“Kami akan terus bergerak menuju kehidupan yang lebih baik dan lingkungan yang lebih lestari sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat di masa depan,” ungkapnya.
Bersama 12 perusahaan asal Indonesia, 28 perusahaan asal Malaysia dan Filipina menerima gold, silver dan bronze awards dalam ajang tingkat regional yang mempertemukan perusahaan-perusahaan unggulan dari ketiga negara.
Chairman sekaligus Chief Executive Officer YTY Industry Sdn Bhd Vikram Hora juga mengatakan, prestasi ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mencapai target ESG sekaligus mempertahankan standar kinerja yang tinggi.
YTY Industry Sdn Bhd meraih penghargaan Gold untuk kategori Human Rights and Labour Standards pada kelompok perusahaan besar.
“Penghargaan ini dan dukungan dari Star Media Group mendorong kami untuk mencapai berbagai tujuan tersebut secara berkelanjutan dan konsisten. Kami berharap dapat meningkatkan standar perusahaan kami sekaligus mendorong peningkatan standar di industri,” ujarnya.
CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa, menyebutkan, kolaborasi dan kemitraan inovatif ini menjadi pelajaran paling penting yang membuat komitmen menjalankan inisiatif berkelanjutan bisa berjalan dalam jangka waktu panjang.
“Kemitraan ini melibatkan berbagai pihak di sepanjang rantai nilai, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan multinasional hingga petani secara langsung. Kami belajar banyak dari model kemitraan seperti ini.
Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam jangka panjang dan diperluas, tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga ke berbagai daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.
Pentingnya kolaborasi juga disampaikan oleh Kepala Corporate Communication Energy Development Corporation dari Filipina, Frances Ariola. Dia menegaskan, kolaborasi sangat penting karena tidak ada satu organisasi pun yang dapat menjalankan upaya keberlanjutan sendirian.
“Semakin banyak organisasi yang berkolaborasi lintas kawasan, semakin besar pula kesempatan untuk saling bertukar praktik terbaik dan belajar satu sama lain. Itulah sebabnya Asia ESG Positive Impact Awards sangat penting. Ajang ini menjadi wadah bagi kami untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran agar pihak lain tidak perlu mengalami kegagalan seperti yang pernah kami alami ketika pertama kali memulai,” tuturnya.
PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1 meraih emas pada kategori Diversity, Equity & Inclusion (DEI) melalui program Harmoni Inklusif dalam ajang Asia ESG Positive Impacts Awards 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Golf & Country Club (KLGCC) Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/11/2026). - AZHAR MAHFOF/The Star Dia menyampaikan, perlindungan terhadap ekosistem dan sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi kebijakan serta kolaborasi lintas negara.
Group Chief Executive Officer SMG Chan Seng Fatt menuturkan, secara global, standar yang diterbitkan International Sustainability Standards Board (ISSB) kini menjadi acuan bersama dalam pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan.
Sejumlah yurisdiksi, termasuk negara-negara di Asia Tenggara, juga mulai bergerak menuju penerapan atau penggunaan standar tersebut. Oleh karena itu, menyelaraskan langkah melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholders di tingkat regional juga menjadi sangat penting.
“Penyelarasan yang lebih baik ini patut disambut positif. Namun, jalur penerapannya masih berbeda-beda. Akibatnya, perusahaan yang beroperasi lintas negara menghadapi tantangan praktis untuk menyesuaikan diri dengan berbagai persyaratan yang berlaku. Perekonomian kita saling terhubung melalui perdagangan, investasi dan rantai pasok. Sementara itu, setiap perusahaan memiliki tingkat sumber daya dan kesiapan yang berbeda,” katanya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya