Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 28 Juli 2023, 13:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Danone-Aqua mengajak generasi muda lebih peduli dan mengenal pentingnya konsumsi yang bertanggung jawab serta dampak dari produk yang mereka pilih atau konsumsi bagi lingkungan dan masyarakat.

Perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia pun diajak untuk melihat secara langsung dan mengenal lebih dekat proses produksi air minuman dalam kemasan (AMDK) dan bagaimana upaya yang telah dilakukan Perusahaan melalui salah satu pabriknya di daerah Ciherang, Jawa Barat.

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan, selama lebih dari 50 tahun, Perusahaan telah menghadirkan lebih dari sekadar produk AMDK, tapi juga tanggung jawab yang datang bersamaan dengan komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca juga: Energi Ramah Lingkungan Pengaruhi Keberlanjutan Bisnis Jangka Panjang

"Kami menghadirkan produk air mineral berkualitas dan memproses produk dengan seksama melalui sistem terintegrasi menyeluruh tanpa tersentuh tangan," ujar Arif, Kamis (27/7/2023).

Selain itu, lanjut Arif, Perusahaan juga ingin terlibat lebih banyak dalam membangun generasi muda yang lebih positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Pabrik Ciherang merupakan salah satu dari 21 Pabrik Danone-Aqua di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2012 di atas area seluas 8,9 hektar.

Sebagai implementasi dari komitmen dalam operasional perusahaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, Perusahaan menerapkan prinsip Blue Operations yang berfokus pada lima area.

Yaitu #BijakBerplastik, Efisiensi Air, Efisiensi Energi, Blue In (edukasi keberlanjutan pada karyawan), dan Blue Out (edukasi keberlanjutan pada masyarakat sekitar).

Baca juga: Isu Lingkungan dari Aktivitas Perusahaan Diminati dan Dirasakan Pembaca

Selain itu, sejak 2017, Pabrik Ciherang juga telah menggunakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebagai sumber listrik dengan mengoptimalkan atap pabrik. Inisiatif ini mampu menghasilkan energi sebesar 770 kWp atau setara dengan 885.000 kWh dalam satu tahun.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pabrik Ciherang Joko Prasojo menegaskan, Perusahaan berkomitmen untuk dapat menghadirkan produk air mineral berkualitas dengan melakukan serangkaian upaya untuk melindungi kealamian ekosistem di sekitar sumber airnya.

Kemudian, memastikan proses produksi secara higienis dan terjaga, dan memproses produk dengan seksama melalui sistem terintegrasi menyeluruh tanpa tersentuh tangan.

Perusahaan memastikan kualitas dan kemurnian setiap produk AMDK telah melewati proses pengecekan 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi. Setiap sumber air AMDK juga telah melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan, serta minimal 1 tahun penelitian.

Baca juga: 5 Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Head of Climate and Stewardship Danone Indonesia Ratih Anggraeni menambahkan, Perusahaan telah mengembangkan konservasi air di seluruh wilayah operasional dengan pendekatan sumber daya air terpadu dari hulu ke hilir, sehingga kelestarian air dan lingkungan tetap terjaga.

Pabrik Ciherang juga sudah mengembangkan berbagai program konservasi air yang secara konsisten dilakukan untuk menjaga keberlanjutan air di sub-Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Hulu.

Di wilayah hulu atau daerah tangkapan air, beberapa program dikembangkan untuk meresapkan lebih banyak air ke dalam tanah, diantaranya dengan menanam hingga lebih dari 45.000 pohon, kolam air (water pond), membangun 68 unit sumur resapan, membuat 9.000 lubang biopori sebagai tempat resapan air, dan 784 rorak.

"Selain itu, di area fasilitas produksi, kami juga membangun instalasi Panen Air Hujan (PAH) skala besar," cetus Ratih.

Baca juga: Isu Lingkungan Perusahaan atau Merek Jadi Program SDGs Paling Diminati Pembaca

Pemberdayaan di wilayah hulu dilanjutkan ke wilayah tengah agar masyarakat yang tinggal disekitarnya dapat melakukan pengelolaan lingkungan melalui kegiatan pengelolaan sampah dan pengembangan ekowisata river tubing.

Kemudian, pemberdayaan ini dilanjutkan di wilayah hilir, yaitu dengan pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) seluas 3,8 hektar yang berisi 158 jenis flora, 3101 pohon dan memiliki indeks Kehati sebesar 4.57.

Pabrik Ciherang juga memberikan pendidikan lingkungan melalui pembangunan Kawasan Edukasi Konservasi berbasis masyarakat dan memastikan agar masyarakat disekitar pabrik mengalami peningkatan kesejahteraan melalui program-program pemberdayaan masyarakat berfokus ke kegiatan ekonomi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau