Terdapat beberapa respons bakteri akan terpicu ketika biofilm yang terdiri dari E. coli dan Pseudomonas aeruginosa terpapar nanoplastik.
Pertama, bakteri yang berbeda "berkomunikasi" satu sama lain dan mengeluarkan zat-zat yang membuat biofilm menjadi lebih tebal, bertambah berat, serta semakin protektif.
Kedua, profag atau fag yang mengintegrasikan genomnya sendiri ( DNA ) ke dalam genom inang bakterinya diaktifkan, menghancurkan sel bakteri tempat mereka hidup dan menciptakan banyak partikel virus baru.
Ketiga, bakteri melawan profag menggunakan pengulangan palindrom pendek yang teratur dan berjarak (CRISPR) pada DNA atau RNA sel untuk menargetkannya sebagai sistem pertahanan antivirus.
Studi mengungkapkan bahwa peningkatan kekuatan mekanik biofilm dan ketahanannya terhadap disinfektan menyoroti potensi tantangan bagi sistem pengolahan dan distribusi air.
Sebab, nanoplastik dapat meningkatkan pembentukan biofilm yang sulit diberantas pada permukaan beberapa sistem pengolahan dan distribusi air.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami mekanisme molekuler yang mendasari respons ekologis biofilm multispesies kompleks terhadap nanoplastik.
Ia menganggap ukuran plastik kemungkinan menentukan efek yang berbeda pada interaksi bakteri-fag di dalam biofilm, dengan mikrplastik lebih besar daripada nanoplastik.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya