Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 4 November 2026, 14:10 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com – Pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi budidaya, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi perempuan.

Pendekatan tersebut diterapkan Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melalui program pertanian cerdas atau *smart farming* berbasis sensor dan internet of things (IoT) di Nongsa dan Barelang, Batam.

Program yang berlangsung selama kurang lebih delapan bulan tersebut mencakup pengelolaan lahan pertanian sekitar 3 hektare dengan cabai sebagai komoditas utama. Sebanyak 20 perempuan tani terlibat sebagai penerima manfaat langsung.

Baca juga: Belajar dari Petani Perempuan di Siak, Pulihkan Hutan dengan Tanaman Nanas di Gambut yang Rusak Akibat Kebakaran

Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG) yang didukung Wonder Ladies dari China.

Melalui program ini, pemberdayaan ekonomi perempuan dipadukan dengan pemanfaatan teknologi pertanian serta praktik budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Teknologi bantu efisiensi budidaya

Dalam proses budidaya cabai, teknologi sensor dan IoT digunakan untuk membantu petani memantau kondisi lahan dan kebutuhan tanaman secara lebih terukur.

Dengan informasi tersebut, penggunaan berbagai input pertanian dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga menjadi lebih efisien.

Perempuan Tani HKTI mencatat, penerapan pendekatan tersebut mampu menekan penggunaan pupuk hingga 50 persen. Efisiensi ini sekaligus membantu mengurangi penggunaan input pertanian secara berlebihan dan menekan biaya produksi.

Penerapan teknologi juga memberi kesempatan kepada perempuan tani untuk mengenal dan mengoperasikan sistem pertanian modern.

Baca juga: NFT Dimanfaatkan untuk Pemberdayaan Petani Perempuan

Dengan demikian, keterlibatan perempuan tidak hanya terbatas pada aktivitas budidaya, tetapi juga mencakup pengelolaan proses produksi dengan dukungan teknologi.

Perkuat kapasitas perempuan tani

Selain mendorong efisiensi lingkungan, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan peluang ekonomi perempuan tani.

Sebanyak 20 peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai penggunaan sensor dan IoT dalam budidaya cabai, manajemen usaha, perencanaan produksi, serta tata kelola agribisnis.

Pendampingan juga mencakup pengelolaan usaha dari tahap budidaya hingga pengembangan kegiatan pertanian yang lebih produktif dan efisien.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap lahan dan kegiatan produksi.

Baca juga: Wirausaha untuk Ibu Rumah Tangga dan Petani Perempuan

Akses terhadap teknologi, pengetahuan, keterampilan manajerial, serta peluang untuk mengembangkan usaha juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan tani.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Riset Ungkap Mahasiswa Alami Kecemasan Akibat Krisis Iklim
Riset Ungkap Mahasiswa Alami Kecemasan Akibat Krisis Iklim
Pemerintah
Ditopang PLTS Atap Industri, Bauran EBT di Jawa Barat Capai 23,58 Persen
Ditopang PLTS Atap Industri, Bauran EBT di Jawa Barat Capai 23,58 Persen
Pemerintah
Lele Jadi Sumber Protein Terjangkau, Peternak Madura Kembangkan Metode Panen 45 Hari
Lele Jadi Sumber Protein Terjangkau, Peternak Madura Kembangkan Metode Panen 45 Hari
LSM/Figur
Alarm Kesehatan, Kasus Kanker Serviks Global Diprediksi Terus Meningkat
Alarm Kesehatan, Kasus Kanker Serviks Global Diprediksi Terus Meningkat
Pemerintah
Kelompok Disabilitas di Pedalaman Kalimantan Pakai Dana Karbon untuk Budi Daya Ikan
Kelompok Disabilitas di Pedalaman Kalimantan Pakai Dana Karbon untuk Budi Daya Ikan
LSM/Figur
Studi Ungkap Krisis Pendanaan Hijau UMKM Global Capai Rp18.136 Triliun
Studi Ungkap Krisis Pendanaan Hijau UMKM Global Capai Rp18.136 Triliun
Pemerintah
Perhitungan Global Ungkap Dampak Ekonomi Akibat Kenaikan Permukaan Laut
Perhitungan Global Ungkap Dampak Ekonomi Akibat Kenaikan Permukaan Laut
Pemerintah
Pabrik Coca-Cola di Bekasi Pasang PLTS Atap 1,45 MWp, Tekan Emisi 1500 ton CO2e
Pabrik Coca-Cola di Bekasi Pasang PLTS Atap 1,45 MWp, Tekan Emisi 1500 ton CO2e
Swasta
Krisis Timur Tengah Ancam Ketahanan Pangan 11,7 Juta Perempuan
Krisis Timur Tengah Ancam Ketahanan Pangan 11,7 Juta Perempuan
Pemerintah
Kesenjangan Keterampilan Hambat Perpindahan Pekerja Sektor Energi Asia Pasifik
Kesenjangan Keterampilan Hambat Perpindahan Pekerja Sektor Energi Asia Pasifik
LSM/Figur
Harganya Mahal, Peduli Bumi Belum Tentu Beli Pakaian Ramah Lingkungan
Harganya Mahal, Peduli Bumi Belum Tentu Beli Pakaian Ramah Lingkungan
Pemerintah
Karhutla 2026 Lebih Parah dari 2019, Puncaknya Bulan September di Kalbar
Karhutla 2026 Lebih Parah dari 2019, Puncaknya Bulan September di Kalbar
LSM/Figur
Krisis Iklim Memburuk, PBB Soroti Kerusakan Parah pada Lapisan Es Dunia
Krisis Iklim Memburuk, PBB Soroti Kerusakan Parah pada Lapisan Es Dunia
Pemerintah
Perempuan Tani HKTI Kembangkan Smart Farming Berbasis IoT di Batam
Perempuan Tani HKTI Kembangkan Smart Farming Berbasis IoT di Batam
LSM/Figur
Studi: Pemanasan Global Bikin Wilayah Tropis Kian Panas dan Ekstrem
Studi: Pemanasan Global Bikin Wilayah Tropis Kian Panas dan Ekstrem
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau