Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PLN Gunakan VR untuk Jelajah Perkembangan EBT di Jawa Timur

Kompas.com, 17 Januari 2026, 16:58 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) dengan tema "Virtual Journey to Green Power".

Teknologi ini bermanfaat untuk melihat perkembangan pembangkit energi bersih di Jawa Timur tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Baca juga:

Cukup dari kantor PLN di Surabaya, berbagai proyek energi baru terbarukan (EBT) dapat dipantau secara visual dan interaktif.

"Melalui sistem digital, maka pembangkit dapat dipantau, dikendalikan, dievaluasi, bahkan dilakukan pemeliharaan secara terbatas dari satu lokasi terpusat," kata General Manager PLN UID Jatim Ahmad Mustaqir, dilansir dari Antara, Sabtu (17/1/2026).

Inovasi ini jadi bagian dari upaya PLN dalam mempercepat transisi energi sekaligus meningkatkan pemahaman publik tentang energi ramah lingkungan.

PLN UID Jawa Timur pakai VR untuk lihat perkembangan EBT

Jelajah PLTSa Benowo lewat Virtual Reality

Pemerintah targetkan pembangunan PLTSa di 33 wilayah, setelah dua PLTSa berhasil beroperasi penuh, yakni PLTSa Benowo di Surabaya dan PLTSa Putri Cempo di Surakarta.KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Pemerintah targetkan pembangunan PLTSa di 33 wilayah, setelah dua PLTSa berhasil beroperasi penuh, yakni PLTSa Benowo di Surabaya dan PLTSa Putri Cempo di Surakarta.

Salah satu lokasi yang ditampilkan dalam teknologi VR adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo Surabaya.

Pembangkit ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengolah sampah menjadi energi listrik.

PLTSa Benowo disebut mampu mengolah sekitar 1.600 ton sampah per hari. Sebanyak 600 ton sampah diolah melalui metode pembangkitan gas metana menggunakan gas power plant, sedangkan 1.000 ton lainnya diproses dengan metode gasifikasi.

PLTSa Benowo memiliki dua jenis pembangkit. Pertama adalah sistem sanitary landfill dengan kapasitas 1,65 megawatt (MW), kedua adalah sistem gasification atau zero waste dengan kapasitas sembilan MW.

Pada tahun 2024, PLTSa Benowo berhasil menghasilkan energi bersih sebesar 166,1 Gigawatt hour (GWh). 

Baca juga:

Menyusuri PLTP Blawan Ijen secara virtual

Selain PLTSa Benowo, teknologi VR juga bisa digunakan untuk menjelajahi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen. Dalam simulasi ini, area sumur produksi panas bumi secara detail bisa dilihat.

VR memperlihatkan proses penyerapan fluida panas bumi berupa uap dari dalam reservoir. Uap tersebut kemudian dialirkan ke permukaan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
SPPG Palmerah Punya Greenhouse, Tanam Hidroponik hingga Budidaya Ikan untuk MBG
SPPG Palmerah Punya Greenhouse, Tanam Hidroponik hingga Budidaya Ikan untuk MBG
Pemerintah
Peneliti Ciptakan Energi Listrik dari Urin, Berpotensi Jadi EBT Baru
Peneliti Ciptakan Energi Listrik dari Urin, Berpotensi Jadi EBT Baru
LSM/Figur
Studi Sebut Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer pada Lansia
Studi Sebut Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer pada Lansia
LSM/Figur
1 Hektar Hutan Tropis Hasilkan 2,4 Juta Liter Hujan Tiap Tahun
1 Hektar Hutan Tropis Hasilkan 2,4 Juta Liter Hujan Tiap Tahun
LSM/Figur
AI Bikin Jaringan 5G Lebih Hemat Energi, Bantu Capai Target ESG
AI Bikin Jaringan 5G Lebih Hemat Energi, Bantu Capai Target ESG
LSM/Figur
Angka Kematian Ibu Meningkat Drastis di Wilayah Konflik dan Rentan
Angka Kematian Ibu Meningkat Drastis di Wilayah Konflik dan Rentan
Pemerintah
Profesional Muda Ingin Industri Periklanan Melek Literasi Iklim
Profesional Muda Ingin Industri Periklanan Melek Literasi Iklim
LSM/Figur
Jelang Ramadhan, Listrik di Aceh Masih Padam dan Warga Harus Jalan Kaki demi Bantuan
Jelang Ramadhan, Listrik di Aceh Masih Padam dan Warga Harus Jalan Kaki demi Bantuan
LSM/Figur
Pemerintah Buka Akses Pembiayaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Pemerintah Buka Akses Pembiayaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Pemerintah
24 Perusahaan Ikut Tender Pembangunan Fasilitas 'Waste to Energy' Danantara
24 Perusahaan Ikut Tender Pembangunan Fasilitas "Waste to Energy" Danantara
Pemerintah
AI Diklaim Cegah Kerusakan Iklim, Benarkah?
AI Diklaim Cegah Kerusakan Iklim, Benarkah?
LSM/Figur
Polusi Nitrogen Ganggu Penyerapan Karbon dan Ritme Respirasi Hutan
Polusi Nitrogen Ganggu Penyerapan Karbon dan Ritme Respirasi Hutan
LSM/Figur
Siswa MAN 1 Kendari Olah Limbah Kulit Udang dan Kepiting Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Siswa MAN 1 Kendari Olah Limbah Kulit Udang dan Kepiting Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Jakarta Utara Harus Jadi Model Pengelolaan Sampah Nasional, Ini Alasannya
Jakarta Utara Harus Jadi Model Pengelolaan Sampah Nasional, Ini Alasannya
Pemerintah
Satu Dekade Pasca-Perjanjian Paris, Pemanasan Global Justru Makin Cepat
Satu Dekade Pasca-Perjanjian Paris, Pemanasan Global Justru Makin Cepat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau