Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 8 Januari 2026 akibat Siklon Tropis

Kompas.com, 5 Januari 2026, 08:50 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang selama tiga hari ke depan.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah terjadi seiring masih aktifnya siklon tropis IGGY yang terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa, dengan prediksi bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Baca juga: 

“Dalam beberapa hari ke depan sistem ini diperkirakan dapat mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI (Daerah Istimewa) Yogyakarta,” ujar Andri dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Prediksi hujan dan angin kencang di Indonesia 3 hari ke depan

Diakibatkan oleh siklon tropis

BMKG mencatat, hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir bakal melanda sejumlah wilayah sampai Kamis (8/1/2026).freepik.com BMKG mencatat, hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir bakal melanda sejumlah wilayah sampai Kamis (8/1/2026).

Andri menyebutkan, sirkulasi siklonik turut terpantau di Kalimantan Utara yang dapat membentuk daerah perlambatan angin serta pertemuan angin.

Pola tersebut memanjang dari Sulawesi Tengah menuju Kalimantan Utara dan dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara.

Kondisi serupa diprediksi terjadi di Perairan Barat Aceh, serta dari Samudera Hindia barat daya Bengkulu hingga Selat Sunda bagian selatan.

“Kondisi-kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan, khususnya di sekitar wilayah yang dipengaruhi bibit siklon dan sirkulasi siklonik,” tutur dia.

Sementara itu, suhu muka laut yang relatif hangat memperkaya suplai uap air di Pesisir Barat Aceh, Selat Malaka, perairan selatan Kepulauan Natuna, perairan Timur Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, perairan utara Jawa bagian barat, Teluk Cenderawasih, serta Samudera Pasifik utara Papua. Hal tersebut meningkatkan curah hujan.

Baca juga:

Faktor-faktor pemicu hujan di Indonesia

BMKG mencatat, hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir bakal melanda sejumlah wilayah sampai Kamis (8/1/2026).KOMPAS.com/Lalu Muammar Q BMKG mencatat, hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir bakal melanda sejumlah wilayah sampai Kamis (8/1/2026).

Andri menjelaskan, sejauh ini Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator masih terpantau aktif dalam tiga hari ke depan melalui wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Maluku, Maluku Utara, dan Papua bagian barat.

“Fenomena-fenomena ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak,” ucap Andri.

Secara regional, lanjut dia, fenomena seruakan udara dingin atau cold surge dari Asia diperkirakan menguat dalam beberapa hari.

Berdasarkan prediksi BMKG hingga Kamis (8/1/2026), cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan.

Andri mencatat, daerah yang perlu mewaspadai hujan intensitas sedang yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Kemudian, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, serta Papua Selatan.

BMKG juga memperkirakan, gelombang setinggi 2,5 meter sampai empat meter terjadi di Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, dan Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT.

Maka dari itu, BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah mewaspadai kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

“BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG melalui berbagai kanal informasi,” papar Andri.

Baca juga: Suhu Laut Naik akibat Perubahan Iklim Bikin Siklon di Asia Makin Parah

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau