Sejak beroperasi lebih dari satu dekade, FiberStar telah membangun 70.000 kilometer (km) jaringan fiber optic dan melayani hampir 500.000 pelanggan residensial dan korporat.
Meski demikian, pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Kami bekerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan untuk menentukan area yang paling membutuhkan jaringan,” ujarnya.
Komitmen itu mencakup pembangunan fiber optic baru, memperluas titik Starlink, dan memperkuat infrastruktur di lokasi rawan bencana.
“Internet sekarang sudah seperti kebutuhan utama, sama pentingnya dengan sandang dan pangan. Kami berharap kombinasi fiber optic dan Starlink bisa mempercepat pemerataan akses, terutama di wilayah 3T,” kata Wisnu.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya