Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
20 persen tabungan dan dana darurat (opsional, sesuai kemampuan)
30 persen pemulihan kewajiban & cicilan
40 persen kebutuhan dasar
Melanjutkan studi kadang menjadi suatu hal yang sering terlupakan ketika menghadapi musibah padahal pendidikan adalah investasi masa depan bagi penyintas bencana untuk memutus rantai risiko bagi generasi mendatang.
Studi yang strategis meliputi Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah untuk infrastruktur tangguh, Manajemen Bencana untuk mitigasi, serta Teknologi Informasi untuk fleksibilitas kerja.
Selain itu, Psikologi penting untuk pemulihan trauma dan Agroteknologi untuk ketahanan pangan. Untuk mewujudkannya, segera ajukan permohonan bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup dengan melampirkan surat rekomendasi dari pejabat setempat.
Selain kampus di Indonesia, usahakan mencoba ke negara yang memang sudah memiliki reputasi global dalam pendidikan mitigasi bencana karena pengalaman geografis mereka yang serupa dengan Indonesia.
Negara-negara tersebut adalah Jepang (Pakar Mitigasi Gempa & Tsunami), Belanda (Pakar Pengelolaan Air & Banjir), Selandia Baru (Pakar Ketahanan & Risiko), Australia (Pakar Manajemen Krisis & Logistik).
Seringkali ujian datang tanpa peringatan tapi pasti ada, seperti yang disebutkan di dalam QS Al-Baqarah (2): 155 bahwa Allah SWT pasti akan menguji manusia dengan berbagai cobaan seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.
Namun akan ada kabar gembira kepada orang-orang yang sabar menghadapinya, sabar dalam doa dan ikhtiar. Maka dari itu, perencanaan keuangan pasca bencana tetap diupayakan sebagai ikhtiar agar keluarga bangkit secara bertahap.
Memulai kembali bukan hanya soal menghitung harta dan utang, tetapi juga tentang membangun kembali harapan, pendapatan, dan rasa aman finansial. Semoga tulisan ini bermanfaat. Wallahu a'lam bis-shawaab. Salam Sakinah!
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya