Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
Implementasi Ekopedagogi memerlukan kolaborasi setiap guru mata pelajaran. Guru dapat mendidik murid dengan mengontekstualisasikan dan mengintegrasikan ke dalam bahan ajar tentang fenomena kerusakan lingkungan dan konsekuensi logis yang ditimbulkan. Proses pembelajaran terkait, kemudian disesuaikan dengan level perkembangan kognitif murid.
Misalnya di tingkat menengah, mata pelajaran Geografi membahas bagaimana bumi menjadi rusak dan keropos akibat banyaknya hutan telah beralih fungsi menjadi pemukiman, perkebunan, dan lainnya. Pada mata pelajaran Kimia atau Fisika murid dapat menganalisis fenomena pemanasan global atau kenaikan curah hujan dan badai akibat tutupan pohon di hutan alam telah berkurang.
Adapun pembelajaran di luar kelas, program Adiwiyata dapat menjadi strategi lain dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian murid terhadap lingkungan.
Guru sebagai fasilitator pembelajaran harus peka dan mengikuti perkembangan lingkungan yang ada di sekitar sekolahnya pun lingkungan yang terdapat dalam kecamatan, kabupaten, dan kota. Sosialisasi menyeluruh dari pemerintah ke institusi pendidikan serta didukung dengan pelatihan-pelatihan sejenis juga perlu dilakukan secara maksimal dan konsisten.
Guna meminimalisir hambatan dan tantangan maka sinergitas dengan setiap stakeholder terkait perlu digaungkan. Pembelajaran berbasis lingkungan harus dilakukan secara konsisten agar murid memiliki kesadaran kritis bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada alam sekitarnya.
Jika kesadaran itu tumbuh, paling tidak kita sedang membentuk calon-calon pemimpin yang sadar akan ekologis sehingga menjadi salah satu jalan dalam mewujudkan kemerdekaan ekologis negeri ini. Semoga.
Baca juga: Anggota DPR: Bencana di Sumatera Alarm Keras Krisis akibat Alih Fungsi Lahan dan Deforestasi
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya