Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Elon Musk Ingin Bangun Pusat Data AI di Ruang Angkasa, Dinilai Lebih Efisien

Kompas.com, 30 Januari 2026, 18:38 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Elon Musk berencana menempatkan pusat data AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) ke ruang angkasa. Wacana ini muncul menyusul usulan bergabungnya SpaceX milik Musk dengan perusahaan xAI. 

Saat ini pusat data AI ruang angkasa Musk masih berupa konsep tahap awal. Sistemnya kemungkinan bakal mengandalkan ratusan satelit bertenaga surya yang saling terhubung di orbit untuk menangani besarnya kebutuhan komputasi AI, seperti Grok dari xAI atau ChatGPT dari OpenAI.

Baca juga:

Pasalnya, fasilitas pusat data AI di bumi dinilai kian boros energi listrik dan makin mahal untuk dioperasikan.

“Ini keputusan yang jelas untuk membangun pusat data bertenaga surya di ruang angkasa. Lokasi berbiaya murah untuk menempatkan AI adalah ruang angkasa, dan hal itu akan berlaku dalam dua tahun, paling lambat tiga tahun,” kata Musk dalam World Economic Forum di Davos, Swiss, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (30/1/2026).

Rencana Elon Musk bangun pusat data AI di ruang angkasa

Roket SpaceX Falcon 9 meluncurkan 28 satelit Starlink ke orbit dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California pada 25 Oktober 2025. Elon Musk berencana menempatkan pusat data AI di ruang angkasa dengan ratusan satelit bertenaga surya. Konsep ini diklaim lebih murah dan efisien.SpaceX Roket SpaceX Falcon 9 meluncurkan 28 satelit Starlink ke orbit dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California pada 25 Oktober 2025. Elon Musk berencana menempatkan pusat data AI di ruang angkasa dengan ratusan satelit bertenaga surya. Konsep ini diklaim lebih murah dan efisien.

SpaceX merupakan perusahaan pembuat roket yang telah meluncurkan ribuan satelit ke orbit dengan sebagiannya untuk layanan internet Starlink.

Apabila komputasi AI berbasis ruang angkasa berhasil, SpaceX berada pada posisi paling ideal untuk mengoperasikan klaster satelit AI atau memfasilitasi pembangunan komputasi di orbit.

Operasional pusat data AI di ruang angkasa juga dinilai memungkinkan penggunaan stabilitas energi surya, sekaligus menghilangkan kebutuhan pendinginan yang selama ini mendominasi biaya pusat data di daratan. Dengan demikian, pemrosesan AI dinilai akan menjadi jauh lebih efisien.

Dilaporkan bahwa SpaceX tengah mempertimbangkan penawaran umum perdana tahun ini yang bisa mendanai perusahaan lebih dari satu triliun dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 16.789 triliun). Sebagian hasil IPO disebut akan digunakan untuk pengembangan satelit pusat data AI.

Namun, para pakar ruang angkasa memperingatkan bahwa kelayakan komersialnya membutuhkan waktu beberapa tahun lagi.

Mereka menyoroti risiko besar, seperti puing-puing ruang angkasa, perlindungan perangkat keras dari radiasi kosmik, keterbatasan perawatan langsung, serta biaya peluncuran.

Deutsche Bank memperkirakan penerapan pusat data orbital skala kecil pertama akan dilaksanakan pada 2027–2028 guna menguji teknologi dan nilai ekonominy.

Setidaknya, ratusan hingga ribuan satelit baru muncul pada tahun 2030-an jika misi awal ini berhasil.

Baca juga: 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau