keuangan usaha dan penyusunan anggaran kebutuhan rumah tangga.

Salah satu peserta Asmaniah mengatakan, pelatihan tersebut memberinya wawasan mengenai pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Pelatihan ?Women of the Sea: The Blue Economy Development? membekali warga Pulau Pari dengan pemahaman mengenai pencatatan pemasukan dan pengeluaran.Dok. Istimewa Pelatihan ?Women of the Sea: The Blue Economy Development? membekali warga Pulau Pari dengan pemahaman mengenai pencatatan pemasukan dan pengeluaran.

"Sangat senang karena ibu-ibu di sini jadi punya kesempatan untuk belajar mengelola keuangan. Selama ini kalau dapat uang hasil sewa atau jualan, tidak pernah dirinci buat apa saja, tahu-tahu habis. Sekarang kami jadi lebih paham cara mencatat pendapatan dan pengeluaran," tutur Asmaniah.

Hal serupa disampaikan warga Pulau Pari Deli yang menggantungkan penghasilan dari sektor jasa wisata. Menurutnya, literasi keuangan dapat membantu ibu-ibu lebih disiplin mengatur kebutuhan rumah tangga sekaligus mengembangkan usaha.

“Kami berterima kasih pasa SeaBank karena jadi tahu cara mengelola keuangan. Semoga adanya pelatihan ini insyaallah akan saya terapkan untuk mengetahui pengeluaran yang dibutuhkan maupun yang tidak dibutuhkan,” tutur Deli.

Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan diharapkan dapat membantu warga mengatur sumber daya yang dimiliki dan mengembangkan usaha. Perempuan yang menjalankan usaha juga memiliki peran dalam mendukung perekonomian keluarga dan masyarakat.

Direktur Keuangan SeaBank Indonesia Lindawati Oktaviani mengatakan, literasi keuangan tidak sekadar mengenai uang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengelola kehidupan dengan lebih baik. 

Ia menilai, ibu-ibu di Pulau Pari memiliki kreativitas dan inisiatif untuk menghasilkan pendapatan bagi keluarga.

“Mereka punya tenaga untuk bekerja, bangun pagi, mengurus anak, mengurus usaha, hingga menyiapkan makanan. Mereka nggak cuma jadi tulang rusuk, tapi tulang punggung, dan menggerakkan perekonomian Indonesia tentunya,” ujar Lindawati.

Inovasi pangan di lahan terbatas

Selain abrasi dan tantangan pengelolaan keuangan, masyarakat di pulau kecil juga menghadapi keterbatasan lahan untuk bercocok tanam serta pasokan bahan pangan segar.

Ketergantungan terhadap pasokan sayuran dari daratan dapat membuat harga kebutuhan pangan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki alternatif untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan dari lingkungan sekitar.

SeaBank memberikan pemahaman dasar mengenai teknologi akuaponik sederhana yang dapat digunakan untuk bercocok tanam dengan penggunaan air dan lahan yang lebih efisien.

Teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat sekaligus membuka peluang usaha mikro berbasis rumah tangga yang berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
Swasta
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Swasta
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
LSM/Figur
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Pemerintah
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pemerintah
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau