Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP

Kompas.com, 6 Oktober 2026, 18:45 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Maluku Utara mengembangkan bisnisnya dengan mengambil kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).‎

‎Seiring berkembangnya aktivitas kawasan IWIP, kebutuhan industri turut menciptakan peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas, sampai membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di daerah.

‎Salah satu cerita berasal dari Suhendra, pemilik CV Satu Tiga Berjaya. Berawal dari usaha yang dijalankannya seorang diri dengan menjual ayam frozen, Suhendra perlahan mengembangkan usahanya hingga kini menjadi mitra dari kawasan IWIP yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan. Mulai dari frozen food, daging, sampai seafood untuk kebutuhan kawasan industri IWIP.

Baca juga: IWIP Gandeng ITB Siapkan SDM untuk Industri Nikel

‎“Tahun 2021, saat IWIP sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk operasional kawasan, saya mendapat kesempatan untuk menawarkan produk yang kami miliki. Dari situlah kemudian saya mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra industri,” ujar Suhendra dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).

‎Ia menganggap, kesempatan yang diberikan kawasan IWIP itu sebagai bagian penting dalam perjalanan bisnisnya. Sebelumnya, pada 2018, setelah mengalami kebangkrutan dari bisnis yang dijalankannya, Suhendra kembali membangun usaha dari skala kecil. 

‎Berangsur-angsur, Suhendra menyesuaikan usahanya dengan kebutuhan pasar sekaligus menjaga kualitas barang dan pelayanan kepada pelanggan.

‎Kini, CV Satu Tiga Berjaya memasok produk ke IWIP sekitar 5–6 kali dalam seminggu,

‎dengan setiap pengiriman menggunakan 2–3 mobil berkapasitas 4–5 ton per mobil. CV Satu Tiga Berjaya juga telah mempekerjakan 34 tenaga kerja yang berasal dari sejumlah wilayah di Maluku Utara. Di antaranya Ternate, Sanana, Jailolo, Makean,

‎Weda, dan beberapa desa lain

‎Kemajuan dari bisnisnya membuka ruang bagi Suhendra untuk menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai desa di Maluku Utara. Ia berharap, semakin terbukanya peluang kemitraan dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha untuk berkembang dan saling mendukung.

‎“Harapan saya, ke depan semakin banyak UMKM dan mitra usaha lainnya yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan saling mendukung,” tutur Suhendra.

‎Kisah Suhendra menjadi salah satu gambaran keterlibatan UMKM lokal dalam memenuhi kebutuhan di kawasan IWIP.

Pada Kuartal II 2026, realisasi belanja IWIP kepada UMKM mencapai Rp1,1 triliun. Dari jumlah tersebut, 77,6 persen direalisasikan di wilayah Maluku Utara, menunjukkan besarnya ruang keterlibatan pelaku usaha lokal dalam aktivitas ekonomi di Maluku Utara.

‎General Manager External Relations Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Yudhi Santoso mengatakan, pertumbuhan kawasan industri berjalan beriringan dengan tumbuhnya kosistem UMKM lokal di Maluku Utara.

Baca juga: UMKM Mau Tembus Pasar Ekspor? Ini yang Harus Disiapkan

‎“Industri tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada banyak kebutuhan dan peluang yang dapat melibatkan pelaku usaha lokal. Kami ingin keterlibatan UMKM lokal terus berkembang sehingga manfaat dari aktivitas industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Maluku Utara,” ucapnya.

‎Selain itu, IWIP memberikan apresiasi Best Local Community Impact Award kepada CV Satu Tiga Berjaya dalam momentum Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam rangka Penanaman Modal pada 1 September 2026.

Penghargaan tersebut diberikan oleh IWIP kepada CV Satu Tiga Berjaya atas keterlibatan dan kontribusi mitra usaha lokal itu dalam mendukung aktivitas kawasan industrinya. 

‎Bagi Suhendra, perjalanan dari usaha perorangan hingga menjadi mitra industri menunjukkan ‎bahwa sebuah kesempatan dapat menjadi awal bagi usaha lokal untuk melangkah lebih jauh.

IWIP berharap semakin banyak pelaku UMKM di Maluku Utara yang memiliki kesempatan untuk memperluas usaha, membangun kemitraan, dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi ‎daerah.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Pemerintah
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Pemerintah
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
BUMN
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau