Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis

Kompas.com, 31 Oktober 2026, 12:36 WIB
Caroline Damanik,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

Asia ESG Positive Impact Awards 2026 akan mengumumkan perusahaan dengan inisiatif keberlanjutan terbaik dari Indonesia, Malaysia dan Filipina pada 4 November.

KOMPAS.com - Upaya keberlanjutan di dunia usaha Asia terus menunjukkan perubahan menggembirakan.

Prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola atau environmental, social and governance (ESG) tidak lagi hanya diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), tetapi semakin terintegrasi ke dalam strategi dan kegiatan inti bisnis.

Perubahan tersebut terlihat dari berbagai inisiatif perusahaan yang dinilai dalam ajang Asia ESG Positive Impact Awards (PIA) 2026.

Para juri menilai, pendekatan keberlanjutan yang lebih bermakna adalah ketika kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis, bukan sekadar program tambahan.

Presiden sekaligus Kepala Ilmuwan Center for Conservation Innovations, Dr Neil Aldrin Mallari, mengatakan, sejumlah inisiatif terbaik yang dinilainya telah menunjukkan bagaimana upaya pelestarian lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan bisnis.

"Program terbaik yang saya baca bukan sekadar proyek CSR. Inisiatif-inisiatif tersebut membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari cara sebuah bisnis dijalankan," ujarnya.

Menurut Mallari, rencana jangka panjang menjadi salah satu hal penting yang membedakan program CSR biasa dengan inisiatif keberlanjutan yang terintegrasi dalam perusahaan.

Program CSR dapat berakhir ketika anggaran selesai, sedangkan inisiatif yang telah menjadi bagian dari tata kelola dan budaya perusahaan berpeluang bertahan lebih lama.

Baca juga: Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata

Pandangan serupa disampaikan Kepala Unit ESG Malaysia External Trade Development Corporation, Haris Abdul Latiff.

Dia menilai, inisiatif perusahaan yang memberikan dampak nyata adalah inisiatif yang memanfaatkan kemampuan, teknologi, dan model bisnis perusahaan itu sendiri sehingga manfaatnya dapat berkelanjutan dan dikembangkan dalam skala lebih luas.

Sejumlah contoh yang ditemukan dalam penilaian antara lain menghubungkan masyarakat pedesaan dengan pasar ekspor, memperluas akses melalui platform digital, memanfaatkan aset tidak terpakai untuk kegiatan produktif rendah karbon serta membuka kesempatan ekonomi bagi kelompok rentan.

Namun, upaya keberlanjutan juga perlu disertai pengukuran dampak yang jelas. Haris menekankan pentingnya pengukuran hasil jangka panjang, penggunaan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta verifikasi independen jika memungkinkan.

"Semakin penting bagi perusahaan untuk menunjukkan bukan hanya apa yang telah dilakukan atau berapa banyak orang yang berpartisipasi, melainkan juga perubahan bermakna yang terjadi dari waktu ke waktu dan apakah manfaat tersebut dapat terus berlanjut setelah periode program berakhir," katanya.

Sementara itu, Ketua Indonesian Society of Sustainability Professionals, Satrio Prakoso, menyoroti perkembangan aspek sosial ESG di Asia dari berbagai inisiatif yang mencakup kesejahteraan karyawan, keberagaman dan inklusi serta pengembangan talenta.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemkot Surakarta dan Konsorsium Filantrofi Dorong Transisi Sanitasi Aman
Pemkot Surakarta dan Konsorsium Filantrofi Dorong Transisi Sanitasi Aman
Pemerintah
K-24 Grup dan Danone Indonesia Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak Pascabencana di NTT
K-24 Grup dan Danone Indonesia Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak Pascabencana di NTT
Swasta
Restorasi Gambut dan Pemantauan Udara Diperlukan untuk Penanganan Karhutla Jangka Panjang
Restorasi Gambut dan Pemantauan Udara Diperlukan untuk Penanganan Karhutla Jangka Panjang
LSM/Figur
PBB: Daya Serap Karbon Samudra Kian Menurun akibat Krisis Iklim
PBB: Daya Serap Karbon Samudra Kian Menurun akibat Krisis Iklim
Pemerintah
Skor Daya Saing Karbon RI Terendah di ASEAN, Tertinggal Jauh dari Filipina
Skor Daya Saing Karbon RI Terendah di ASEAN, Tertinggal Jauh dari Filipina
LSM/Figur
ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
Swasta
Nilai yang Tinggal di Tanah Nikel
Nilai yang Tinggal di Tanah Nikel
Swasta
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
Pemerintah
EIGER Nature Diresmikan, Menpar Apresiasi Ekowisata Berkelanjutan
EIGER Nature Diresmikan, Menpar Apresiasi Ekowisata Berkelanjutan
BrandzView
Bingung TPS Ditutup, Kampung di Bogor Kelola Sampah Organik Jadi Alas Kandang Ayam dan Kompos
Bingung TPS Ditutup, Kampung di Bogor Kelola Sampah Organik Jadi Alas Kandang Ayam dan Kompos
LSM/Figur
361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan
361 Kilogram Sampah Diangkat dari Bantaran Ciliwung, Pencemaran Domestik Jadi Sorotan
Swasta
Harga Karbon Indonesia Terlalu Murah, Industri Menanti Kepastian Perdagangan Emisi
Harga Karbon Indonesia Terlalu Murah, Industri Menanti Kepastian Perdagangan Emisi
LSM/Figur
Mengurai Krisis Biarpet dan Ambisi Ketahanan Energi
Mengurai Krisis Biarpet dan Ambisi Ketahanan Energi
Pemerintah
Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala
Zonasi Sampah di Bantargebang Tak Jelas, Pengelolaan Emisi Metana Terkendala
LSM/Figur
RTH Jadi Penopang 'Green Campus' dari Menurunkan Suhu hingga Mencegah Banjir
RTH Jadi Penopang "Green Campus" dari Menurunkan Suhu hingga Mencegah Banjir
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau