Kondisi tersebut membuat kesiapan sistem energi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan ekosistem digital. Ketersediaan listrik yang andal dan berkelanjutan dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan pusat data serta pemanfaatan AI dalam berbagai sektor.
Selain infrastruktur dan pembiayaan, kesiapan tenaga kerja juga menjadi faktor penentu dalam memanfaatkan peluang investasi AI.
Associate Partner McKinsey Alris Alfharisi mengatakan, Indonesia membutuhkan talenta yang mampu menerjemahkan investasi dan teknologi menjadi proyek yang dapat dijalankan.
Menurut Alris, perkembangan AI juga perlu dilihat dari kaitannya dengan kebutuhan investasi pada infrastruktur digital dan energi terbarukan yang terjangkau.
Namun, keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi tantangan dalam mengembangkan proyek-proyek tersebut.
“Kita perlu memastikan tersedianya talenta yang mampu membangun bankable pipeline, sehingga investasi dan teknologi dapat benar-benar diterjemahkan menjadi proyek yang dapat dijalankan,” ujar Alris.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya