Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia

Kompas.com, 6 November 2026, 19:35 WIB
Caroline Damanik,
Andika Aditia

Tim Redaksi

“Kami akan terus bergerak menuju kehidupan yang lebih baik dan lingkungan yang lebih lestari sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat di masa depan,” ungkapnya.

Bersama 12 perusahaan asal Indonesia, 28 perusahaan asal Malaysia dan Filipina menerima gold, silver dan bronze awards dalam ajang tingkat regional yang mempertemukan perusahaan-perusahaan unggulan dari ketiga negara.

Chairman sekaligus Chief Executive Officer YTY Industry Sdn Bhd Vikram Hora juga mengatakan, prestasi ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mencapai target ESG sekaligus mempertahankan standar kinerja yang tinggi.

YTY Industry Sdn Bhd meraih penghargaan Gold untuk kategori Human Rights and Labour Standards pada kelompok perusahaan besar.

“Penghargaan ini dan dukungan dari Star Media Group mendorong kami untuk mencapai berbagai tujuan tersebut secara berkelanjutan dan konsisten. Kami berharap dapat meningkatkan standar perusahaan kami sekaligus mendorong peningkatan standar di industri,” ujarnya.

Kolaborasi berada di depan

CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa, menyebutkan, kolaborasi dan kemitraan inovatif ini menjadi pelajaran paling penting yang membuat komitmen menjalankan inisiatif berkelanjutan bisa berjalan dalam jangka waktu panjang.

“Kemitraan ini melibatkan berbagai pihak di sepanjang rantai nilai, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan multinasional hingga petani secara langsung. Kami belajar banyak dari model kemitraan seperti ini.

Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam jangka panjang dan diperluas, tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga ke berbagai daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.

Pentingnya kolaborasi juga disampaikan oleh Kepala Corporate Communication Energy Development Corporation dari Filipina, Frances Ariola. Dia menegaskan, kolaborasi sangat penting karena tidak ada satu organisasi pun yang dapat menjalankan upaya keberlanjutan sendirian.

“Semakin banyak organisasi yang berkolaborasi lintas kawasan, semakin besar pula kesempatan untuk saling bertukar praktik terbaik dan belajar satu sama lain. Itulah sebabnya Asia ESG Positive Impact Awards sangat penting. Ajang ini menjadi wadah bagi kami untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran agar pihak lain tidak perlu mengalami kegagalan seperti yang pernah kami alami ketika pertama kali memulai,” tuturnya.

PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1 meraih emas pada kategori Diversity, Equity & Inclusion (DEI) melalui program Harmoni Inklusif dalam ajang Asia ESG Positive Impacts Awards 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Golf & Country Club (KLGCC) Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/11/2026). - AZHAR MAHFOF/The Star AZHAR MAHFOF PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1 meraih emas pada kategori Diversity, Equity & Inclusion (DEI) melalui program Harmoni Inklusif dalam ajang Asia ESG Positive Impacts Awards 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Golf & Country Club (KLGCC) Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/11/2026). - AZHAR MAHFOF/The Star
Dalam sambutannya, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup menekankan pentingnya sinergi regional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang tidak mengenal batas negara.

Dia menyampaikan, perlindungan terhadap ekosistem dan sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi kebijakan serta kolaborasi lintas negara.

Group Chief Executive Officer SMG Chan Seng Fatt menuturkan, secara global, standar yang diterbitkan International Sustainability Standards Board (ISSB) kini menjadi acuan bersama dalam pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan.

Sejumlah yurisdiksi, termasuk negara-negara di Asia Tenggara, juga mulai bergerak menuju penerapan atau penggunaan standar tersebut. Oleh karena itu, menyelaraskan langkah melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholders di tingkat regional juga menjadi sangat penting.

“Penyelarasan yang lebih baik ini patut disambut positif. Namun, jalur penerapannya masih berbeda-beda. Akibatnya, perusahaan yang beroperasi lintas negara menghadapi tantangan praktis untuk menyesuaikan diri dengan berbagai persyaratan yang berlaku. Perekonomian kita saling terhubung melalui perdagangan, investasi dan rantai pasok. Sementara itu, setiap perusahaan memiliki tingkat sumber daya dan kesiapan yang berbeda,” katanya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia
6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia
Swasta
40 Perusahaan Malaysia, Indonesia, dan Filipina Raih 52 Penghargaan ESG Asia 2026
40 Perusahaan Malaysia, Indonesia, dan Filipina Raih 52 Penghargaan ESG Asia 2026
Swasta
Karhutla Ancam Penghidupan dan Pendidikan di Kalimantan
Karhutla Ancam Penghidupan dan Pendidikan di Kalimantan
LSM/Figur
Ketika China Menjadi Ruang Belajar bagi Siswa
Ketika China Menjadi Ruang Belajar bagi Siswa
Swasta
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Pemerintah
Ekspor Indonesia Terancam CBAM dan EUDR, Sistem MRV Emisi Perlu Diperkuat
Ekspor Indonesia Terancam CBAM dan EUDR, Sistem MRV Emisi Perlu Diperkuat
LSM/Figur
Arak Monster Godzilla, Koalisi Orang Muda Serukan Keadilan Iklim Antargenerasi
Arak Monster Godzilla, Koalisi Orang Muda Serukan Keadilan Iklim Antargenerasi
LSM/Figur
Cegah Pembukaan Lahan dengan Dibakar, Koperasi Sawit di Kaltim Sewa Alat Berat
Cegah Pembukaan Lahan dengan Dibakar, Koperasi Sawit di Kaltim Sewa Alat Berat
LSM/Figur
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Perlu Pertimbangkan Satwa yang Ada
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Perlu Pertimbangkan Satwa yang Ada
LSM/Figur
Restorasi Ekosistem Global Lambat, PBB Ungkap Baru Mencapai 25 Persen
Restorasi Ekosistem Global Lambat, PBB Ungkap Baru Mencapai 25 Persen
Pemerintah
Riset Ungkap Mahasiswa Alami Kecemasan Akibat Krisis Iklim
Riset Ungkap Mahasiswa Alami Kecemasan Akibat Krisis Iklim
Pemerintah
Ditopang PLTS Atap Industri, Bauran EBT di Jawa Barat Capai 23,58 Persen
Ditopang PLTS Atap Industri, Bauran EBT di Jawa Barat Capai 23,58 Persen
Pemerintah
Lele Jadi Sumber Protein Terjangkau, Peternak Madura Kembangkan Metode Panen 45 Hari
Lele Jadi Sumber Protein Terjangkau, Peternak Madura Kembangkan Metode Panen 45 Hari
LSM/Figur
Alarm Kesehatan, Kasus Kanker Serviks Global Diprediksi Terus Meningkat
Alarm Kesehatan, Kasus Kanker Serviks Global Diprediksi Terus Meningkat
Pemerintah
Kelompok Disabilitas di Pedalaman Kalimantan Pakai Dana Karbon untuk Budi Daya Ikan
Kelompok Disabilitas di Pedalaman Kalimantan Pakai Dana Karbon untuk Budi Daya Ikan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau