Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Keberhasilan Program Komunitas Berdaya Nusantara Tingkatkan Kemandirian Disabilitas dan Dukung Pencapaian SDGs

Kompas.com, 14 Februari 2025, 08:03 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Adapun kegiatan yang dilakukan pada penelitian tersebut terdiri dari persiapan studi, pengumpulan data sekunder, analisis dan olah data, serta penulisan laporan akhir.

Tipe SROI yang digunakan adalah SROI Evaluatif atau yang dilakukan secara mix method, yaitu kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan pada capaian-capaian program dan dampak-dampak yang telah dinyatakan oleh para pemangku kepentingan dengan beberapa perhitungan statistik.

Berdasarkan pengukuran tersebut, Program Komunitas Berdaya Nusantara yang berjalan kurang dari enam bulan tersebut mendapat nilai SROI 1,09.

Artinya, program tersebut menciptakan dampak sosial yang bernilai lebih besar dari investasi awal. Sebab, setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan nilai sosial sebesar Rp 1,09. Namun, angka tersebut masih dapat dioptimalkan agar investasi sosial lebih efektif agar program memberikan dampak keberlanjutan yang signifikan.

“Dengan kata lain, program ini memberikan pengembalian sosial yang lebih besar dari dana yang dikeluarkan. Hal ini menunjukkan efektivitasnya dalam menciptakan perubahan positif, seperti meningkatkan pendapatan anggota, mendorong kemandirian ekonomi dan membuka akses yang lebih adil bagi komunitas,” papar Indah.

Indah menjabarkan, total investasi yang dianggarkan untuk program tersebut oleh pihaknya mencapai Rp 199.650.000. Sementara, manfaat yang dihasilkan sebesar Rp 216.679.245.

Adapun pelaksanaan Program Komunitas Berdaya Nusantara menghasilkan nilai payback period sebesar 3,69. Artinya, nilai balik investasi didapatkan dalam jangka waktu 3 bulan 21 hari sejak program pertama kali dilaksanakan dengan asumsi program berjalan sesuai dengan rencana.

Manfaat program, lanjut Indah, dikategorikan ke dalam dua pilar, yakni pilar sosial dengan nilai manfaat sebesar Rp 164.523.000 dan pilar ekonomi dengan nilai manfaat sebesar Rp 65.157.000.

Secara rinci, manfaat program itu terbagi dalam sejumlah aspek, mulai dari knowledge and skills, community involvement, livelihood access, income, partnership, hingga infrastructure and heritage.

Baca juga: Dukung SDGs, Nusantara Infrastructure Bangun Ekosistem UMKM Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

Mengacu pada SROI, Program Komunitas Berdaya Nusantara juga berhasil mendatangkan manfaat bagi sejumlah pemangku kepentingan (stakeholders), yakni organisasi masyarakat sipil, masyarakat, perusahaan, dan pemerintah.

Stakeholder yang dominan mendapat manfaat dari adanya program adalah organisasi masyarakat sipil dengan kebermanfaatan sebesar Rp 157.157.000 atau 68,42 persen. Stakeholder ini terdiri dari Komunitas Daksa Mandiri dan fasilitator. Selebihnya adalah pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Tak hanya SROI, penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap Program Komunitas Berdaya Nusantara juga mencatatkan rapor hijau.

IKM sendiri merupakan evaluasi yang digunakan untuk menilai kepuasan (perasaan bahagia ataupun rasa puas yang muncul) dengan pembandingan hasil kerja dengan apa yang diinginkan pengguna.

Baca juga: Program Nusantara Peduli Stunting di Makassar Terus Berlanjut, Beri Dampak yang Lebih Luas

Sebagai informasi, pengukuran yang dipakai untuk tingkat kepuasan pelanggan menggunakan metode Community Satisfaction Index (CSI). Sementara itu, Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui kepentingan dari tiap variabel.

“Hasil dari perhitungan IKM menunjukkan nilai 80,31 persen dengan kategori ‘Puas’ dan nilai mutu B dari responden yang merupakan penerima manfaat,” tutur Indah.

Indah menegaskan, skor SROI dan IKM yang positif menunjukkan bahwa Program Komunitas Berdaya Nusantara berhasil mewujudkan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada aspek sosial.

“Selain menciptakan dampak positif secara individu, kami percaya bahwa memberikan akses yang setara bagi penyandang disabilitas juga dapat memperkuat inklusi sosial di masyarakat. Ke depan, kami sedang menjajaki potensi kolaborasi dengan berbagai instansi terkait untuk menciptakan ekosistem yang lebih ramah disabilitas, baik dalam infrastruktur, aksesibilitas layanan, maupun pemberdayaan ekonomi,” kata Indah.

Dengan komitmen tersebut, PT Nusantara Infrastructure Tbk ingin memastikan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. PT Nusantara Infrastructure Tbk juga mengundang berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan

Program Komunitas Berdaya Nusantara, lanjutnya, juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Poin 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Uji Gagasan di Desa Binaan Bakti BCA, Gen Z Belajar Beradaptasi dan Mendengar Warga
Uji Gagasan di Desa Binaan Bakti BCA, Gen Z Belajar Beradaptasi dan Mendengar Warga
Swasta
Suhu Gurun Makin Ekstrem, Unta Mulai Kesulitan Bertahan Hidup
Suhu Gurun Makin Ekstrem, Unta Mulai Kesulitan Bertahan Hidup
Pemerintah
Kemendagri Dorong Pembenahan Tata Kelola Desa untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
Kemendagri Dorong Pembenahan Tata Kelola Desa untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
Pemerintah
Suhu Laut Naik, Kemampuan Padang Lamun Menyimpan Karbon Alami Merosot
Suhu Laut Naik, Kemampuan Padang Lamun Menyimpan Karbon Alami Merosot
Pemerintah
Studi Ungkap 25 Persen Emisi Karbon Sektor Pelayaran Dunia dari Kapal di Sungai
Studi Ungkap 25 Persen Emisi Karbon Sektor Pelayaran Dunia dari Kapal di Sungai
Pemerintah
Dampak Karhutla Tak Cukup Dihitung dari Luas Lahan dan Emisi Karbon
Dampak Karhutla Tak Cukup Dihitung dari Luas Lahan dan Emisi Karbon
LSM/Figur
Emisi Gas Rumah Kaca dari Sawah Dunia Naik 2 Kali Lipat dalam 60 Tahun
Emisi Gas Rumah Kaca dari Sawah Dunia Naik 2 Kali Lipat dalam 60 Tahun
Pemerintah
Cara Mengenalkan Alam Tentukan Respons Anak Terhadap Lingkungan
Cara Mengenalkan Alam Tentukan Respons Anak Terhadap Lingkungan
Pemerintah
Konservasi Spesies Indonesia Tak Cukup Andalkan Data, Perlu Kolaborasi Lintas Pihak
Konservasi Spesies Indonesia Tak Cukup Andalkan Data, Perlu Kolaborasi Lintas Pihak
LSM/Figur
Harga Gandum Terancam Naik 3 Kali Lipat Akibat Perubahan Iklim
Harga Gandum Terancam Naik 3 Kali Lipat Akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
Perempuan Timur Indonesia dalam Transisi Energi
Perempuan Timur Indonesia dalam Transisi Energi
Pemerintah
Pertemanan Perempuan di Kantor Berkontribusi pada Stabilitas Perusahaan
Pertemanan Perempuan di Kantor Berkontribusi pada Stabilitas Perusahaan
Pemerintah
Minyak Sawit dari Lahan Bekas Karhutla 2026 Berisiko Tak Bisa Masuk Pasar Eropa
Minyak Sawit dari Lahan Bekas Karhutla 2026 Berisiko Tak Bisa Masuk Pasar Eropa
LSM/Figur
Super El Nino Berpotensi Ubah Pola Cuaca Ekstrem di 12 Kota Besar Asia
Super El Nino Berpotensi Ubah Pola Cuaca Ekstrem di 12 Kota Besar Asia
Pemerintah
Sektor Agribisnis Terancam Rugi Rp112,9 Triliun Akibat Biaya Air Tersembunyi
Sektor Agribisnis Terancam Rugi Rp112,9 Triliun Akibat Biaya Air Tersembunyi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau