Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Federal International Finance (FIFGROUP) mengukuhkan 37 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah sebagai Duta MENYALA dalam ajang "Teacher Summit 2026" di Jakarta.
Pengukuhan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan literasi keuangan bagi siswa SMK yang dijalankan perusahaan sepanjang 2025.
Direktur FIFGROUP Esther Sri Harjati mengatakan, para guru memiliki peran penting dalam membekali generasi muda dengan pemahaman keuangan sejak dini.
Baca juga: Literasi Anak NTT Minim, Siswa Tingkat Menengah Belum Lancar Membaca
“Melalui Teacher Summit 2026, kami ingin memberikan apresiasi kepada para guru yang telah menjadi mitra FIFGROUP dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda. Kami berharap semangat ini terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” ujar Esther dalam keterangan tertulis, Senin (28/4/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pendidikan dan literasi keuangan, sekaligus mendorong sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri.
Sepanjang 2025, program literasi keuangan itu disebut telah menjangkau 296 SMK di berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak 5.405 guru terlibat dalam pelatihan, sementara 31.746 siswa mengikuti kegiatan pembelajaran literasi keuangan melalui program "Jam Sosial Mengajar".
Dari ribuan peserta tersebut, sebanyak 296 guru terbaik dipilih untuk melaksanakan program di sekolah masing-masing. Selanjutnya, 37 guru terpilih ditetapkan sebagai Duta MENYALA.
Pemilihan dilakukan melalui sejumlah tahapan penilaian, antara lain kompetensi, dampak pengajaran, inovasi program, serta kontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan siswa.
Baca juga: Literasi Keuangan Perempuan Turun, OJK Soroti Kesenjangan dengan Laki-laki
Selain pengukuhan Duta MENYALA, kegiatan juga diisi dengan kunjungan ke kantor pusat FIFGROUP untuk mengenal dunia industri, sesi diskusi bersama berbagai unit bisnis perusahaan, serta kegiatan penguatan kolaborasi antarguru dari berbagai daerah.
Melalui program tersebut, perusahaan berharap peningkatan kapasitas guru dapat mendorong kualitas pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan perkembangan ekonomi di masa depan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya