Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkatkan Daya Saing, 17 UMKM di Rest Area Tol Cipularang Ikuti Bimbingan Sertifikasi Halal

Kompas.com, 5 Maret 2023, 16:22 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah 17 peritel UMKM Mitra Binaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Kampoeng UMKM Rest Area Km 88 Tol Cipularang mengikuti bimbingan teknis sertifikasi halal, Jumat (3/3/2023).

Dalam melaksanakan kegiatan ini, Jasa Marga bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika-Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan, program sertifikasi halal kepada UMK Mitra Binaan ini merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas yang dilakukan secara bertahap.

Menurutnya, program ini sangat memberikan manfaat kepada UMK agar usaha yang diperjualkan menjadi lebih baik, meningkatkan nilai produk hingga peningkatan penjualannya.

Baca juga: Jasa Marga Gandeng UMK Mitra Binaan Berpartisipasi dalam Inacraft 2023

"Dengan adanya label sertifikasi halal ini, produk para UMK akan mendapat daya tarik tersendiri bagi para konsumen serta daya tarik para pengguna jalan tol ketika mengunjungi Kampoeng UMLM di Rest Area Km 88B Jalan Tol Cipularang," ujar Lisye.

Sementara itu, Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta Deden Edi meyakinkan seluruh UKM untuk mengikuti mengikuti program sertifikasi halal ini tanpa ragu.

Proses pengajuan dan prosedur serta tahapan-tahapan program sertifikasi halal yang ditangani oleh LPPOM MUI DKI Jakarta ini sangat mudah.

"Alhamdulillah, saya mengucapkan selamat kepada para UMK yang hari ini terpilih untuk melakukan sertifikasi halal. Kami mengucapkan terima kasih kepada Jasa Marga yang telah memberikan bantuan serta pembinaan kepada para UMK Mitra Binaan," imbuh dia.

Hal ini juga sejalan dengan program Pemerintah yang mewajibkan semua produk makanan, minuman, obat-obatan hingga kosmetik yang beredar harus memiliki sertifikat halal dengan harapan UMK menjadi naik kelas setelah mengantongi label sertifikasi hala.

Sementara itu, Wakil Direktur LPPOM MUI Jakarta Arif Zulkifli mengatakan, dalam program sertifikasi halal tidak hanya melakukan pelatihan sertifikasi, namun juga harus memahami tentang Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Sistem Jaminan Produk Halal sendiri merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk menilai apakah para mitra sudah menjalankan kebijakan halal ini dengan baik atau belum.

"Dalam artian baik itu adalah mulai dari bahan pembuatan produk yang diperdagangkan, cara pembuatan, proses membuat, hingga bagaimana lokasi pembuatan produk atau tempat berdagang para mitra UMK," kata Arif.

Selain 17 Mitra Binaan di Kampoeng UMKM, Jasa Marga juga tengah memfasilitasi sertifikasi halal kepada 5 Mitra Binaan yang ada di wilayah operasional PT Jasamarga Transjawa Tollroad.

Sebelumnya, Jasa Marga juga telah memfasilitasi dengan menyerahkan sertifikat halal kepada 24 Mitra Binaan di wilayah Jabodetabek yang dibina oleh Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
Pemerintah
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
LSM/Figur
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Pemerintah
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
LSM/Figur
Saat Keberlanjutan Memberi Dampak pada Bisnis...
Saat Keberlanjutan Memberi Dampak pada Bisnis...
Swasta
Perencana Kota Berpeluang Tarik Investas untuk Pendanaan Iklim
Perencana Kota Berpeluang Tarik Investas untuk Pendanaan Iklim
LSM/Figur
Potensi Tanaman Kelor, Mampu Saring Mikroplastik dalam Air
Potensi Tanaman Kelor, Mampu Saring Mikroplastik dalam Air
Pemerintah
Bappenas: Riset Lingkungan Harus Siap Pakai Saat Momentum Kebijakan Datang
Bappenas: Riset Lingkungan Harus Siap Pakai Saat Momentum Kebijakan Datang
Pemerintah
Liverpool  FC Jadi Klub Pertama yang Fokus pada Keberlanjutan Pangan
Liverpool FC Jadi Klub Pertama yang Fokus pada Keberlanjutan Pangan
Pemerintah
Gerakan Kota Di Dunia: Larang Iklan Produk Penyebab Polusi
Gerakan Kota Di Dunia: Larang Iklan Produk Penyebab Polusi
Pemerintah
RI Butuh Kebijakan Iklim Berbasis Bukti
RI Butuh Kebijakan Iklim Berbasis Bukti
Pemerintah
Belajar Jadi Entrepreneur Sejak SMA, Ini Kisah Juara SCYEP 2026 Bangun “Real Company”
Belajar Jadi Entrepreneur Sejak SMA, Ini Kisah Juara SCYEP 2026 Bangun “Real Company”
Swasta
BRIN Ubah Sampah menjadi Bahan Bakar Alternatif Petasol
BRIN Ubah Sampah menjadi Bahan Bakar Alternatif Petasol
Pemerintah
El Nino 2026 Berisiko Ganggu Rantai Pasok Batu Bara, Ini Bahayanya bagi RI dan Negara Importir
El Nino 2026 Berisiko Ganggu Rantai Pasok Batu Bara, Ini Bahayanya bagi RI dan Negara Importir
LSM/Figur
Pertumbuhan Ikan Global Terus Menurun Akibat Perubahan Lingkungan
Pertumbuhan Ikan Global Terus Menurun Akibat Perubahan Lingkungan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau