KOMPAS.com - Laporan dari IFS dan PwC UK berpendapat, pengurangan emisi tercepat selama dekade mendatang untuk industri "berat" bisa terwujud lewat pengoperasian aset-aset yang sudah ada secara lebih cerdas.
Alih-alih hanya mengandalkan hidrogen, penangkapan karbon skala besar, atau bahan bakar alternatif, laporan tersebut menyoroti AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) industri sebagai solusi yang sudah memberikan hasil yang terukur dalam mengurangi emisi.
Baca juga:
Adapun AI industri adalah penggunaan kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk sektor manufaktur, energi, pertambangan, dan infrastruktur, dilansir dari Know ESG dan ESG News, Rabu (7/1/2026).
Sebagai informasi, bersama-sama, industri "berat" seperti baja, semen, kimia, minyak dan gas, penerbangan, pelayaran, serta angkutan darat bertanggung jawab atas sekitar 40 persen emisi gas rumah kaca global.
Laporan IFS dan PwC UK menyebut AI industri mampu memangkas emisi industri berat secara cepat dan terukur.AI industri dikembangkan berdasarkan otomatisasi tradisional dan kontrol proses dengan menambahkan data real time, machine learning, dan daya komputasi yang dapat diskalakan.
AI industri tidak hanya mengikuti perintah, tapi juga mengamati. Salah satu kelebihannya adalah menciptakan optimasi yang dapat belajar mandiri secara terus menerus menyesuaikan bagaimana aset dioperasikan sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi emisi.
Menurut data IFS, operasional layanan lapangan, seperti aktivitas teknisi yang berkeliling memperbaiki mesin atau truk pengantar barang, telah mencapai rata-rata pengurangan total jarak tempuh sebesar 37,1 persen.
AI industri pun membantu menemukan rute terpendek agar tidak boros bensin.
Hal ini secara langsung menurunkan konsumsi bahan bakar, memangkas emisi Scope 3, dan meningkatkan produktivitas.
Di sektor manufaktur dan sektor intensif energi lainnya, penjadwalan sadar karbon (carbon-aware scheduling) telah mengurangi emisi Scope 2 hingga 47,6 persen dengan mengalihkan produksi ke periode ketika intensitas karbon pada jaringan listrik lebih rendah.
Baca juga:
Laporan IFS dan PwC UK menyebut AI industri mampu memangkas emisi industri berat secara cepat dan terukur.Perbaikan kecil yang dilakukan berulang kali, seperti optimalisasi rute, pemeliharaan prediktif, dan pengurangan perbaikan darurat, memberikan efek berantai pada seluruh armada dan fasilitas.
Secara kolektif, hal-hal tersebut memberikan pengurangan emisi secara instan, sekaligus memperkuat margin keuntungan dan ketahanan operasional.
AI industri juga menghasilkan data keberlanjutan yang dapat dilacak dan diaudit secara langsung dari kegiatan operasional sehingga mengurangi ketergantungan pada pelaporan manual.
Lebih lanjut, laporan menyebut menggabungkan penerapan AI yang bertanggung jawab dengan dekarbonisasi yang kredibel dapat mendukung pertumbuhan ekonomi bersih sekitar 37 persen pada tahun 2035.
Dengan catatan digital dari setiap keputusan dan perubahan operasional, AI industri juga dapat memperkuat kepercayaan dalam pelaporan emisi Scope 1, 2, dan 3.
Baca juga: AI Jadi Ancaman Jutaan Pekerjaan di Asia, Ini Peringatan PBB
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya