Penulis
KOMPAS.com - OpenAI mengumumkan rencana untuk menjaga biaya energi data center (pusat data) tetap stabil, tanpa membebani masyarakat sekitar, Selasa (20/1/2026). Rencana tersebut diberi nama Stargate Community.
Melalui kebijakan ini, OpenAI ingin memastikan bahwa pembangunan pusat data AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) tidak menyebabkan lonjakan harga listrik di wilayah setempat, dilansir dari Reuters, Rabu (21/1/2026).
Baca juga:
Adapun Stargate merupakan inisiatif senilai 500 miliar dolar Amerika Serikat (AS, sekitar Rp 8.482 triliun), yang akan berjalan selama beberapa tahun. Stargate difokuskan pada pembangunan pusat data untuk pelatihan dan operasional kecerdasan buatan.
Proyek ambisius tersebut mendapat dukungan dari sejumlah investor besar, salah satunya adalah Oracle.
Inisiatif Stargate juga sempat mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat pertama kali diumumkan pada Januari 2025.
Baca juga:
OpenAI mengungkap Stargate Community plan untuk menjaga biaya energi pusat data agar tidak membebani masyarakat lokal.Pertumbuhan teknologi AI membuat kebutuhan energi meningkat cepat. Akses listrik saat ini menjadi salah satu hambatan utama bagi ekspansi pusat data. Semakin besar model AI, semakin besar pula daya listrik yang dibutuhkan.
Kondisi ini mendorong banyak perusahaan teknologi mulai berinvestasi langsung pada infrastruktur energi. Tujuannya agar pusat data tetap bisa beroperasi tanpa mengganggu pasokan listrik masyarakat.
Dalam pengumumannya, OpenAI menyebut bahwa setiap lokasi Stargate akan memiliki rencana komunitas yang berbeda. Rencana ini disesuaikan dengan kebutuhan wilayah setempat.
Tidak hanya itu, setiap kebijakan disebut akan dibuat berdasarkan masukan warga dan perhatian lokal.
"Tergantung pada lokasi, hal ini dapat bervariasi mulai dari menyediakan pasokan listrik dan penyimpanan baru yang sepenuhnya dibiayai oleh proyek, hingga menambahkan dan membiayai sumber daya pembangkitan dan transmisi energi baru," tulis pernyataan dari OpenAI.
Baca juga:
Pengumuman OpenAI muncul tak lama setelah langkah senada dilakukan oleh Microsoft.
Pekan lalu, Microsoft mengungkap inisiatif untuk mengurangi penggunaan air di pusat data Amerika Serikat.
Inisiatif tersebut bertajuk Community-First AI Infrastructure, atau Infrastruktur Kecerdasan Buatan yang Mengutamakan Komunitas, dilaporkan oleh Kompas.com, Rabu (14/1/2026).
Perusahaan tersebut berupaya meminimalisasi dampak lonjakan harga listrik di wilayah sekitar pusat datanya.
Microsoft juga menyatakan akan membayar tarif listrik yang mencukupi untuk menutup seluruh biaya energi.
Rencana baru ini mengikat perusahaan untuk melakukan tindakan nyata yang berdampak positif bagi masyarakat di sekitar pengoperasian pusat data.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya