Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapasitas Nuklir Dunia Diprediksi Bertumbuh pada 2050

Kompas.com, 2 Februari 2026, 21:15 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kapasitas tenaga nuklir global diprediksi bisa melonjak hingga 1.446 gigawatt listrik (GWe) pada tahun 2050, jika negara-negara memenuhi ambisi perpanjangan umur reaktor dan pembangunan reaktor baru.

Angka ini melampaui level sekitar 1.200 GWe yang dikaitkan dengan janji internasional untuk melipatgandakan energi nuklir sebanyak tiga kali lipat, menurut laporan prospek nuklir global terbaru, dilansir dari Down to Earth, Senin (2/2/2026). 

Baca juga: 

Proyeksi ini menggabungkan reaktor-reaktor yang sudah beroperasi, sedang dibangun, direncanakan, diusulkan, dan yang dianggap potensial, berdampingan dengan target kapasitas yang ditetapkan pemerintah.

Hal ini menandakan adanya dukungan kebijakan yang kuat bagi energi nuklir dalam strategi iklim dan keamanan energi.

Kapasitas nuklir global diprediksi meningkat pada 2050

Asal penambahan kapasitas nuklir

Kapasitas tenaga nuklir global diprediksi bisa melonjak hingga 1.446 gigawatt listrik (GWe) pada tahun 2050.PIXABAY/ BURGHARD MOHREN Kapasitas tenaga nuklir global diprediksi bisa melonjak hingga 1.446 gigawatt listrik (GWe) pada tahun 2050.

Sebagian besar penambahan kapasitas hingga tahun 2030 diperkirakan berasal dari reaktor-reaktor yang sudah dalam tahap konstruksi.

Sementara itu, proyek-proyek yang saat ini dalam tahap perencanaan akan mendorong ekspansi hingga tahun 2035.

Setelah masa itu, pertumbuhan akan semakin bergantung pada proyek-proyek yang baru diusulkan dan yang bersifat potensial, serta program-program yang terkait langsung dengan target pemerintah.

Lima negara yakni China, Perancis, India, Rusia, dan Amerika Serikat secara bersama-sama dapat menyumbang hampir 980 GWe kapasitas global pada tahun 2050.

Sementara itu, negara-negara pendatang baru secara kolektif menargetkan sekitar 157 GWe pada pertengahan abad ini, yang mempertegas semakin luasnya minat di luar negara-negara operator nuklir tradisional.

Dari reaktor-reaktor yang beroperasi pada tahun 2025, sekitar 189 GWe akan mencapai usia layanan hingga 60 tahun pada tahun 2050, dan sebanyak 213 GWe tambahan masih bisa tetap beroperasi jika masa pakainya diperpanjang hingga 80 tahun pada lokasi-lokasi yang memungkinkan.

Baca juga:

Harus diimbangi dengan koneksi listrik

Untuk mencapai tingkat kapasitas tahun 2050, sambungan jaringan listrik tahunan perlu meningkat tajam dari sekitar 14,4 GWe per tahun pada akhir 2020-an menjadi 65,3 GWe per tahun pada periode 2046–2050.

Laju pada akhir periode tersebut kira-kira dua kali lipat dari puncak historis yang pernah dicapai selama pembangunan nuklir global besar-besaran pada tahun 1980-an, yang menunjukkan adanya tantangan besar dalam rantai pasok, pembiayaan, perizinan, dan kesiapan tenaga kerja.

Laporan juga mencatat adanya tambahan kapasitas sebesar 542 GWe yang terkait dengan target pemerintah, tapi belum didukung oleh proyek-proyek yang teridentifikasi secara jelas.

Dalam beberapa kasus, target nasional bergantung pada ekspansi besar-besaran meskipun konstruksi saat ini atau rencana proyek yang pasti masih terbatas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa banyak target yang masih bersifat aspirasional atau sekadar cita-cita dan bergantung pada tindak lanjut kebijakan, pasar, serta regulasi.

Ekspansi nuklir jangka panjang dipicu oleh faktor-faktor pendorong struktural, antara lain perluasan akses listrik bagi ratusan juta orang, pemenuhan kebutuhan populasi global yang diproyeksikan mendekati 9,8 miliar jiwa pada tahun 2050, dan elektrifikasi di seluruh sektor ekonomi.

Selain itu, ada pula lonjakan permintaan digital dan data, serta kebutuhan akan panas rendah karbon di sektor-sektor yang sulit didekarbonisasi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kesenjangan Waktu Jadi Alasan Perempuan Sulit Berkarier
Kesenjangan Waktu Jadi Alasan Perempuan Sulit Berkarier
Pemerintah
Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional: Konservasi atau Komodifikasi?
Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional: Konservasi atau Komodifikasi?
Pemerintah
Perubahan Iklim Paksa Petani Padi Pensiun Dini
Perubahan Iklim Paksa Petani Padi Pensiun Dini
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Selama Masa Peralihan Musim
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Selama Masa Peralihan Musim
Pemerintah
Tak Cuma Soal Polusi, Ekonomi Sirkular Juga Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Tak Cuma Soal Polusi, Ekonomi Sirkular Juga Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Pemerintah
Pemerintah Perketat Pengawasan Penerima MBG hingga Limbah Makanan di Sekolah
Pemerintah Perketat Pengawasan Penerima MBG hingga Limbah Makanan di Sekolah
Pemerintah
Harga BBM Melonjak, Pemerintah Australia Didesak Gunakan Bus Listrik
Harga BBM Melonjak, Pemerintah Australia Didesak Gunakan Bus Listrik
Pemerintah
Pupuk Indonesia Jajaki Pembangunan Pabrik Metanol
Pupuk Indonesia Jajaki Pembangunan Pabrik Metanol
Pemerintah
BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Limbah Logam Berat
BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Limbah Logam Berat
Pemerintah
Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga
Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga
Swasta
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Sejumlah Titik
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Sejumlah Titik
Pemerintah
Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air
Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air
Pemerintah
Nestlé dan ILO Luncurkan Proyek Perlindungan Pekerja di Rantai Pasok Kopi
Nestlé dan ILO Luncurkan Proyek Perlindungan Pekerja di Rantai Pasok Kopi
Swasta
ASEAN Sepakat Lakukan Percepatan Pengendalian Spesies Invasif lewat AIM-ASEAN
ASEAN Sepakat Lakukan Percepatan Pengendalian Spesies Invasif lewat AIM-ASEAN
Pemerintah
Potensi Bioetanol Limbah  Sawit Capai 1,2 Juta Kiloliter Per tahun, Bisa untuk Bensin dan Bioavtur
Potensi Bioetanol Limbah Sawit Capai 1,2 Juta Kiloliter Per tahun, Bisa untuk Bensin dan Bioavtur
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau