Asia Selatan, khususnya India, disebut akan menjadi mesin pertumbuhan utama industri nuklir global.
Hal ini didorong oleh kebutuhan energi India yang sangat besar untuk mendukung populasi dan pertumbuhan ekonominya yang pesat yakni hampir 980 GWe kapasitas nuklir global pada tahun 2050.
Secara lebih luas, Asia Selatan yang berada dalam fase transformasi energi total ini mencerminkan terjadinya dua dinamika yakni kombinasi antara negara pemain lama yang ambisius dan negara pendatang baru yang mulai melirik nuklir sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi dan keamanan energi jangka panjang.
Tren-tren ini menempatkan Asia Selatan sebagai kontributor yang semakin penting bagi pertumbuhan nuklir global, terutama seiring melonjaknya permintaan listrik akibat pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan industrialisasi.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya