Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan

Kompas.com, 30 Oktober 2026, 12:54 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 361 kilogram lebih sampah dikumpulkan dalam aksi pembersihan bantaran Sungai Ciliwung yang digelar PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia).

Sampah yang dikumpulkan relawan didominasi tekstil, styrofoam, karet, serta plastik, baik yang memiliki nilai ekonomi tinggi maupun rendah. Setelah ditimbang dan dipilah, sampah tersebut diarahkan untuk dikelola lebih lanjut.

Founder Veritas Edukasi Lingkungan (VEL) Benedict Wermter mengatakan, edukasi mengenai solusi pengelolaan sampah secara bertanggung jawab perlu terus diperluas kepada masyarakat.

Baca juga: Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala

"Masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran terhadap permasalahan sampah, tetapi kita masih perlu terus belajar mengenai solusi yang dapat dilakukan," ucap Benedict dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Aksi tersebut melibatkan karyawan dan tenaga pemasar Prudential Indonesia, bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi dan Yayasan Ciliwung Lestari.

Selain membersihkan bantaran sungai, kegiatan tersebut juga diisi edukasi pengelolaan sampah, kesehatan, dan literasi finansial bagi 50 siswa SMPN 34 Depok.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendorong perilaku hidup bersih dan sehat.

Menurut dia, upaya menjaga lingkungan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran kesehatan dan kemampuan masyarakat mempersiapkan masa depan finansial.

"Kami percaya perlindungan yang bermakna harus hadir secara holistik, mulai dari menjaga kelestarian alam, memelihara kesehatan fisik, hingga memperkuat ketahanan finansial. Kolaborasi aksi nyata ini kami harapkan dapat memberi dampak positif jangka panjang bagi generasi muda dan warga sekitar," ujar Karin.

Ia berharap perubahan perilaku dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali

"Perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap setiap orang dapat mulai mengubah kebiasaannya, bahkan mulai besok hari, dan mengajak orang lain untuk melakukan perubahan yang sama," tutur Karin.

Pencemaran domestik mendominasi

Persoalan sampah di bantaran sungai merupakan bagian dari tantangan pencemaran yang lebih luas di Sungai Ciliwung.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) per Agustus 2025, sekitar 87,09 persen pencemaran Sungai Ciliwung bersumber dari limbah domestik.

Sumber pencemaran lainnya berasal dari limbah peternakan sebesar 4,91 persen, sampah 4,85 persen, limbah industri 3,37 persen, dan pertanian 0,05 persen.

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al-Azhar Indonesia Dewi Elfidasari mengatakan, Sungai Ciliwung mengalami degradasi ekosistem secara sistemik. Kondisi tersebut menurunkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (D3TLH).

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
Swasta
Nilai yang Tinggal di Tanah Nikel
Nilai yang Tinggal di Tanah Nikel
Swasta
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
Pemerintah
EIGER Nature Diresmikan, Menpar Apresiasi Ekowisata Berkelanjutan
EIGER Nature Diresmikan, Menpar Apresiasi Ekowisata Berkelanjutan
BrandzView
Bingung TPS Ditutup, Kampung di Bogor Kelola Sampah Organik Jadi Alas Kandang Ayam dan Kompos
Bingung TPS Ditutup, Kampung di Bogor Kelola Sampah Organik Jadi Alas Kandang Ayam dan Kompos
LSM/Figur
361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan
361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan
Swasta
Harga Karbon Indonesia Terlalu Murah, Industri Menanti Kepastian Perdagangan Emisi
Harga Karbon Indonesia Terlalu Murah, Industri Menanti Kepastian Perdagangan Emisi
LSM/Figur
Mengurai Krisis Biarpet dan Ambisi Ketahanan Energi
Mengurai Krisis Biarpet dan Ambisi Ketahanan Energi
Pemerintah
Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala
Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala
LSM/Figur
RTH Jadi Penopang 'Green Campus' dari Menurunkan Suhu hingga Mencegah Banjir
RTH Jadi Penopang "Green Campus" dari Menurunkan Suhu hingga Mencegah Banjir
LSM/Figur
Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia
Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun, Sasar 700 Desa di 7 Pulau Besar Indonesia
Desa Sejahtera Astra
Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim
Orang Super Kaya Dapat Keuntungan Ganda dari Krisis Iklim
Pemerintah
WALHI: Karhutla Tak Lepas dari Sistem Ekonomi Ekstraktif
WALHI: Karhutla Tak Lepas dari Sistem Ekonomi Ekstraktif
LSM/Figur
Saat AI Mendorong Kebutuhan Listrik, Mitsubishi Power Bersiap Menjawab Tantangan Baru
Saat AI Mendorong Kebutuhan Listrik, Mitsubishi Power Bersiap Menjawab Tantangan Baru
BrandzView
Perkuat Ekosistem Digital, 'Health Innovation Showcase 2026' Pertemukan Inovator dan Investor
Perkuat Ekosistem Digital, "Health Innovation Showcase 2026" Pertemukan Inovator dan Investor
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau